Kategori: Nutrisi dan Cairan-03

  • L.03032-Tingkat Syok

    L.03032 — Tingkat Syok

    Definisi

    Ketidakcukupan aliran darah ke jaringan tubuh, yang dapat mengakibatkan disfungsi seluler yang mengancam jiwa.

    📖 Syok adalah kondisi darurat di mana organ-organ tubuh tidak mendapat cukup darah dan oksigen. Tanpa penanganan segera, syok bisa menyebabkan kerusakan organ permanen dan kematian.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Kekuatan nadi — Nadi lemah dan cepat = tanda syok; tidak teraba = syok berat
    • Output urine — Volume urine menurun (<0,5 ml/kg/jam) = ginjal kekurangan aliran darah
    • Tingkat kesadaran — Gelisah, bingung, atau tidak sadar = otak kekurangan oksigen
    • Saturasi oksigen — Persentase oksigen dalam darah; menurun = paru-paru atau sirkulasi terganggu
    • Kadar laktat — Sisa metabolisme sel; tinggi = sel tidak mendapat cukup oksigen (anaerobik)
    • pH darah — Keasaman darah; asidosis = tubuh terlalu asam karena akumulasi asam laktat
    • Tekanan darah — Hipotensi = tanda syok; sistolik <90 mmHg = syok berat
    • Frekuensi nadi — Takikardia (nadi cepat) = kompensasi tubuh terhadap kurangnya darah
    • Suhu tubuh — Dingin di ekstremitas = sirkulasi terganggu; hangat di syok septik
    • Warna kulit — Pucat atau kebiruan = kurang oksigen; kemerahan di syok septik
    • Tingkat kesadaran — Glasgow Coma Scale menurun = otak tidak mendapat cukup darah
    • Kapasitas aerobik — Kemampuan tubuh menggunakan oksigen untuk aktivitas
    • Fungsi kognitif — Kemampuan berpikir dan merespons terganggu

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03031-Status Nutrisi Bayi

    L.03031 — Status Nutrisi Bayi

    Definisi

    Keadekuatan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme pada bayi.

    📖 Status nutrisi bayi sangat penting karena masa awal kehidupan adalah periode pertumbuhan yang sangat cepat. Kekurangan gizi di masa ini bisa berdampak pada perkembangan fisik dan otak bayi.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Berat badan — Kenaikan berat badan normal sesuai kurva pertumbuhan (normal: ±200 gram/minggu untuk bayi baru lahir)
    • Panjang badan — Pertumbuhan panjang badan sesuai usia
    • Kulit kuning (ikterik) — Warna kuning pada kulit bayi; bisa tanda kadar bilirubin tinggi (fisiologis pada bayi baru lahir, tapi perlu dipantau)
    • Sklera kuning — Bagian putih mata berwarna kuning (tanda ikterus)
    • Membran mukosa kuning — Selaput lendir berwarna kuning
    • Prematuritas — Bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu; berisiko tinggi gangguan nutrisi
    • Bayi cesar — Bayi yang lahir melalui operasi caesar; mungkin butuh waktu lebih lama untuk menyusu
    • Frekuensi menyusui — Jumlah kali bayi menyusu per hari
    • Jumlah popok basah — Jumlah popok yang basah karena urine (normal: ≥6 popok/hari)
    • Frekuensi BAB — Frekuensi buang air besar bayi

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03030-Status Nutrisi

    L.03030 — Status Nutrisi

    Definisi

    Keadekuatan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.

    📖 Status nutrisi menggambarkan apakah tubuh mendapat cukup zat gizi (protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral) untuk berfungsi dengan baik. Kekurangan gizi bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Porsi makanan yang dihabiskan — Persentase makanan yang benar-benar dikonsumsi
    • Kekuatan otot pengunyah — Kemampuan mengunyah makanan dengan baik
    • Kekuatan otot menelan — Kemampuan menelan makanan tanpa kesulitan
    • Serum albumin — Protein dalam darah yang mencerminkan status gizi (normal: 3,5–5,0 g/dL). Rendah = kekurangan protein
    • Verbalisasi keinginan makan — Pasien menyatakan ingin atau bersedia makan
    • Integritas kulit — Kulit sehat, tidak pucat, tidak mudah memar (tanda kekurangan gizi)
    • Mukosa mulut — Selaput lendir mulut sehat, tidak pucat atau merah
    • Kadar transferrin — Protein pembawa zat besi dalam darah; mencerminkan status gizi jangka pendek
    • Kadar prealbumin — Protein yang mencerminkan status gizi dalam 2–3 hari terakhir
    • Penurunan berat badan — Penurunan berat badan tanpa sebab jelas = tanda kekurangan gizi

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03029-Status Menyusui

    L.03029 — Status Menyusui

    Definisi

    Kemampuan memberikan ASI (Air Susu Ibu) secara langsung dari payudara kepada bayi dan anak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

    📖 Menyusui adalah proses memberikan ASI kepada bayi langsung dari payudara ibu. ASI mengandung nutrisi lengkap dan antibodi yang melindungi bayi dari infeksi.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Perlekatan bayi pada payudara ibu — Cara bayi menggigit puting susu; perlekatan yang baik = bayi mendapat ASI maksimal
    • Kemampuan ibu memposisikan bayi — Cara ibu memegang dan menempatkan bayi saat menyusui agar nyaman dan efektif
    • Kelembapan membran mukosa bayi — Mulut bayi lembap = tanda cukup ASI; kering = kurang ASI
    • Frekuensi menyusui — Jumlah kali menyusui per hari (normal: 8–12 kali untuk bayi baru lahir)
    • Jumlah ASI yang diminum bayi — Volume ASI yang benar-benar masuk ke tubuh bayi
    • Berat badan bayi — Kenaikan berat badan normal = tanda cukup nutrisi dari ASI
    • Jumlah popok basah — Jumlah popok yang basah karena urine bayi (normal: ≥6 popok/hari untuk bayi cukup ASI)
    • Frekuensi BAB bayi — Frekuensi buang air besar bayi (normal: beberapa kali sehari untuk bayi menyusu)
    • Kenyamanan ibu saat menyusui — Tidak ada nyeri atau pecah-pecah pada puting susu

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03028-Status Cairan

    L.03028 — Status Cairan

    Definisi

    Kondisi volume cairan intravaskuler (di dalam pembuluh darah), intersitisial (di antara sel-sel jaringan), dan/atau intraseluler (di dalam sel).

    📖 Status cairan menggambarkan di mana cairan tubuh berada. Ketidakseimbangan bisa menyebabkan dehidrasi (cairan kurang) atau edema/overload (cairan berlebih), keduanya berbahaya bagi kesehatan.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Kekuatan nadi — Nadi kuat menunjukkan volume darah cukup; lemah = kekurangan cairan
    • Turgor kulit — Elastisitas kulit saat dicubit; berkurang = dehidrasi
    • Output urine — Volume urine per hari (menurun = dehidrasi atau masalah ginjal)
    • Pengisian vena — Kecepatan pembuluh vena terisi darah setelah dikosongkan (lambat = kekurangan cairan)
    • Ortopnea — Sesak napas saat berbaring, harus duduk (tanda cairan di paru-paru)
    • Dispnea — Sesak napas atau sulit bernapas
    • Paroxysmal Nocturnal Dyspnea (PND) — Sesak napas tiba-tiba di malam hari yang membangunkan dari tidur (tanda gagal jantung kongestif)
    • Edema — Pembengkakan pada jaringan karena penumpukan cairan
    • Berat badan — Perubahan cepat mencerminkan perubahan volume cairan
    • Tekanan darah — Hipotensi = kekurangan cairan; hipertensi = kelebihan cairan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03027-Perilaku Menurunkan Berat Badan

    L.03027 — Perilaku Menurunkan Berat Badan

    Definisi

    Tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mengurangi berat badan.

    📖 Menurunkan berat badan dilakukan oleh orang yang memiliki berat badan berlebih (overweight) atau obesitas. Tujuannya mencapai berat badan sehat melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik, bukan diet ekstrem.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Menentukan target berat badan dalam rentang normal — Menetapkan berat badan ideal berdasarkan IMT
    • Memiliki komitmen pada rencana makan yang sehat — Konsisten mengikuti pola makan yang sudah dirancang
    • Mengurangi porsi makan secara bertahap — Tidak drastis agar tubuh terbiasa
    • Meningkatkan aktivitas fisik secara bertahap — Olahraga teratur minimal 150 menit/minggu
    • Memantau asupan kalori harian — Mencatat makanan yang dikonsumsi
    • Memantau berat badan secara teratur — Menimbang seminggu sekali pada waktu yang sama
    • Mengidentifikasi pemicu makan berlebihan — Menyadari faktor emosional atau situasi yang membuat makan berlebih
    • Mendapatkan dukungan dari keluarga/teman — Memiliki sistem pendukung selama proses penurunan berat badan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03026-Perilaku Meningkatkan Berat Badan

    L.03026 — Perilaku Meningkatkan Berat Badan

    Definisi

    Tindakan-tindakan yang dilakukan untuk menambahkan berat badan.

    📖 Bagi orang yang berat badannya kurang dari normal, diperlukan strategi khusus untuk menambah berat badan secara sehat — bukan sembarang makan, tapi makanan bergizi dan teratur.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Mengidentifikasi penyebab penurunan berat badan — Mengetahui alasan berat badan turun (penyakit, pola makan, stres)
    • Menetapkan target berat yang sehat — Menentukan berat badan ideal yang ingin dicapai
    • Mengonsumsi makanan tinggi kalori dan bergizi — Memilih makanan yang padat energi dan nutrisi
    • Makan dalam porsi kecil tapi sering — 5–6 kali sehari dalam porsi kecil agar mudah dicerna
    • Minum setelah makan, bukan saat makan — Agar perut tidak terasa penuh terlalu cepat
    • Memantau berat badan secara teratur — Menimbang secara rutin untuk melihat perkembangan
    • Menjalani pemeriksaan kesehatan — Memastikan tidak ada penyakit yang menyebabkan penurunan berat badan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03025-Perilaku Mempertahankan Berat Badan

    L.03025 — Perilaku Mempertahankan Berat Badan

    Definisi

    Tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan berat badan optimal.

    📖 Mempertahankan berat badan optimal berarti menjaga berat badan tetap dalam rentang sehat melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Memantau berat badan — Rutin menimbang berat badan untuk memastikan tetap stabil
    • Menjaga asupan kalori harian sesuai kebutuhan — Mengonsumsi jumlah kalori yang pas sesuai aktivitas dan usia
    • Menyeimbangkan latihan dengan asupan kalori — Aktivitas fisik seimbang dengan makanan yang dikonsumsi
    • Memilih makanan sehat — Mengutamakan buah, sayur, protein, dan biji-bijian utuh
    • Mengidentifikasi pola makan yang tidak sehat — Menyadari kebiasaan makan yang bisa membahayakan kesehatan
    • Menjaga pola makan teratur — Makan dengan jam yang konsisten

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03024-Nafsu Makan

    L.03024 — Nafsu Makan

    Definisi

    Keinginan untuk makan.

    📖 Nafsu makan adalah dorongan atau ketertarikan seseorang untuk mengonsumsi makanan. Penurunan nafsu makan bisa menyebabkan kekurangan gizi dan penurunan berat badan.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Keinginan makan — Dorongan atau ketertarikan untuk makan
    • Asupan makan — Jumlah makanan yang benar-benar dikonsumsi
    • Asupan cairan — Jumlah cairan yang diminum per hari
    • Energi untuk makan — Kemampuan dan keinginan untuk menyiapkan serta mengonsumsi makanan
    • Kemampuan merasakan makanan — Indra perasa berfungsi baik sehingga makanan terasa enak
    • Kemampuan menikmati makanan — Kenikmatan saat makan (tanpa gangguan seperti mual atau nyeri)
    • Asupan nutrisi — Cukupnya zat gizi (protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral) yang masuk
    • Stimulus untuk makan — Faktor pemicu makan (bau, waktu makan, ajakan orang lain)

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03023-Motilitas Gastrointestinal

    L.03023 — Motilitas Gastrointestinal

    Definisi

    Aktivitas peristaltik (gerakan organik saluran pencernaan yang mendorong makanan) gastrointestinal.

    📖 Motilitas gastrointestinal adalah gerakan otot di sepanjang saluran pencernaan yang mendorong makanan dari mulut hingga anus. Gangguan motilitas bisa menyebabkan mual, muntah, sembelit, atau diare.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Nyeri — Rasa sakit di area saluran pencernaan
    • Kram abdomen — Kejang otot perut yang menyakitkan
    • Mual — Perasaan ingin muntah
    • Muntah — Keluar isi lambung melalui mulut
    • Regurgitasi — Naiknya isi lambung ke kerongkongan tanpa muntah aktif (asam lambung naik)
    • Distensi abdomen — Perut membuncit karena gas atau cairan
    • Diare — BAB encer dan sering (>3 kali/hari)
    • Suara peristaltik — Suara dari dalam perut saat usus bergerak (berlebih = iritasi; berkurang = usus tidak aktif)
    • Pegosongan lambung — Waktu yang dibutuhkan lambung untuk mengosongkan isinya ke usus kecil (lambat = gangguan motilitas)
    • Rumus — Frekuensi dan karakteristik BAB

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)