L.02013 — Perfusi Renal
Definisi
Keadekuatan aliran darah arteri renalis (pembuluh darah yang memasok ginjal) untuk menunjang fungsi ginjal.
📖 Ginjal adalah organ berbentuk kacang yang berfungsi menyaring darah, membuang sisa metabolisme (racun, kelebihan cairan) melalui urine. Perfusi renal yang baik berarti darah mengalir cukup ke ginjal sehingga ginjal bisa bekerja dengan baik.
Ekspektasi
Meningkat
Kriteria Hasil
- Jumlah urine — Volume urine per hari (normal: 800–2000 ml); kurang dari itu = ginjal tidak bekerja optimal
- Nyeri abdomen — Sakit di area perut, terutama di samping bawah tulang rusuk belakang (area ginjal)
- Mual — Perasaan ingin muntah karena penumpukan racun dalam tubuh
- Muntah — Keluar isi lambung melalui mulut
- Distensi abdomen — Perut membuncit karena penumpukan cairan atau gas
- Tekanan arteri rata-rata (MAP) — Rata-rata tekanan darah arteri (normal: 70–100 mmHg); hipotensi bisa mengurangi aliran darah ke ginjal
- Kadar urea nitrogen darah (BUN) — Sisa metabolisme protein dalam darah (normal: 10–20 mg/dL). Jika tinggi = ginjal tidak bisa menyaring dengan baik
- Kadar kreatinin plasma — Sisa metabolisme otot dalam darah (normal: 0,6–1,2 mg/dL). Jika tinggi = fungsi ginjal menurun
- Tekanan darah sistolik — Angka atas tensi, tekanan saat jantung berdetak
- Tekanan darah diastolik — Angka bawah tensi, tekanan saat jantung beristirahat
- Kadar elektrolit — Keseimbangan mineral seperti natrium, kalium, kalsium (gangguan elektrolit = ginjal tidak bisa mengatur keseimbangan)
- Keseimbangan asam-basa — pH darah normal (7,35–7,45); ginjal berperan menjaga keseimbangan ini
- Bising usus — Suara dari dalam perut; berkurang = gangguan pencernaan akibat penumpukan racun
- Fungsi hati — Hati dan ginjal saling bekerja sama; gangguan ginjal bisa memengaruhi hati dan sebaliknya

Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)
Tinggalkan Balasan