Penulis: admin

  • L.03018-Berat Badan

    L.03018 — Berat Badan

    Definisi

    Akumulasi bobot tubuh dengan usia dan jenis kelamin.

    📖 Berat badan adalah indikator penting status gizi seseorang. Berat badan yang sesuai dengan usia dan jenis kelamin menunjukkan tubuh mendapat cukup nutrisi.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Berat badan — Total berat tubuh dalam kilogram; dibandingkan dengan standar usia dan jenis kelamin
    • Tebal lipatan kulit — Pengukuran tebal lipatan kulit di beberapa area tubuh (misalnya lengan atas, perut) untuk menaksir lemak tubuh
    • Indeks Massa Tubuh (IMT) — Perhitungan berat badan (kg) dibagi tinggi badan kuadrat (m²). Normal: 18,5–24,9. Kurang: <18,5. Lebih: ≥25

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02017-Tingkat Pendarahan

    L.02017 — Tingkat Pendarahan

    Definisi

    Kehilangan darah baik internal (terjadi di dalam tubuh) maupun eksternal (terjadi hingga keluar tubuh).

    📖 Pendarahan adalah pengeluaran darah dari pembuluh darah yang rusak. Pendarahan internal lebih berbahaya karena tidak terlihat dari luar, tapi bisa menyebabkan syok jika tidak segera ditangani.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Kelembapan membran mukosa — Kelembapan mulut, bibir, dan selaput lendir lainnya; kering = dehidrasi akibat kehilangan darah
    • Kelembapan kulit — Kulit kering atau pucat bisa tanda kehilangan cairan dan darah
    • Fungsi kognitif — Kemampuan berpikir dan merespons; bingung atau tidak fokus = otak kekurangan oksigen
    • Hemoptisis — Batuk berdarah (darah keluar dari saluran napas)
    • Hematemesis — Muntah darah (darah keluar dari saluran pencernaan atas)
    • Hematuria — Air seni berdarah (darah dalam urine, bisa tanda masalah ginjal atau saluran kemih)
    • Pendarahan anus — BAB berdarah atau darah segar keluar dari anus (bisa tanda wasir, luka, atau perdarahan saluran pencernaan bawah)
    • Distensi abdomen — Perut membuncit karena penumpukan darah di dalam rongga perut
    • Pendarahan vagina — Perdarahan dari vagina di luar waktu haid normal
    • Pendarahan pasca operasi — Perdarahan yang terjadi setelah tindakan pembedahan
    • Hemoglobin — Kadar sel darah merah dalam darah (normal: pria 13,5–17,5 g/dL; wanita 12,5–16 g/dL). Jika rendah = kekurangan darah
    • Hematokrit — Persentase volume sel darah merah dari total darah (normal: 37–52%). Jika rendah = anemia akibat pendarahan
    • Tekanan darah — Hipotensi (tensi rendah) = tanda kehilangan darah banyak
    • Denyut nadi apikal — Denyut jantung di titik apex (ujung kiri bawah dada); cepat dan lemah = kompensasi pendarahan
    • Suhu tubuh — Dingin di ekstremitas = sirkulasi terganggu akibat kehilangan darah

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02016-Status Sirkulasi

    L.02016 — Status Sirkulasi

    Definisi

    Pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh.

    📖 Sirkulasi adalah proses darah mengalir melalui jantung dan pembuluh darah ke seluruh tubuh, membawa oksigen dan nutrisi ke sel-sel serta membawa sisa metabolisme untuk dibuang.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Kekuatan nadi — Kekuatan denyut nadi yang diraba (kuat = sirkulasi baik; lemah = sirkulasi buruk)
    • Output urine — Volume urine yang dihasilkan per hari (menurun = ginjal kekurangan aliran darah)
    • Saturasi oksigen — Persentase oksigen dalam darah (normal: ≥95%)
    • PaO2 — Tekanan parsial oksigen dalam darah arteri (normal: 80–100 mmHg)
    • Pucat — Kulit pucat karena kurang aliran darah ke permukaan kulit
    • Ekstremitas dingin — Tangan atau kaki terasa dingin karena aliran darah ke perifer berkurang
    • PaCO2 — Tekanan parsial karbondioksida dalam darah arteri (normal: 35–45 mmHg)
    • Pitting edema — Pembengkakan pada kulit yang jika ditekan meninggalkan bekas cekungan (tanda penumpukan cairan)
    • Edema perifer — Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki
    • Hipotensi ortostatik — Penurunan tekanan darah tiba-tiba saat berdiri dari posisi berbaring (pusing atau pandangan gelap)
    • Bunyi napas tambahan — Suara abnormal di paru-paru yang terdengar melalui stetoskop (bisa tanda cairan di paru-paru)
    • Bruit pembuluh darah — Suara berdesir dari aliran darah yang menyempit di pembuluh darah
    • Distensi vena jugularis — Pembengkakan pembuluh darah di leher, tanda tekanan tinggi di jantung kanan
    • Asites — Penumpukan cairan di rongga perut (tanda gagal hati atau sirkulasi)
    • Fatigue (kelelahan) — Kelelahan karena organ kekurangan oksigen
    • Claudicatio intermiten — Nyeri kaki saat berjalan yang hilang saat berhenti, tanda penyumbatan pembuluh darah
    • Parestesia — Kesemutan atau kebas pada tangan/kaki karena saraf kekurangan oksigen
    • Sinkop — Pingsan sesaat karena penurunan aliran darah ke otak
    • Ulkus ekstremitas — Luka terbuka pada kaki/tangan yang sulit sembuh karena sirkulasi buruk
    • Tekanan darah sistolik — Angka atas tensi (saat jantung berdetak)
    • Tekanan darah diastolik — Angka bawah tensi (saat jantung beristirahat)
    • Tekanan nadi — Selisih antara sistolik dan diastolik (normal: 30–40 mmHg)
    • Mean Arterial Pressure (MAP) — Rata-rata tekanan darah arteri (normal: 70–100 mmHg)
    • Pengisian kapiler — Waktu setelah menekan kuku hingga kembali merah (normal: ≤2 detik)
    • Tekanan vena sentral (CVP) — Tekanan di pembuluh darah besar dekat jantung; mencerminkan volume darah dan fungsi jantung kanan
    • Berat badan — Peningkatan berat badan cepat bisa tanda penumpukan cairan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02015-Sirkulasi Spontan

    L.02015 — Sirkulasi Spontan

    Definisi

    Kemampuan untuk mempertahankan sirkulasi yang adekuat (cukup untuk kebutuhan tubuh) untuk menunjang kehidupan.

    📖 Sirkulasi spontan berarti jantung bisa memompa darah sendiri tanpa bantuan pijatan jantung atau alat. Luaran ini mengukur apakah sirkulasi darah pasien bisa mempertahankan kehidupan secara mandiri.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Tingkat kesadaran — Seberapa jernih pasien sadar; penurunan = kurang oksigen ke otak
    • Frekuensi nadi — Jumlah denyut jantung per menit (normal: 60–100 kali/menit)
    • Tekanan darah — Tensi sistolik/diastolik; hipotensi = sirkulasi tidak adekuat
    • Frekuensi napas — Jumlah napas per menit (normal: 12–20 kali/menit)
    • Saturasi oksigen — Persentase oksigen dalam darah (normal: ≥95%); rendah = sirkulasi atau pernapasan terganggu
    • Gambaran EKG aritmia — Hasil rekam jantung menunjukkan irama tidak teratur
    • ETCO2 (End-Tidal CO2) — Kadar karbondioksida di ujung exhalation; mencerminkan efektivitas sirkulasi dan pernapasan
    • Produksi urine — Volume urine per jam; berkurang = ginjal kekurangan aliran darah

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02014-Perfusi Serebral

    L.02014 — Perfusi Serebral

    Definisi

    Keadekuatan aliran darah serebral (ke otak) untuk menunjang fungsi otak.

    📖 Otak membutuhkan 15–20% dari total aliran darah tubuh meskipun hanya beratnya ±2% dari berat badan. Perfusi serebral yang baik berarti darah mengalir cukup ke otak sehingga fungsi berpikir, menggerakkan tubuh, dan organ vital tetap terjaga.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Tingkat kesadaran — Seberapa jernih pasien sadar dan bisa merespons (bila menurun = otak kekurangan oksigen)
    • Fungsi kognitif — Kemampuan berpikir, mengingat, dan memahami (gangguan = tanda perfusi serebral berkurang)
    • Tekanan intrakranial — Tekanan di dalam tengkorak (normal: 1–15 mmHg). Jika tinggi = bisa merusak jaringan otak
    • Sakit kepala — Nyeri di kepala; bisa tanda tekanan darah tinggi atau gangguan aliran darah ke otak
    • Gelisah — Tidak tenang karena otak kekurangan oksigen
    • Kecemasan — Rasa cemas berlebih, bisa karena gangguan fungsi otak
    • Agitasi — Gelisah hebat atau tidak bisa dikendalikan
    • Demam — Suhu tubuh meningkat; demam tinggi bisa memperburuk kerusakan otak
    • Nilai rata-rata tekanan darah (MAP) — Tekanan darah rata-rata yang dibutuhkan untuk menjaga aliran darah ke otak tetap cukup
    • Kesadaran — Tingkat responsivitas pasien (Glasgow Coma Scale: 3–15)
    • Tekanan darah sistolik — Angka atas tensi; harus cukup tinggi untuk memompa darah ke otak
    • Tekanan darah diastolik — Angka bawah tensi
    • Refleks saraf — Respons refleks tubuh (pupil, menelan, tendon); gangguan = kerusakan saraf pusat

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02013-Perfusi Renal

    L.02013 — Perfusi Renal

    Definisi

    Keadekuatan aliran darah arteri renalis (pembuluh darah yang memasok ginjal) untuk menunjang fungsi ginjal.

    📖 Ginjal adalah organ berbentuk kacang yang berfungsi menyaring darah, membuang sisa metabolisme (racun, kelebihan cairan) melalui urine. Perfusi renal yang baik berarti darah mengalir cukup ke ginjal sehingga ginjal bisa bekerja dengan baik.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Jumlah urine — Volume urine per hari (normal: 800–2000 ml); kurang dari itu = ginjal tidak bekerja optimal
    • Nyeri abdomen — Sakit di area perut, terutama di samping bawah tulang rusuk belakang (area ginjal)
    • Mual — Perasaan ingin muntah karena penumpukan racun dalam tubuh
    • Muntah — Keluar isi lambung melalui mulut
    • Distensi abdomen — Perut membuncit karena penumpukan cairan atau gas
    • Tekanan arteri rata-rata (MAP) — Rata-rata tekanan darah arteri (normal: 70–100 mmHg); hipotensi bisa mengurangi aliran darah ke ginjal
    • Kadar urea nitrogen darah (BUN) — Sisa metabolisme protein dalam darah (normal: 10–20 mg/dL). Jika tinggi = ginjal tidak bisa menyaring dengan baik
    • Kadar kreatinin plasma — Sisa metabolisme otot dalam darah (normal: 0,6–1,2 mg/dL). Jika tinggi = fungsi ginjal menurun
    • Tekanan darah sistolik — Angka atas tensi, tekanan saat jantung berdetak
    • Tekanan darah diastolik — Angka bawah tensi, tekanan saat jantung beristirahat
    • Kadar elektrolit — Keseimbangan mineral seperti natrium, kalium, kalsium (gangguan elektrolit = ginjal tidak bisa mengatur keseimbangan)
    • Keseimbangan asam-basa — pH darah normal (7,35–7,45); ginjal berperan menjaga keseimbangan ini
    • Bising usus — Suara dari dalam perut; berkurang = gangguan pencernaan akibat penumpukan racun
    • Fungsi hati — Hati dan ginjal saling bekerja sama; gangguan ginjal bisa memengaruhi hati dan sebaliknya

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02011-Perfusi Miokard

    L.02011 — Perfusi Miokard

    Definisi

    Keadekuatan aliran darah arteri koronaria (pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung) untuk mempertahankan fungsi jantung.

    📖 Miokard adalah otot jantung. Arteri koronaria adalah pembuluh darah kecil yang membungkus jantung seperti mahkota, menyuplai oksigen dan nutrisi ke otot jantung. Jika aliran darah ini terganggu, bisa terjadi serangan jantung.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Gambaran EKG aritmia — Hasil rekam jantung (EKG) menunjukkan irama jantung tidak teratur
    • Nyeri dada — Rasa nyeri atau sesak di dada, bisa menjalar ke lengan, rahang, atau punggung (tanda kurang oksigen ke otot jantung)
    • Diaforesis — Berkeringat berlebih, terutama di dahi dan wajah, saat nyeri dada
    • Mual — Perasaan ingin muntah, sering menyertai serangan jantung
    • Muntah — Keluar isi lambung melalui mulut
    • Arteri apikal — Denyut nadi di ujung kiri bawah dada (titik apex jantung), mencerminkan irama jantung
    • Tekanan arteri rata-rata (MAP) — Rata-rata tekanan darah arteri (normal: 70–100 mmHg)
    • Takikardia — Detak jantung cepat (>100 kali/menit), bisa tanda kompensasi kekurangan oksigen
    • Bradikardia — Detak jantung lambat (<60 kali/menit), bisa tanda gangguan irama jantung
    • Denyut nadi radial — Denyut nadi di pergelangan tangan, mencerminkan jumlah darah yang dipompa jantung
    • Tekanan darah — Tensi sistolik/diastolik; hipotensi = jantung tidak bisa memompa cukup darah
    • Fraksi ejeksi — Persentase darah yang keluar dari ventrikel kiri setiap kali berdetak (normal: 55–70%)
    • Tekanan baji arteri pulmonal (PAWP) — Tekanan di pembuluh darah paru-paru, mencerminkan tekanan di jantung kiri (normal: 6–12 mmHg)
    • Cardiac Index (CI) — Curah jantung disesuaikan dengan ukuran tubuh (normal: 2,5–4,2 L/menit/m²)

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02011b-Perfusi Perifer

    L.02011b — Perfusi Perifer

    Definisi

    Keadekuatan aliran darah pada pembuluh darah distal (jauh dari pusat, seperti tangan dan kaki) untuk menunjang fungsi jaringan.

    📖 Perfusi perifer adalah aliran darah ke ekstremitas (tangan, kaki, jari). Jika aliran darah terganggu, jaringan kekurangan oksigen dan nutrisi yang bisa menyebabkan nyeri, kebas, hingga kerusakan jaringan.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Denyut nadi perifer — Denyut nadi yang diraba di pergelangan tangan, kaki, atau belakang lutut (lemah/tidak ada = aliran darah terganggu)
    • Penyembuhan luka — Kecepatan luka sembuh (lambat = aliran darah ke area luka kurang)
    • Sensasi — Kemampuan merasakan sentuhan, suhu, dan rasa sakit di ekstremitas
    • Warna kulit pucat — Kulit pucat pada tangan/kaki = aliran darah berkurang
    • Edema perifer — Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tangan karena penumpukan cairan
    • Nyeri ekstremitas — Nyeri pada lengan atau kaki, bisa memburuk saat beraktivitas (claudicatio)
    • Parestesia — Kesemutan, kebas, atau rasa “terbakar” pada tangan/kaki karena saraf kekurangan oksigen
    • Kelemahan otot — Kekuatan otot berkurang karena kurang aliran darah
    • Kram otot — Kejang otot yang menyakitkan, sering terjadi di betis saat berjalan
    • Bruit femoralis — Suara “berdesir” yang terdengar melalui stetoskop di area selangkangan, tanda penyumbatan pembuluh darah
    • Nekrosis — Kematian jaringan kulit (menghitam) karena tidak mendapat aliran darah sama sekali
    • Pengisian kapiler — Waktu yang dibutuhkan setelah menekan kuku hingga kembali merah (normal: ≤2 detik; lebih lama = sirkulasi buruk)
    • Ekstremitas hangat/dingin — Tangan/kaki dingin = aliran darah berkurang
    • Turgor kulit — Elastisitas kulit saat dicubit; berkurang = dehidrasi atau gangguan sirkulasi
    • Tekanan darah sistolik — Angka atas tensi, tekanan saat jantung berdetak
    • Tekanan darah diastolik — Angka bawah tensi, tekanan saat jantung beristirahat
    • Tekanan arteri rata-rata (MAP) — Rata-rata tekanan darah selama satu sikus jantung (normal: 70–100 mmHg)
    • Indeks ankle-brachial (ABI) — Perbandingan tekanan darah di pergelangan kaki dengan lengan; jika rendah = penyumbatan pembuluh darah di kaki

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02010-Perfusi Gastrointestinal

    L.02010 — Perfusi Gastrointestinal

    Definisi

    Keadekuatan aliran darah pada gastrointestinal (saluran pencernaan: kerongkongan, lambung, usus) untuk mempertahankan fungsi organ.

    📖 Perfusi adalah aliran darah ke suatu organ atau jaringan. Perfusi gastrointestinal yang baik berarti darah mengalir cukup ke saluran pencernaan sehingga organ bisa bekerja dengan baik — mencerna makanan, menyerap nutrisi, dan membuang sisa.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Nafsu makan — Kemauan dan ketertarikan untuk makan; berkurang = gangguan pencernaan atau masalah lain
    • Muab (mual) — Perasaan ingin muntah; bisa tanda iritasi lambung atau gangguan aliran darah
    • Nyeri abdomen — Sakit di area perut; perlu diperhatikan lokasi dan jenisnya untuk diagnosa
    • Asites — Penumpukan cairan di dalam rongga perut, membuat perut membuncit (bisa tanda gagal hati atau masalah sirkulasi)
    • Konstipasi — Susah buang air besar atau BAB keras; bisa karena kurang aliran darah ke usus
    • Diare — BAB encer dan sering; bisa tanda iritasi atau infeksi saluran pencernaan
    • Bising usus — Suara gemuruh dari dalam perut saat usus bergerak (berkuranng = usus tidak aktif; berlebih = iritasi)

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02008-Curah Jantung

    L.02008 — Curah Jantung

    Definisi

    Keadekuatan jantung memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.

    📖 Curah jantung (cardiac output) adalah jumlah darah yang dipompa jantung per menit. Jantung yang sehat memompa sekitar 4–8 liter darah setiap menit untuk memastikan semua organ mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Kekuatan nadi perifer — Kekuatan denyut nadi yang diraba di pergelangan tangan atau kaki (lemah = kurang darah ke ekstremitas)
    • Ejection Fraction (EF) — Persentase darah yang dipompa keluar dari ventrikel kiri setiap kali berdetak (normal: 55–70%). Jika rendah = jantung lemah
    • Cardiac Index (CI) — Curah jantung dibagi dengan luas permukaan tubuh, menyesuaikan dengan ukuran tubuh (normal: 2,5–4,2 L/menit/m²)
    • Left Ventricular Stroke Work Index (LVSWI) — Indeks kerja pompa ventrikel kiri jantung
    • Stroke Volume Index (SVI) — Volume darah yang dipompa per detak jantung, disesuaikan dengan ukuran tubuh
    • Palpitasi — Perasaan jantung berdetak keras, cepat, atau tidak teratur yang dirasakan pasien
    • Bradikardia — Detak jantung lambat (kurang dari 60 kali/menit)
    • Takikardia — Detak jantung cepat (lebih dari 100 kali/menit)
    • Gambaran EKG aritmia — Hasil elektrokardiogram menunjukkan irama jantung tidak teratur
    • Lelah — Kelelahan karena organ tidak mendapat cukup darah dan oksigen
    • Edema — Pembengkakan pada jaringan tubuh karena penumpukan cairan
    • Distensi vena — Pembengkakan pembuluh darah vena, tanda darah tidak mengalir lancar kembali ke jantung
    • Juguler venous distention (JVD) — Pembengkakan pembuluh darah di leher, tanda tekanan darah tinggi di jantung kanan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)