Kategori: Nutrisi dan Cairan-03

  • L.03022-Kestabilan Kadar Glukosa Darah

    L.03022 — Kestabilan Kadar Glukosa Darah

    Definisi

    Kadar glukosa darah (gula darah) berada pada rentang normal.

    📖 Glukosa adalah sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Kadar gula darah yang terlalu tinggi (hiperglikemia) atau terlalu rendah (hipoglikemia) keduanya berbahaya. Pankreas mengatur kadar gula darah melalui hormon insulin.

    Kriteria Hasil

    • Koordinasi — Kemampuan menggerakkan tubuh dengan terkoordinasi; terganggu = kadar gula tidak stabil memengaruhi saraf
    • Tingkat kesadaran — Kebingungan atau pingsan bisa tanda hipoglikemia atau hiperglikemia berat
    • Mengantuk — Rasa kantuk berlebih bisa tanda kadar gula tinggi
    • Pusing — Kepala terasa ringan, bisa tanda kadar gula rendah
    • Lelah/lesu — Kelelahan karena sel-sel tidak mendapat cukup energi dari glukosa
    • Keluhan lapar — Rasa lapar berlebih bisa tanda hipoglikemia
    • Gemetar — Tangan gemetar, berkeringat = tanda hipoglikemia
    • Berkeringat — Keringat dingin tanpa aktivitas = tanda hipoglikemia
    • Mulut kering — Mulut terasa kering = tanda dehidrasi akibat kadar gula tinggi
    • Rasa haus — Haus berlebih = tanda hiperglikemia (gula tinggi menarik cairan keluar sel)
    • Perilaku aneh — Perubahan perilaku yang tidak biasa bisa tanda gangguan kadar gula
    • Kesulitan konsentrasi — Sulit fokus karena otak kekurangan energi
    • Penglihatan kabur — Pandangan tidak jelas, bisa tanda kadar gula tidak stabil
    • Kadar glukosa darah puasa — Normal: 70–100 mg/dL. Pradiabetes: 100–125 mg/dL. Diabetes: ≥126 mg/dL
    • Kadar HbA1c — Rata-rata kadar gula darah selama 2–3 bulan terakhir (normal: <5,7%)

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03021-Keseimbangan Elektrolit

    L.03021 — Keseimbangan Elektrolit

    Definisi

    Kadar serum elektrolit dalam batas normal.

    📖 Elektrolit adalah mineral dalam tubuh yang membawa muatan listrik, berperan penting dalam fungsi saraf, otot, dan keseimbangan cairan. Ketidakseimbangan elektrolit bisa mengancam jiwa karena mengganggu kerja jantung dan otot.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Serum natrium (Na) — Mineral yang mengatur keseimbangan cairan dan tekanan darah (normal: 135–145 mEq/L). Rendah = hiponatremia (kebingungan, kejang); tinggi = hipernatremia (haus, gelisah)
    • Serum kalium (K) — Mineral penting untuk fungsi jantung dan otot (normal: 3,5–5,0 mEq/L). Rendah = kelemahan otot, aritmia; tinggi = gangguan jantung berat
    • Serum klorida (Cl) — Mineral yang membantu menjaga keseimbangan asam-basa (normal: 98–106 mEq/L)
    • Serum kalsium (Ca) — Mineral untuk tulang, otot, dan saraf (normal: 8,5–10,5 mg/dL). Rendah = kejang otot; tinggi = kebingungan, batu ginjal
    • Serum magnesium (Mg) — Mineral untuk fungsi otot dan saraf (normal: 1,5–2,5 mg/dL). Rendah = kejang, tremor
    • Serum fosfor (P) — Mineral yang bekerja sama dengan kalsium untuk tulang (normal: 2,5–4,5 mg/dL)

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03020-Keseimbangan Cairan

    L.03020 — Keseimbangan Cairan

    Definisi

    Ekuilibrium antara volume cairan di ruang intraseluler (di dalam sel) dan ekstraseluler (di luar sel, termasuk darah dan cairan antar jaringan) tubuh.

    📖 Tubuh manusia terdiri dari ±60% air. Keseimbangan cairan berarti jumlah cairan yang masuk (minuman, makanan) seimbang dengan yang keluar (urine, keringat, feses). Ketidakseimbangan bisa menyebabkan dehidrasi (kekurangan) atau edema (kelebihan).

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Asupan cairan — Jumlah cairan yang diminum dan dimakan per hari
    • Haluaran urine — Volume urine yang dihasilkan per hari (normal: 800–2000 ml)
    • Kelembapan membran mukosa — Kelembapan mulut dan bibir; kering = tanda dehidrasi
    • Asupan makan — Jumlah makanan yang dikonsumsi (makanan juga mengandung cairan)
    • Edema — Pembengkakan pada jaringan karena penumpukan cairan
    • Dehidrasi — Kekurangan cairan tubuh (tanda: haus, mulut kering, urine pekat, lemas)
    • Berat badan — Peningkatan cepat = penumpukan cairan; penurunan cepat = dehidrasi
    • Turgor kulit — Elastisitas kulit saat dicubit; berkurang = dehidrasi
    • Tekanan darah — Hipotensi bisa tanda kekurangan cairan; hipertensi bisa tanda kelebihan cairan
    • Frekuensi nadi — Nadi cepat dan lemah = kekurangan cairan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03019-Fungsi Gastrointestinal

    L.03019 — Fungsi Gastrointestinal

    Definisi

    Kemampuan saluran cerna untuk memasukkan dan mencerna makanan serta menyerap nutrisi dan membuang zat sisa.

    📖 Gastrointestinal adalah saluran pencernaan mulai dari mulut hingga anus. Fungsi yang baik berarti tubuh bisa mencerna makanan, menyerap nutrisi, dan membuang sisa pencernaan secara normal.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Toleransi terhadap makanan — Kemampuan tubuh menerima makanan tanpa keluhan (mual, muntah, atau nyeri)
    • Nafsu makan — Ketertarikan dan keinginan untuk makan
    • Mual — Perasaan ingin muntah
    • Muntah — Keluar isi lambung melalui mulut
    • Dispepsia — Rasa tidak nyaman di ulu hati, perut kembung, atau sesudah makan
    • Asupan makan — Jumlah makanan yang dikonsumsi
    • Asupan kalori — Jumlah energi dari makanan yang masuk ke tubuh per hari
    • Nyeri abdomen — Sakit di area perut
    • Distensi abdomen — Perut membuncit karena gas atau cairan
    • Bising usus — Suara dari dalam perut saat usus bergerak
    • Karakteristik feses — Konsistensi, warna, dan bau tinja (normal: lembut, cokelat, tidak berbau menyengat)
    • Frekuensi BAB — Jumlah buang air besar per hari (normal: 1–3 kali/hari)

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03018-Berat Badan

    L.03018 — Berat Badan

    Definisi

    Akumulasi bobot tubuh dengan usia dan jenis kelamin.

    📖 Berat badan adalah indikator penting status gizi seseorang. Berat badan yang sesuai dengan usia dan jenis kelamin menunjukkan tubuh mendapat cukup nutrisi.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Berat badan — Total berat tubuh dalam kilogram; dibandingkan dengan standar usia dan jenis kelamin
    • Tebal lipatan kulit — Pengukuran tebal lipatan kulit di beberapa area tubuh (misalnya lengan atas, perut) untuk menaksir lemak tubuh
    • Indeks Massa Tubuh (IMT) — Perhitungan berat badan (kg) dibagi tinggi badan kuadrat (m²). Normal: 18,5–24,9. Kurang: <18,5. Lebih: ≥25

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)