Kategori: Fisiologis

  • L.02011b-Perfusi Perifer

    L.02011b — Perfusi Perifer

    Definisi

    Keadekuatan aliran darah pada pembuluh darah distal (jauh dari pusat, seperti tangan dan kaki) untuk menunjang fungsi jaringan.

    📖 Perfusi perifer adalah aliran darah ke ekstremitas (tangan, kaki, jari). Jika aliran darah terganggu, jaringan kekurangan oksigen dan nutrisi yang bisa menyebabkan nyeri, kebas, hingga kerusakan jaringan.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Denyut nadi perifer — Denyut nadi yang diraba di pergelangan tangan, kaki, atau belakang lutut (lemah/tidak ada = aliran darah terganggu)
    • Penyembuhan luka — Kecepatan luka sembuh (lambat = aliran darah ke area luka kurang)
    • Sensasi — Kemampuan merasakan sentuhan, suhu, dan rasa sakit di ekstremitas
    • Warna kulit pucat — Kulit pucat pada tangan/kaki = aliran darah berkurang
    • Edema perifer — Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tangan karena penumpukan cairan
    • Nyeri ekstremitas — Nyeri pada lengan atau kaki, bisa memburuk saat beraktivitas (claudicatio)
    • Parestesia — Kesemutan, kebas, atau rasa “terbakar” pada tangan/kaki karena saraf kekurangan oksigen
    • Kelemahan otot — Kekuatan otot berkurang karena kurang aliran darah
    • Kram otot — Kejang otot yang menyakitkan, sering terjadi di betis saat berjalan
    • Bruit femoralis — Suara “berdesir” yang terdengar melalui stetoskop di area selangkangan, tanda penyumbatan pembuluh darah
    • Nekrosis — Kematian jaringan kulit (menghitam) karena tidak mendapat aliran darah sama sekali
    • Pengisian kapiler — Waktu yang dibutuhkan setelah menekan kuku hingga kembali merah (normal: ≤2 detik; lebih lama = sirkulasi buruk)
    • Ekstremitas hangat/dingin — Tangan/kaki dingin = aliran darah berkurang
    • Turgor kulit — Elastisitas kulit saat dicubit; berkurang = dehidrasi atau gangguan sirkulasi
    • Tekanan darah sistolik — Angka atas tensi, tekanan saat jantung berdetak
    • Tekanan darah diastolik — Angka bawah tensi, tekanan saat jantung beristirahat
    • Tekanan arteri rata-rata (MAP) — Rata-rata tekanan darah selama satu sikus jantung (normal: 70–100 mmHg)
    • Indeks ankle-brachial (ABI) — Perbandingan tekanan darah di pergelangan kaki dengan lengan; jika rendah = penyumbatan pembuluh darah di kaki

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02010-Perfusi Gastrointestinal

    L.02010 — Perfusi Gastrointestinal

    Definisi

    Keadekuatan aliran darah pada gastrointestinal (saluran pencernaan: kerongkongan, lambung, usus) untuk mempertahankan fungsi organ.

    📖 Perfusi adalah aliran darah ke suatu organ atau jaringan. Perfusi gastrointestinal yang baik berarti darah mengalir cukup ke saluran pencernaan sehingga organ bisa bekerja dengan baik — mencerna makanan, menyerap nutrisi, dan membuang sisa.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Nafsu makan — Kemauan dan ketertarikan untuk makan; berkurang = gangguan pencernaan atau masalah lain
    • Muab (mual) — Perasaan ingin muntah; bisa tanda iritasi lambung atau gangguan aliran darah
    • Nyeri abdomen — Sakit di area perut; perlu diperhatikan lokasi dan jenisnya untuk diagnosa
    • Asites — Penumpukan cairan di dalam rongga perut, membuat perut membuncit (bisa tanda gagal hati atau masalah sirkulasi)
    • Konstipasi — Susah buang air besar atau BAB keras; bisa karena kurang aliran darah ke usus
    • Diare — BAB encer dan sering; bisa tanda iritasi atau infeksi saluran pencernaan
    • Bising usus — Suara gemuruh dari dalam perut saat usus bergerak (berkuranng = usus tidak aktif; berlebih = iritasi)

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02008-Curah Jantung

    L.02008 — Curah Jantung

    Definisi

    Keadekuatan jantung memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.

    📖 Curah jantung (cardiac output) adalah jumlah darah yang dipompa jantung per menit. Jantung yang sehat memompa sekitar 4–8 liter darah setiap menit untuk memastikan semua organ mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Kekuatan nadi perifer — Kekuatan denyut nadi yang diraba di pergelangan tangan atau kaki (lemah = kurang darah ke ekstremitas)
    • Ejection Fraction (EF) — Persentase darah yang dipompa keluar dari ventrikel kiri setiap kali berdetak (normal: 55–70%). Jika rendah = jantung lemah
    • Cardiac Index (CI) — Curah jantung dibagi dengan luas permukaan tubuh, menyesuaikan dengan ukuran tubuh (normal: 2,5–4,2 L/menit/m²)
    • Left Ventricular Stroke Work Index (LVSWI) — Indeks kerja pompa ventrikel kiri jantung
    • Stroke Volume Index (SVI) — Volume darah yang dipompa per detak jantung, disesuaikan dengan ukuran tubuh
    • Palpitasi — Perasaan jantung berdetak keras, cepat, atau tidak teratur yang dirasakan pasien
    • Bradikardia — Detak jantung lambat (kurang dari 60 kali/menit)
    • Takikardia — Detak jantung cepat (lebih dari 100 kali/menit)
    • Gambaran EKG aritmia — Hasil elektrokardiogram menunjukkan irama jantung tidak teratur
    • Lelah — Kelelahan karena organ tidak mendapat cukup darah dan oksigen
    • Edema — Pembengkakan pada jaringan tubuh karena penumpukan cairan
    • Distensi vena — Pembengkakan pembuluh darah vena, tanda darah tidak mengalir lancar kembali ke jantung
    • Juguler venous distention (JVD) — Pembengkakan pembuluh darah di leher, tanda tekanan darah tinggi di jantung kanan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.01007-Ventilasi Spontan

    L.01007-Ventilasi Spontan

    L.01007 — Ventilasi Spontan

    Definisi

    Keadekuatan cadangan energi untuk mendukung individu mampu bernafas secara spontan (tanpa bantuan mesin) dan adekuat (cukup untuk kebutuhan tubuh).

    📖 Ventilasi spontan berarti pasien bernapas sendiri tanpa bantuan ventilator. Luaran ini mengukur apakah pasien memiliki cukup energi dan kekuatan otot untuk mempertahankan pernapasannya sendiri.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Volume tidal — Jumlah udara yang masuk/keluar paru-paru dalam satu kali napas normal (normal: ±500 ml atau sekitar segelas air)
    • Dispnea — Sesak napas atau sulit bernapas, tanda tubuh tidak mendapat cukup oksigen
    • Penggunaan otot bantu napas — Menggunakan otot leher, bahu, dan dada untuk membantu bernapas; jika digunakan terus-menerus = kelelahan dan kebutuhan energi meningkat
    • Gelisah — Tidak tenang karena kekurangan oksigen atau ketidaknyamanan
    • PCO2 — Tekanan parsial karbondioksida dalam darah (normal: 35–45 mmHg). Jika tinggi = tubuh tidak mampu membuang CO2 dengan baik
    • PO2 — Tekanan parsial oksigen dalam darah (normal: 80–100 mmHg). Jika rendah = tubuh kekurangan oksigen
    • Takikardia — Detak jantung lebih cepat dari normal (>100 kali/menit), bisa sebagai kompensasi saat tubuh kekurangan oksigen

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.01006-Tingkat Aspirasi

    L.01006 — Tingkat Aspirasi

    Definisi

    Kondisi masuknya partikel cair atau padat ke dalam paru-paru (melalui jalan napas).

    📖 Aspirasi adalah ketika makanan, minuman, muntahan, atau benda lain secara tidak sengaja masuk ke saluran napas dan paru-paru (bukan ke kerongkongan seperti seharusnya). Ini bisa menyebabkan radang paru-paru (pneumonia aspirasi) yang berbahaya.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Tingkat kesadaran — Pasien yang kurang sadar (misalnya setelah operasi atau stroke) lebih berisiko tersedak karena refleks menelan berkurang
    • Kemampuan menelan — Gangguan menelan (disfagia) membuat makanan/minuman mudah masuk ke jalan napas
    • Kebersihan mulut — Mulut yang tidak bersih mengandung banyak bakteri yang berbahaya jika masuk ke paru-paru
    • Dispnea — Sesak napas karena jalan napas tersumbat atau paru-paru teriritasi
    • Kelemahan otot — Otot tenggorokan dan mulut yang lemah mengganggu proses menelan dengan baik
    • Akumulasi sekret — Penumpukan lendir di tenggorokan yang bisa ikut masuk ke paru-paru
    • Wheezing — Bunyi napas berdesir seperti peluit karena saluran napas menyempit akibat iritasi
    • Batuk — Refleks tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari jalan napas
    • Penggunaan otot aksesori — Menggunakan otot leher, bahu, dan dada untuk membantu bernapas (tanda sesak berat)
    • Sianosis — Bibir atau kulit membiru keunguan karena kekurangan oksigen
    • Gelisah — Tidak tenang karena kekurangan oksigen atau ketidaknyamanan
    • Frekuensi napas — Jumlah napas per menit; meningkat = tubuh berusaha mengganti kekurangan oksigen

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.01001 Bersihan Jalan Napas

    Gadis menikmati udara segar di hutan - Kondisi Positif Bersihan Jalan Napas
    Gadis menikmati udara segar di hutan — Kondisi ideal setelah jalan napas bersih dan lancar (Sumber: Wikimedia Commons, CC0)

    L.01001 — Bersihan Jalan Napas

    Definisi

    Kemampuan membersihkan sekret (lendir/dahak) atau obstruksi (sumbatan) jalan napas untuk mempertahankan jalan napas tetap paten (terbuka dan lancar).

    📖 Penjelasan: Jalan napas adalah saluran udara dari hidung/mulut hingga paru-paru. Ketika tersumbat lendir atau benda lain, oksigen tidak bisa masuk dengan baik. Tujuan dari luaran ini adalah agar pasien bisa bernapas lega dan menikmati udara segar.

    Kriteria Hasil

    • Batuk efektif — Batuk yang berhasil mengeluarkan dahak
    • Produksi sputum — Jumlah dahak yang dikeluarkan
    • Mengi — Bunyi peluit napas karena saluran menyempit (mirip asma)
    • Wheezing — Bunyi napas abnormal berdesir saat bernapas
    • Mekonium — Tinja pertama bayi baru lahir (hijau kehitaman) yang bisa masuk ke paru-paru
    • Dispnea — Sesak napas atau sulit bernapas
    • Ortopnea — Sesak napas yang memburuk saat berbaring, harus duduk untuk bernapas lega
    • Sulit bicara — Kesulitan bicara dalam kalimat panjang karena napas terganggu
    • Sianosis — Bibir atau kulit membiru keunguan (tanda kekurangan oksigen)
    • Gelisah — Tidak tenang karena kekurangan oksigen
    • Frekuensi napas — Jumlah napas per menit (normal: 12-20 kali/menit)
    • Pola napas — Irama dan kedalaman pernapasan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)