Kategori: Integritas Ego-09

  • L.09085-Resolusi Berduka

    L.09085 — Resolusi Berduka

    Definisi

    Proses pemulihan emosional setelah mengalami kehilangan atau kesedihan yang mendalam.

    📖 Resolusi berduka adalah proses di mana seseorang secara bertahap menerima kehilangan (kematian orang tercinta, perceraian, kehilangan pekerjaan) dan mulai menjalani hidup kembali dengan kekuatan baru.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Penerimaan kehilangan — Mulai menerima kenyataan kehilangan
    • Ekspresi emosi — Mampu mengekspresikan kesedihan tanpa menahan
    • Mencari dukungan — Meminta bantuan dan dukungan dari orang terdekat
    • Menyesuaikan diri — Mulai menyesuaikan hidup tanpa orang/hal yang hilang
    • Menemukan makna — Menemukan tujuan dan makna hidup baru
    • Kembali beraktivitas — Mulai aktif dalam kegiatan sehari-hari
    • Tidak ada gejala berduka berkepanjangan — Kesedihan berangsur membaik seiring waktu
    • Pengampunan diri — Tidak menyalahkan diri sendiri atas kehilangan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09084-Psikospiritual

    L.09084 — Psikospiritual

    Definisi

    Kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup dengan memanfaatkan sumber-sumber spiritual.

    📖 Psikospiritual menggabungkan aspek psikologis (emosional, mental) dan spiritual (keyakinan agama, nilai-nilai hidup). Seseorang yang sehat psikospiritual mampu menemukan makna dan kekuatan dari keyakinannya untuk menghadapi tantangan hidup.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Keyakinan spiritual — Memiliki keyakinan agama atau nilai-nilai yang dipegang teguh
    • Pencarian makna — Menemukan makna dalam pengalaman hidup, termasui sakit
    • Doa dan meditasi — Melakukan praktik spiritual seperti doa atau meditasi
    • Hubungan dengan komunitas spiritual — Terlibat dalam komunitas keagamaan
    • Ketenangan batin — Merasa tenang dan damai meski menghadapi masalah
    • Pengampunan — Mampu memaafkan diri sendiri dan orang lain
    • Penerimaan — Menerima kondisi hidup dengan ikhlas
    • Dukungan spiritual — Mendapat dukungan dari pemuka agama atau komunitas spiritual

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09083-Persepsi Sensori

    L.09083 — Persepsi Sensori

    Definisi

    Proses penerimaan dan pengolahan informasi melalui indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan pengecap.

    📖 Persepsi sensori adalah kemampuan tubuh menerima dan mengolah informasi dari lingkungan melalui panca indra. Gangguan persepsi sensori bisa menyebabkan kesalahpahaman tentang realitas di sekitar.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Penglihatan — Kemampuan melihat dengan jelas
    • Pendengaran — Kemampuan mendengar suara dengan jelas
    • Penciuman — Kemampuan mencium bau
    • Peraba — Kemampuan merasakan sentuhan, suhu, dan rasa sakit
    • Pengecap — Kemampuan merasakan rasa makanan
    • Interpretasi rangsang — Memahami informasi yang diterima dari indra
    • Respon terhadap rangsang — Merespons dengan tepat terhadap informasi yang diterima
    • Penggunaan alat bantu — Menggunakan kacamata, alat bantu dengar, atau alat lain jika diperlukan
    • Lingkungan aman — Memastikan lingkungan sesuai dengan kemampuan sensori yang dimiliki

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09082-Penerimaan Kehamilan

    L.09082 — Penerimaan Kehamilan

    Definisi

    Tingkat penerimaan ibu terhadap kondisi kehamilannya.

    📖 Penerimaan kehamilan adalah kemampuan seorang ibu untuk menerima dan merawat kehamilannya dengan positif — termasuk menjalani pemeriksaan rutin, mengonsumsi makanan bergizi, dan mempersiapkan persalinan.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Penerimaan kehamilan — Ibu menerima kehamilan dengan positif dan bahagia
    • Perawatan prenatal — Menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin
    • Nutrisi yang memadai — Mengonsumsi makanan bergizi untuk kesehatan ibu dan janin
    • Pengetahuan kehamilan — Memahami perubahan tubuh selama kehamilan
    • Persiapan persalinan — Mempersiapkan diri dan perlengkapan untuk persalinan
    • Dukungan suami/keluarga — Mendapat dukungan dari pasangan dan keluarga
    • Tidak ada stres berlebihan — Kehamilan tidak menyebabkan tekanan emosional yang berat
    • Ikatan dengan janin — Merasa terhubung dengan bayi yang dikandung

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09081-Orientasi Kognitif

    L.09081 — Orientasi Kognitif

    Definisi

    Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan sekitar.

    📖 Orientasi kognitif adalah kemampuan seseorang mengetahui dan memahami dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungannya. Orientasi dinilai dari tiga aspek: orientasi diri (siapa saya), orientasi waktu (kapan ini), dan orientasi tempat (di mana saya).

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Orientasi diri — Mengetahui nama, usia, dan identitas diri
    • Orientasi waktu — Mengetahui hari, tanggal, bulan, tahun, dan waktu
    • Orientasi tempat — Mengetahui berada di mana (rumah sakit, kamar, kota)
    • Orientasi situasi — Memahami situasi yang sedang dihadapi
    • Pengenalan orang — Mengenali wajah dan nama orang di sekitarnya
    • Respon terhadap rangsang — Merespons dengan tepat terhadap suara, sentuhan, atau perintah
    • Fungsi kognitif — Bisa berpikir, mengingat, dan mengambil keputusan dengan baik

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09080-Motivasi

    L.09080 — Motivasi

    Definisi

    Faktor pendorong yang mengarahkan tindakan individu untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.

    📖 Motivasi adalah dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu demi mencapai tujuan. Dalam konteks kesehatan, motivasi sangat penting untuk menjalani pengobatan, mengubah pola hidup, dan mencapai pemulihan.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Keinginan untuk sembuh — Dorongan untuk pulih dari penyakit
    • Partisipasi aktif — Terlibat aktif dalam pengobatan dan perawatan
    • Pencapaian tujuan — Berhasil meraih target kesehatan yang ditetapkan
    • Perubahan perilaku — Melakukan perubahan positif sesuai anjuran kesehatan
    • Penghargaan terhadap kemajuan — Menghargai setiap perkembangan positif
    • Dukungan motivasional — Mendapat dorongan dari keluarga dan tenaga kesehatan
    • Verbalisasi motivasi — Mengungkapkan keinginan dan tekad untuk sembuh

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09079-Memori

    L.09079 — Memori

    Definisi

    Kemampuan mengingat atau mengenali kembali pengalaman masa lalu.

    📖 Memori adalah kemampuan otak menyimpan dan mengingat informasi, pengalaman, dan pengetahuan. Memori bisa terganggu karena penyakit (demensia, stroke), cedera otak, atau efek obat.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Ingatan jangka pendek — Mengingat kejadian baru-baru ini
    • Ingatan jangka panjang — Mengingat kejadian masa lalu
    • Pengenalan orang — Mengenali wajah dan nama orang terdekat
    • Orientasi — Mengetahui nama, waktu, tempat, dan situasi
    • Belajar — Mampu menerima dan menyimpan informasi baru
    • Penyimpanan informasi — Mampu menyimpan informasi untuk digunakan nanti
    • Penggunaan alat bantu — Menggunakan catatan, alarm, atau alat bantu lain untuk membantu ingatan
    • Kebersamaan — Berpartisipasi dalam percakapan dan aktivitas kelompok

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09078-Kontrol Pikir

    L.09078 — Kontrol Pikir

    Definisi

    Kemampuan untuk mengatur dan mengendalikan pikiran sendiri.

    📖 Kontrol pikir adalah kemampuan seseorang mengatur arah pikirannya — tidak terbawa pikiran negatif yang berlebihan, bisa fokus, dan mampu mengalihkan pikiran yang mengganggu.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Fokus — Bisa berkonsentrasi pada aktivitas atau pembicaraan
    • Pengalihan pikiran negatif — Mampu mengalihkan pikiran yang mengganggu
    • Pikiran terorganisir — Pikiran tersusun dengan baik, tidak kacau
    • Tidak ada pikiran obsesif — Tidak terjebak dalam pikiran yang berulang-ulang
    • Pengambilan keputusan — Mampu berpikir jernih untuk membuat keputusan
    • Tidur cukup — Pikiran tidak mengganggu kualitas tidur
    • Aktivitas terganggu minimal — Pikiran tidak mengganggu aktivitas sehari-hari

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09076-Konsep Diri

    L.09076 — Konsep Diri

    Definisi

    Gambaran menyeluruh tentang diri sendiri.

    📖 Konsep diri adalah gambaran total seseorang tentang dirinya sendiri — termasuk fisik, emosional, sosial, dan spiritual. Konsep diri terbentuk dari pengalaman hidup, interaksi sosial, dan evaluasi diri.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Pandangan positif — Melihat diri sendiri secara positif dan realistis
    • Penerimaan diri — Menerima kelebihan dan kekurangan diri
    • Kepercayaan diri — Yakin pada kemampuan diri sendiri
    • Harga diri positif — Merasa berharga dan memiliki martabat
    • Konsistensi — Perilaku sesuai dengan pandangan diri
    • Perkembangan diri — Terus belajar dan bertumbuh sebagai pribadi
    • Interaksi sosial — Bergaul dengan orang lain tanpa rasa rendah diri

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09076r-Kontrol Diri

    L.09076r — Kontrol Diri

    Definisi

    Kemampuan untuk mengatur tingkah laku sesuai dengan situasi.

    📖 Kontrol diri adalah kemampuan seseorang mengatur perilaku, emosi, dan reaksi sesuai dengan situasi yang dihadapi. Tanpa kontrol diri, seseorang bisa melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri atau orang lain.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Pengendalian impuls — Mampu menahan keinginan untuk melakukan hal yang tidak pantas
    • Perilaku sesuai norma — Bertingkah laku sesuai aturan dan etika yang berlaku
    • Pengendalian emosi — Tidak mudah marah atau kehilangan kendali
    • Penilaian situasi — Mampu menilai situasi sebelum bertindak
    • Tanggung jawab — Menanggung akibat dari tindakan yang dilakukan
    • Interaksi sosial — Berinteraksi dengan orang lain tanpa perilaku yang mengganggu
    • Tidak ada perilaku agresif — Tidak melakukan kekerasan fisik atau verbal

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)