Kategori: Fisiologis

  • L.07062-Status PAscapartum

    L.07062 — Status Pascapartum

    Definisi

    Kondisi sejak bayi dilahirkan sampai dengan enam minggu berikutnya disertai dengan pulihnya kembali organ-organ yang berkaitan dengan kandungan yang mengalami perubahan.

    📖 Pascapartum adalah masa pemulihan setelah melahirkan. Selama periode ini, tubuh ibu secara bertahap kembali ke kondisi sebelum hamil — rahim mengecil, luka sembuh, dan hormon menyesuaikan diri.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Sirkulasi perifer — Aliran darah ke ekstremitas normal
    • Payudara — Payudara siap menyusui, tidak ada mastitis (infeksi payudara)
    • Uterus — Rahim kembali mengecil ke ukuran normal (involusi)
    • Lochia — Cairan dari vagina setelah melahirkan berangsur berkurang dan berubah warna
    • Perineum — Area perineum (antara vagina dan anus) sembuh dengan baik
    • Eliminasi — BAB dan BAK sudah normal
    • Kenyamanan — Nyeri dan ketidaknyamanan berkurang
    • Ikatan dengan bayi — Ibu mampu merawat dan menyusui bayinya
    • Dukungan keluarga — Mendapat bantuan dari suami dan keluarga
    • Pengetahuan perawatan — Memahami cara merawat diri dan bayi setelah melahirkan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.07061-Status Kenyamanan Pascapartum

    L.07061 — Status Kenyamanan Pascapartum

    Definisi

    Perasaan nyaman yang berhubungan dengan kondisi setelah melahirkan.

    📖 Pascapartum adalah masa setelah melahirkan hingga 6 minggu berikutnya. Status kenyamanan pascapartum menggambarkan seberapa nyaman ibu merasa setelah melahirkan — termasuk nyeri, luka, dan kondisi fisik lainnya.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Ketidaknyamanan berkurang — Rasa tidak nyaman setelah melahirkan berkurang
    • Meringis berkurang — Wajah tidak lagi meringis karena sakit
    • Luka episiotomi — Luka irisan di area vagina sembuh dengan baik
    • Kontraksi uterus — Rahim kembali mengecil secara normal
    • Berkeringat berkurang — Keringat berlebih setelah melahirkan berkurang
    • Menangis berkurang — Tidak lagi menangis karena nyeri atau ketidaknyamanan
    • Hemoroid — Wasir setelah melahirkan terkontrol
    • Payudara nyaman — Payudara tidak sakit atau bengkak saat menyusui
    • Nyeri terkontrol — Nyeri pascabedah atau pascapersalinan bisa ditangani
    • Istirahat cukup — Bisa beristirahat meski merawat bayi baru lahir

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.07060-Status Intrapartum

    L.07060 — Status Intrapartum

    Definisi

    Kondisi pada periode persalinan.

    📖 Intrapartum adalah masa persalinan — dari awal kontraksi hingga bayi lahir. Status intrapartum menggambarkan kondisi ibu selama proses persalinan berlangsung.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Koping terhadap ketidaknyamanan persalinan — Ibu mampu mengatasi nyeri kontraksi
    • Memanfaatkan teknik persalinan — Menggunakan teknik pernapasan, pijatan, atau posisi untuk mempermudah persalinan
    • Dilatasi serviks — Pembukaan jalan lahir bertambah sesuai proses persalinan
    • Pendarahan vagina — Tidak ada perdarahan berlebih yang berbahaya
    • Nyeri dengan kontraksi — Nyeri kontraksi bisa ditoleransi
    • Kesadaran — Ibu sadar dan bisa berkoordinasi selama persalinan
    • Detak jantung janin — Detak jantung bayi dalam kandungan normal (110–160 kali/menit)
    • Proses persalinan berjalan — Pembukaan dan penurunan kepala janin berlangsung normal
    • Dukungan — Mendapat dukungan dari suami, keluarga, atau tenaga kesehatan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.07059-Status Antepartum

    L.07059 — Status Antepartum

    Definisi

    Kondisi pada periode kehamilan yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir hingga dimulainya persalinan.

    📖 Antepartum adalah masa kehamilan dari awal hingga sebelum persalinan dimulai. Status antepartum menggambarkan kondisi kesehatan ibu hamil selama masa kehamilan.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Kelekatan emosional dengan janin — Ibu merasa terhubung dengan bayi yang dikandung
    • Koping dengan ketidaknyamanan kehamilan — Ibu mampu mengatasi keluhan selama hamil (mual, pegal, sesak)
    • Nausea/muntah — Gangguan pencernaan selama kehamilan terkontrol
    • Distensi abdomen — Perut membesar sesuai usia kehamilan
    • Kelelahan — Rasa lelah wajar selama kehamilan
    • Nyeri punggung — Nyeri punggung akibat perubahan postur tubuh
    • Frekuensi BAK — Sering BAK karena kandung kemih tertekan rahim
    • Edema — Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
    • Persiapan menyusui — Payudara sudah siap untuk menyusui
    • Pengetahuan persalinan — Ibu memahami tanda-tanda persalinan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.07057-Penerimaan Kehamilan

    L.07057 — Penerimaan Kehamilan

    Definisi

    Upaya untuk rekonsiliasi perubahan terhadap situasi/masalah kehamilan.

    📖 Penerimaan kehamilan adalah kemampuan seorang ibu untuk menerima dan merawat kehamilannya dengan positif — termasuk menjalani pemeriksaan rutin, mengonsumsi makanan bergizi, dan mempersiapkan persalinan.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Penerimaan kehamilan — Ibu menerima kehamilan dengan positif
    • Perawatan prenatal — Menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin
    • Nutrisi memadai — Mengonsumsi makanan bergizi untuk kesehatan ibu dan janin
    • Pengetahuan kehamilan — Memahami perubahan tubuh selama kehamilan
    • Persiapan persalinan — Mempersiapkan diri dan perlengkapan untuk persalinan
    • Dukungan suami/keluarga — Mendapat dukungan dari pasangan dan keluarga
    • Tidak ada stres berlebihan — Kehamilan tidak menyebabkan tekanan emosional yang berat
    • Ikatan dengan janin — Merasa terhubung dengan bayi yang dikandung

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.07055-Fungsi Seksual

    L.07055 — Fungsi Seksual

    Definisi

    Integrasi aspek fisik dan sosioemosional terkait penyaluran dan kinerja seksual.

    📖 Fungsi seksual adalah kemampuan seseorang untuk menjalani kehidupan seksual yang sehat dan memuaskan — mencakup aspek fisik (kemampuan ereksi, orgasme), emosional (rasa nyaman), dan sosial (hubungan dengan pasangan).

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Lubrikasi vagina/ereksi — Respon fisik seksual berfungsi normal
    • Orgasme — Kemampuan mencapai orgasme
    • Tidak ada nyeri saat hubungan — Tidak ada nyeri saat berhubungan seksual
    • Hormon seks — Kadar hormon seks dalam batas normal
    • Keinginan seksual — Memiliki keinginan untuk berhubungan seksual
    • Puas secara seksual — Merasa puas dengan kehidupan seksualnya
    • Hubungan dengan pasangan — Hubungan seksual dilakukan dengan persetujuan dan rasa nyaman
    • Pengetahuan — Memahami kondisi kesehatan yang mempengaruhi fungsi seksual
    • Penanganan — Gangguan fungsi seksual sudah ditangani dengan tepat

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.06054-Tingkat Konfusi

    L.06054 — Tingkat Konfusi

    Definisi

    Kesadaran, perhatian, kognitif dan persepsi yang terganggu.

    📖 Konfusi (confusion) adalah kondisi di mana seseorang merasa bingung, sulit fokus, dan tidak bisa berpikir dengan jernih. Berbeda dengan delirium yang muncul mendadak, konfusi bisa berkembang perlahan dan berkepanjangan.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Fungsi kognitif — Kemampuan berpikir membaik
    • Tingkat kesadaran — Kesadaran kembali jernih
    • Orientasi — Mengetahui nama, waktu, dan tempat dengan benar
    • Fokus — Bisa berkonsentrasi pada aktivitas atau pembicaraan
    • Pengambilan keputusan — Mampu membuat keputusan yang tepat
    • Interaksi sosial — Bisa berinteraksi dengan orang lain tanpa kebingungan
    • Penyebab diatasi — Faktor penyebab konfusi sudah ditangani
    • Tidak ada gejala memburuk — Konfusi tidak memburuk seiring waktu
    • Keamanan — Pasien tidak membahayakan diri sendiri
    • Pengetahuan — Pasien dan keluarga memahami kondisi yang dialami

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.06053-Status Neurologis

    L.06053 — Status Neurologis

    Definisi

    Kemampuan sistem saraf perifer dan pusat untuk menerima, mengolah, dan merespons stimulus internal dan eksternal.

    📖 Status neurologis menggambarkan kondisi sistem saraf seseorang — termasuk otak, sumsum tulang belakang, dan saraf-saraf di seluruh tubuh. Status neurologis yang baik berarti sistem saraf bekerja dengan baik.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Tingkat kesadaran — Kesadaran jernih dan sesuai
    • Orientasi — Mengetahui nama, waktu, dan tempat
    • Fungsi motorik — Kemampuan menggerakkan tubuh dengan baik
    • Fungsi sensori — Kemampuan merasakan rangsang dari lingkungan
    • Refleks — Refleks tubuh berfungsi normal
    • Fungsi bicara — Kemampuan berbicara jelas dan teratur
    • Keseimbangan — Mampu menjaga keseimbangan tubuh
    • Koordinasi — Gerakan tubuh terkoordinasi
    • Pupil mata — Pupil sama besar dan merespons cahaya
    • Tidak ada kejang — Tidak ada episode kejang

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.06052-Status Menelan

    L.06052 — Status Menelan

    Definisi

    Jalan makanan dari mulut sampai lambung adekuat.

    📖 Status menelan menggambarkan kemampuan seseorang menelan makanan dan minuman dengan aman dari mulut hingga ke lambung. Gangguan menelan (disfagia) bisa menyebabkan tersedak dan masuknya makanan ke paru-paru.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Mempertahankan makanan — Mampu menahan makanan di mulut sebelum menelan
    • Refleks menelan — Refleks menelan berfungsi dengan baik
    • Mengunyah efektif — Mampu mengunyah makanan sebelum menelan
    • Menelan tanpa tersedak — Tidak tersedak saat menelan makanan atau minuman
    • Tidak ada residu makanan — Tidak ada sisa makanan yang tertinggal di mulut setelah menelan
    • Nyeri saat menelan — Tidak ada nyeri saat menelan (odinofagia)
    • Suara saat menelan — Tidak ada bunyi abnormal saat menelan
    • Berbicara setelah makan — Bisa berbicara dengan jelas setelah menelan
    • Posisi menelan — Mampu menelan dalam posisi tegak
    • Konsistensi makanan — Mampu menelan berbagai konsistensi makanan (cair, lembut, padat)

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.06051-Neurovaskuler Perifer

    L.06051 — Neurovaskuler Perifer

    Definisi

    Sirkulasi dan sensasi pergerakan ekstremitas adekuat.

    📖 Neurovaskuler perifer adalah kondisi pembuluh darah dan saraf di ekstremitas (tangan dan kaki). Kombinasi sirkulasi darah dan fungsi saraf yang baik membuat tangan dan kaki bisa bergerak dan merasakan dengan baik.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Sirkulasi perifer — Aliran darah ke tangan dan kaki lancar
    • Sensasi perifer — Kemampuan merasakan sentuhan, suhu, dan rasa sakit di ekstremitas
    • Mobilitas jari — Jari-jari tangan bisa bergerak dengan bebas
    • Kekuatan genggaman — Kekuatan tangan saat memegang benda
    • Warna kulit — Kulit ekstremitas berwarna merah muda (tidak pucat atau kebiruan)
    • Suhu kulit — Kulit ekstremitas hangat
    • Nyeri berkurang — Tidak ada nyeri di ekstremitas
    • Edema berkurang — Tidak ada pembengkakan pada ekstremitas
    • Pulse perifer teraba — Denyut nadi di pergelangan tangan/kaki teraba
    • Pengisian kapiler normal — Setelah ditekan, kuku kembali merah dalam ≤2 detik

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)