Kategori: Integritas Ego-09

  • L.09096-Tingkat Demensia

    L.09096-Tingkat Demensia

    L.09096 — Tingkat Demensia

    Definisi

    Gangguan progresif pada fungsi kognitif yang mempengaruhi ingatan, pemikiran, dan perilaku.

    📖 Demensia adalah kondisi di mana fungsi otak menurun secara bertahap — terutama ingatan, berpikir, dan perilaku. Penyebab paling umum adalah Alzheimer. Demensia bersifat progresif (memburuk seiring waktu) dan saat ini belum bisa disembuhkan sepenuhnya.

    Ekspektasi

    Stabil atau menurun

    Kriteria Hasil

    • Ingatan — Kemampuan mengingat informasi dan peristiwa
    • Orientation — Mengetahui nama, waktu, dan tempat
    • Pengambilan keputusan — Kemampuan membuat pilihan yang tepat
    • Kemampuan berbahasa — Kemampuan berkomunikasi dengan kata-kata
    • Perilaku — Perilaku sesuai norma dan tidak mengganggu
    • Kemandirian — Kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari
    • Keamanan — Tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain
    • Dukungan keluarga — Keluarga memahami dan membantu perawatan
    • Perawatan teratur — Menjalani pemeriksaan dan pengobatan secara berkala

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09095-Tingkat Delirium

    L.09095-Tingkat Delirium

    L.09095 — Tingkat Delirium

    Definisi

    Gangguan fungsi otak yang menyebabkan perubahan mendadak pada kesadaran, orientasi, dan perilaku.

    📖 Delirium adalah kondisi di mana seseorang menjadi bingung, gelisah, dan sulit fokus secara tiba-tiba. Biasanya terjadi karena efek obat, infeksi, ketidakseimbangan elektrolit, atau kondisi medis lainnya. Delirium bisa diatasi jika penyebabnya ditangani.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Tingkat kesadaran — Kesadaran kembali jernih
    • Orientasi — Mengetahui nama, waktu, dan tempat dengan benar
    • Fungsi kognitif — Bisa berpikir dan mengingat dengan baik
    • Perilaku tenang — Tidak gelisah atau agresif
    • Tidur cukup — Pola tidur kembali normal
    • Respon terhadap rangsang — Merespons dengan tepat terhadap lingkungan
    • Penyebab diatasi — Faktor penyebab delirium sudah ditangani
    • Keamanan terjaga — Pasien tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09093-Tingkat Ansietas

    L.09093-Tingkat Ansietas

    L.09093 — Tingkat Ansietas

    Definisi

    Perasaan tidak nyaman yang ditandai dengan perasaan takut, tegang, atau khawatir yang tidak terdefinisi.

    📖 Ansietas (kecemasan) adalah perasaan takut atau khawatir yang berlebihan tanpa sebab yang jelas. Dalam konteks kesehatan, ansietas sering muncul saat menunggu hasil diagnosis, menjalani prosedur medis, atau menghadapi ketidakpastian.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Kecemasan berkurang — Perasaan takut atau khawatir berkurang
    • Tidur cukup — Bisa tidur tanpa terbangun karena cemas
    • Fokus — Bisa berkonsentrasi tanpa pikiran yang melayang
    • Relaksasi — Otot rileks, tidak tegang
    • Verbalisasi perasaan — Mampu mengungkapkan kecemasannya
    • Penggunaan teknik relaksasi — Menggunakan teknik pernapasan atau meditasi
    • Dukungan sosial — Mendapat dukungan dari orang terdekat
    • Obat anti-kecemasan efektif — Obat yang diberikan berhasil mengurangi ansietas

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09092-Tingkat Agitasi

    L.09092-Tingkat Agitasi

    L.09092 — Tingkat Agitasi

    Definisi

    Tingkat ketidakmampuan untuk tetap tenang dan rileks.

    📖 Agitasi adalah kondisi di mana seseorang merasa sangat gelisah, gelisah, dan tidak bisa diam. Agitasi bisa disebabkan oleh nyeri, ketakutan, efek obat, gangguan mental, atau kondisi medis lainnya.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Gelisah berkurang — Tidak lagi gelisah atau tidak bisa diam
    • Tidur cukup — Bisa tidur dengan tenang
    • Interaksi sosial — Bisa berinteraksi dengan orang lain tanpa agitasi
    • Perilaku terkontrol — Tidak melakukan gerakan berulang atau agresif
    • Verbalisasi perasaan — Mampu mengungkapkan perasaan tanpa marah
    • Relaksasi — Bisa rileks dan tidak tegang
    • Aktivitas terganggu minimal — Agitasi tidak mengganggi aktivitas
    • Obat efektif — Obat penenang bekerja dengan baik jika diberikan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09091-Status Spiritual

    L.09091 — Status Spiritual

    Definisi

    Kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber spiritual untuk mencapai ketenangan.

    📖 Status spiritual menggambarkan bagaimana seseorang menggunakan keyakinan agama atau nilai-nilai spiritual untuk menemukan kedamaian, makna, dan kekuatan dalam hidup — terutama saat menghadapi penyakit atau masalah.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Praktik keagamaan — Menjalankan ibadah atau ritual keagamaan secara rutin
    • Pencarian makna — Menemukan makna dalam kehidupan dan penderitaan
    • Ketenangan batin — Merasa tenang dan damai dari dalam
    • Dukungan spiritual — Mendapat dukungan dari komunitas keagamaan
    • Pengampunan — Mampu memaafkan diri sendiri dan orang lain
    • Penerimaan — Menerima takdir atau kondisi dengan ikhlas
    • Harapan — Memiliki harapan yang didasari keyakinan spiritual
    • Koneksi dengan Yang Ilahi — Merasa terhubung dengan Tuhan atau kekuatan yang lebih besar

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09090-Status Orientasi

    L.09090 — Status Orientasi

    Definisi

    Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan sekitar.

    📖 Status orientasi adalah kemampuan seseorang mengetahui dan memahami dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungannya. Orientasi dinilai dari tiga aspek: diri (siapa saya), waktu (kapan ini), dan tempat (di mana saya).

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Orientasi diri — Mengetahui nama, usia, dan identitas diri
    • Orientasi waktu — Mengetahui hari, tanggal, bulan, tahun, dan waktu
    • Orientasi tempat — Mengetahui berada di mana
    • Orientasi orang — Mengenali orang-orang di sekitarnya
    • Respon terhadap lingkungan — Merespons dengan tepat terhadap situasi di sekitar
    • Perilaku sesuai — Bertingkah laku sesuai dengan situasi dan tempat
    • Fungsi kognitif — Bisa berpikir, belajar, dan mengingat dengan baik

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09089-Status Koping Komunitas

    L.09089 — Status Koping Komunitas

    Definisi

    Kemampuan komunitas untuk menggunakan sumber daya untuk mengatasi situasi stres.

    📖 Koping komunitas adalah kemampuan suatu masyarakat atau komunitas secara bersama-sama menghadapi dan mengatasi masalah — misalnya saat terjadi bencana, wabah, atau krisis. Komunitas yang kopingnya baik memiliki solidaritas dan sumber daya yang cukup.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Solidaritas komunitas — Anggota komunitas saling membantu
    • Kepemimpinan komunitas — Ada tokoh yang mengkoordinasi respons
    • Akses sumber daya — Komunitas memiliki akses ke kebutuhan dasar dan layanan kesehatan
    • Komunikasi antar warga — Informasi mengalir dengan baik antar anggota komunitas
    • Penyelesaian masalah bersama — Masalah diselesaikan secara musyawarah
    • Kesiapsiagaan — Komunitas siap menghadapi tantangan
    • Pemulihan pasca-krisis — Komunitas mampu pulih setelah mengalami kesulitan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09088-Status Koping Keluarga

    L.09088 — Status Koping Keluarga

    Definisi

    Kemampuan keluarga untuk menggunakan sumber daya untuk mengatasi situasi stres.

    📖 Koping keluarga adalah bagaimana suatu keluarga secara bersama-sama menghadapi dan mengatasi masalah — misalnya saat salah satu anggota keluarga sakit. Keluarga yang kopingnya baik saling mendukung dan mencari solusi bersama.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Dukungan antar anggota — Anggota keluarga saling membantu dan mendukung
    • Komunikasi terbuka — Bisa berdiskusi tentang masalah tanpa menyalahkan
    • Pengambilan keputusan bersama — Keputusan penting dibuat secara musyawarah
    • Pemanfaatan sumber daya — Menggunakan dukungan sosial, finansial, dan kesehatan
    • Penyesuaian peran — Anggota keluarga menyesuaikan peran saat ada yang sakit
    • Keseimbangan emosional — Keluarga tetap stabil secara emosional saat menghadapi masalah
    • Tidak ada konflik berkepanjangan — Pertengkaran cepat diselesaikan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09086r-Status Kognitif

    L.09086r — Status Kognitif

    Definisi

    Kemampuan berpikir, memahami, mengingat, dan menggunakan informasi.

    📖 Status kognitif menggambarkan kemampuan mental seseorang untuk berpikir, belajar, mengingat, dan memproses informasi. Gangguan kognitif bisa terjadi akibat penyakit (demensia, stroke), cedera otak, atau efek obat.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Fungsi intelektual — Kemampuan berpikir logis dan abstrak
    • Memori — Kemampuan menyimpan dan mengingat informasi
    • Konsentrasi — Kemampuan fokus pada satu tugas atau topik
    • Orientasi — Mengetahui nama, waktu, dan tempat
    • Bahasa — Kemampuan berkomunikasi dengan kata-kata yang tepat
    • Perilaku sosial — Berinteraksi dengan orang lain sesuai norma
    • Pengambilan keputusan — Mampu membuat pilihan yang tepat
    • Penyelesaian masalah — Mampu menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09086-Status Koping

    L.09086 — Status Koping

    Definisi

    Kemampuan individu untuk menggunakan sumber daya internal dan eksternal untuk mengatasi situasi stres.

    📖 Koping adalah strategi atau cara yang digunakan seseorang untuk menghadapi dan mengatasi masalah atau tekanan dalam hidup. Koping yang sehat membantu seseorang tetap berfungsi meski dalam situasi sulit.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Strategi koping — Menggunakan cara-cara sehat untuk mengatasi masalah
    • Pemanfaatan sumber daya — Memanfaatkan dukungan keluarga, teman, atau layanan kesehatan
    • Pengendalian emosi — Mampu mengelola emosi saat menghadapi tekanan
    • Penyelesaian masalah — Mampu memecahkan masalah secara logis
    • Adaptasi — Mampu menyesuaikan diri dengan situasi baru
    • Tidak ada koping maladaptif — Tidak menggunakan cara yang merugikan diri sendiri
    • Verbalisasi koping — Mampu menjelaskan cara yang digunakan untuk mengatasi masalah

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)