Kategori: Fisiologis

  • L.03021-Keseimbangan Elektrolit

    L.03021 — Keseimbangan Elektrolit

    Definisi

    Kadar serum elektrolit dalam batas normal.

    📖 Elektrolit adalah mineral dalam tubuh yang membawa muatan listrik, berperan penting dalam fungsi saraf, otot, dan keseimbangan cairan. Ketidakseimbangan elektrolit bisa mengancam jiwa karena mengganggu kerja jantung dan otot.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Serum natrium (Na) — Mineral yang mengatur keseimbangan cairan dan tekanan darah (normal: 135–145 mEq/L). Rendah = hiponatremia (kebingungan, kejang); tinggi = hipernatremia (haus, gelisah)
    • Serum kalium (K) — Mineral penting untuk fungsi jantung dan otot (normal: 3,5–5,0 mEq/L). Rendah = kelemahan otot, aritmia; tinggi = gangguan jantung berat
    • Serum klorida (Cl) — Mineral yang membantu menjaga keseimbangan asam-basa (normal: 98–106 mEq/L)
    • Serum kalsium (Ca) — Mineral untuk tulang, otot, dan saraf (normal: 8,5–10,5 mg/dL). Rendah = kejang otot; tinggi = kebingungan, batu ginjal
    • Serum magnesium (Mg) — Mineral untuk fungsi otot dan saraf (normal: 1,5–2,5 mg/dL). Rendah = kejang, tremor
    • Serum fosfor (P) — Mineral yang bekerja sama dengan kalsium untuk tulang (normal: 2,5–4,5 mg/dL)

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03020-Keseimbangan Cairan

    L.03020 — Keseimbangan Cairan

    Definisi

    Ekuilibrium antara volume cairan di ruang intraseluler (di dalam sel) dan ekstraseluler (di luar sel, termasuk darah dan cairan antar jaringan) tubuh.

    📖 Tubuh manusia terdiri dari ±60% air. Keseimbangan cairan berarti jumlah cairan yang masuk (minuman, makanan) seimbang dengan yang keluar (urine, keringat, feses). Ketidakseimbangan bisa menyebabkan dehidrasi (kekurangan) atau edema (kelebihan).

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Asupan cairan — Jumlah cairan yang diminum dan dimakan per hari
    • Haluaran urine — Volume urine yang dihasilkan per hari (normal: 800–2000 ml)
    • Kelembapan membran mukosa — Kelembapan mulut dan bibir; kering = tanda dehidrasi
    • Asupan makan — Jumlah makanan yang dikonsumsi (makanan juga mengandung cairan)
    • Edema — Pembengkakan pada jaringan karena penumpukan cairan
    • Dehidrasi — Kekurangan cairan tubuh (tanda: haus, mulut kering, urine pekat, lemas)
    • Berat badan — Peningkatan cepat = penumpukan cairan; penurunan cepat = dehidrasi
    • Turgor kulit — Elastisitas kulit saat dicubit; berkurang = dehidrasi
    • Tekanan darah — Hipotensi bisa tanda kekurangan cairan; hipertensi bisa tanda kelebihan cairan
    • Frekuensi nadi — Nadi cepat dan lemah = kekurangan cairan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03019-Fungsi Gastrointestinal

    L.03019 — Fungsi Gastrointestinal

    Definisi

    Kemampuan saluran cerna untuk memasukkan dan mencerna makanan serta menyerap nutrisi dan membuang zat sisa.

    📖 Gastrointestinal adalah saluran pencernaan mulai dari mulut hingga anus. Fungsi yang baik berarti tubuh bisa mencerna makanan, menyerap nutrisi, dan membuang sisa pencernaan secara normal.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Toleransi terhadap makanan — Kemampuan tubuh menerima makanan tanpa keluhan (mual, muntah, atau nyeri)
    • Nafsu makan — Ketertarikan dan keinginan untuk makan
    • Mual — Perasaan ingin muntah
    • Muntah — Keluar isi lambung melalui mulut
    • Dispepsia — Rasa tidak nyaman di ulu hati, perut kembung, atau sesudah makan
    • Asupan makan — Jumlah makanan yang dikonsumsi
    • Asupan kalori — Jumlah energi dari makanan yang masuk ke tubuh per hari
    • Nyeri abdomen — Sakit di area perut
    • Distensi abdomen — Perut membuncit karena gas atau cairan
    • Bising usus — Suara dari dalam perut saat usus bergerak
    • Karakteristik feses — Konsistensi, warna, dan bau tinja (normal: lembut, cokelat, tidak berbau menyengat)
    • Frekuensi BAB — Jumlah buang air besar per hari (normal: 1–3 kali/hari)

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.03018-Berat Badan

    L.03018 — Berat Badan

    Definisi

    Akumulasi bobot tubuh dengan usia dan jenis kelamin.

    📖 Berat badan adalah indikator penting status gizi seseorang. Berat badan yang sesuai dengan usia dan jenis kelamin menunjukkan tubuh mendapat cukup nutrisi.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Berat badan — Total berat tubuh dalam kilogram; dibandingkan dengan standar usia dan jenis kelamin
    • Tebal lipatan kulit — Pengukuran tebal lipatan kulit di beberapa area tubuh (misalnya lengan atas, perut) untuk menaksir lemak tubuh
    • Indeks Massa Tubuh (IMT) — Perhitungan berat badan (kg) dibagi tinggi badan kuadrat (m²). Normal: 18,5–24,9. Kurang: <18,5. Lebih: ≥25

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02017-Tingkat Pendarahan

    L.02017 — Tingkat Pendarahan

    Definisi

    Kehilangan darah baik internal (terjadi di dalam tubuh) maupun eksternal (terjadi hingga keluar tubuh).

    📖 Pendarahan adalah pengeluaran darah dari pembuluh darah yang rusak. Pendarahan internal lebih berbahaya karena tidak terlihat dari luar, tapi bisa menyebabkan syok jika tidak segera ditangani.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Kelembapan membran mukosa — Kelembapan mulut, bibir, dan selaput lendir lainnya; kering = dehidrasi akibat kehilangan darah
    • Kelembapan kulit — Kulit kering atau pucat bisa tanda kehilangan cairan dan darah
    • Fungsi kognitif — Kemampuan berpikir dan merespons; bingung atau tidak fokus = otak kekurangan oksigen
    • Hemoptisis — Batuk berdarah (darah keluar dari saluran napas)
    • Hematemesis — Muntah darah (darah keluar dari saluran pencernaan atas)
    • Hematuria — Air seni berdarah (darah dalam urine, bisa tanda masalah ginjal atau saluran kemih)
    • Pendarahan anus — BAB berdarah atau darah segar keluar dari anus (bisa tanda wasir, luka, atau perdarahan saluran pencernaan bawah)
    • Distensi abdomen — Perut membuncit karena penumpukan darah di dalam rongga perut
    • Pendarahan vagina — Perdarahan dari vagina di luar waktu haid normal
    • Pendarahan pasca operasi — Perdarahan yang terjadi setelah tindakan pembedahan
    • Hemoglobin — Kadar sel darah merah dalam darah (normal: pria 13,5–17,5 g/dL; wanita 12,5–16 g/dL). Jika rendah = kekurangan darah
    • Hematokrit — Persentase volume sel darah merah dari total darah (normal: 37–52%). Jika rendah = anemia akibat pendarahan
    • Tekanan darah — Hipotensi (tensi rendah) = tanda kehilangan darah banyak
    • Denyut nadi apikal — Denyut jantung di titik apex (ujung kiri bawah dada); cepat dan lemah = kompensasi pendarahan
    • Suhu tubuh — Dingin di ekstremitas = sirkulasi terganggu akibat kehilangan darah

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02016-Status Sirkulasi

    L.02016 — Status Sirkulasi

    Definisi

    Pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh.

    📖 Sirkulasi adalah proses darah mengalir melalui jantung dan pembuluh darah ke seluruh tubuh, membawa oksigen dan nutrisi ke sel-sel serta membawa sisa metabolisme untuk dibuang.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Kekuatan nadi — Kekuatan denyut nadi yang diraba (kuat = sirkulasi baik; lemah = sirkulasi buruk)
    • Output urine — Volume urine yang dihasilkan per hari (menurun = ginjal kekurangan aliran darah)
    • Saturasi oksigen — Persentase oksigen dalam darah (normal: ≥95%)
    • PaO2 — Tekanan parsial oksigen dalam darah arteri (normal: 80–100 mmHg)
    • Pucat — Kulit pucat karena kurang aliran darah ke permukaan kulit
    • Ekstremitas dingin — Tangan atau kaki terasa dingin karena aliran darah ke perifer berkurang
    • PaCO2 — Tekanan parsial karbondioksida dalam darah arteri (normal: 35–45 mmHg)
    • Pitting edema — Pembengkakan pada kulit yang jika ditekan meninggalkan bekas cekungan (tanda penumpukan cairan)
    • Edema perifer — Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki
    • Hipotensi ortostatik — Penurunan tekanan darah tiba-tiba saat berdiri dari posisi berbaring (pusing atau pandangan gelap)
    • Bunyi napas tambahan — Suara abnormal di paru-paru yang terdengar melalui stetoskop (bisa tanda cairan di paru-paru)
    • Bruit pembuluh darah — Suara berdesir dari aliran darah yang menyempit di pembuluh darah
    • Distensi vena jugularis — Pembengkakan pembuluh darah di leher, tanda tekanan tinggi di jantung kanan
    • Asites — Penumpukan cairan di rongga perut (tanda gagal hati atau sirkulasi)
    • Fatigue (kelelahan) — Kelelahan karena organ kekurangan oksigen
    • Claudicatio intermiten — Nyeri kaki saat berjalan yang hilang saat berhenti, tanda penyumbatan pembuluh darah
    • Parestesia — Kesemutan atau kebas pada tangan/kaki karena saraf kekurangan oksigen
    • Sinkop — Pingsan sesaat karena penurunan aliran darah ke otak
    • Ulkus ekstremitas — Luka terbuka pada kaki/tangan yang sulit sembuh karena sirkulasi buruk
    • Tekanan darah sistolik — Angka atas tensi (saat jantung berdetak)
    • Tekanan darah diastolik — Angka bawah tensi (saat jantung beristirahat)
    • Tekanan nadi — Selisih antara sistolik dan diastolik (normal: 30–40 mmHg)
    • Mean Arterial Pressure (MAP) — Rata-rata tekanan darah arteri (normal: 70–100 mmHg)
    • Pengisian kapiler — Waktu setelah menekan kuku hingga kembali merah (normal: ≤2 detik)
    • Tekanan vena sentral (CVP) — Tekanan di pembuluh darah besar dekat jantung; mencerminkan volume darah dan fungsi jantung kanan
    • Berat badan — Peningkatan berat badan cepat bisa tanda penumpukan cairan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02015-Sirkulasi Spontan

    L.02015 — Sirkulasi Spontan

    Definisi

    Kemampuan untuk mempertahankan sirkulasi yang adekuat (cukup untuk kebutuhan tubuh) untuk menunjang kehidupan.

    📖 Sirkulasi spontan berarti jantung bisa memompa darah sendiri tanpa bantuan pijatan jantung atau alat. Luaran ini mengukur apakah sirkulasi darah pasien bisa mempertahankan kehidupan secara mandiri.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Tingkat kesadaran — Seberapa jernih pasien sadar; penurunan = kurang oksigen ke otak
    • Frekuensi nadi — Jumlah denyut jantung per menit (normal: 60–100 kali/menit)
    • Tekanan darah — Tensi sistolik/diastolik; hipotensi = sirkulasi tidak adekuat
    • Frekuensi napas — Jumlah napas per menit (normal: 12–20 kali/menit)
    • Saturasi oksigen — Persentase oksigen dalam darah (normal: ≥95%); rendah = sirkulasi atau pernapasan terganggu
    • Gambaran EKG aritmia — Hasil rekam jantung menunjukkan irama tidak teratur
    • ETCO2 (End-Tidal CO2) — Kadar karbondioksida di ujung exhalation; mencerminkan efektivitas sirkulasi dan pernapasan
    • Produksi urine — Volume urine per jam; berkurang = ginjal kekurangan aliran darah

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02014-Perfusi Serebral

    L.02014 — Perfusi Serebral

    Definisi

    Keadekuatan aliran darah serebral (ke otak) untuk menunjang fungsi otak.

    📖 Otak membutuhkan 15–20% dari total aliran darah tubuh meskipun hanya beratnya ±2% dari berat badan. Perfusi serebral yang baik berarti darah mengalir cukup ke otak sehingga fungsi berpikir, menggerakkan tubuh, dan organ vital tetap terjaga.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Tingkat kesadaran — Seberapa jernih pasien sadar dan bisa merespons (bila menurun = otak kekurangan oksigen)
    • Fungsi kognitif — Kemampuan berpikir, mengingat, dan memahami (gangguan = tanda perfusi serebral berkurang)
    • Tekanan intrakranial — Tekanan di dalam tengkorak (normal: 1–15 mmHg). Jika tinggi = bisa merusak jaringan otak
    • Sakit kepala — Nyeri di kepala; bisa tanda tekanan darah tinggi atau gangguan aliran darah ke otak
    • Gelisah — Tidak tenang karena otak kekurangan oksigen
    • Kecemasan — Rasa cemas berlebih, bisa karena gangguan fungsi otak
    • Agitasi — Gelisah hebat atau tidak bisa dikendalikan
    • Demam — Suhu tubuh meningkat; demam tinggi bisa memperburuk kerusakan otak
    • Nilai rata-rata tekanan darah (MAP) — Tekanan darah rata-rata yang dibutuhkan untuk menjaga aliran darah ke otak tetap cukup
    • Kesadaran — Tingkat responsivitas pasien (Glasgow Coma Scale: 3–15)
    • Tekanan darah sistolik — Angka atas tensi; harus cukup tinggi untuk memompa darah ke otak
    • Tekanan darah diastolik — Angka bawah tensi
    • Refleks saraf — Respons refleks tubuh (pupil, menelan, tendon); gangguan = kerusakan saraf pusat

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02013-Perfusi Renal

    L.02013 — Perfusi Renal

    Definisi

    Keadekuatan aliran darah arteri renalis (pembuluh darah yang memasok ginjal) untuk menunjang fungsi ginjal.

    📖 Ginjal adalah organ berbentuk kacang yang berfungsi menyaring darah, membuang sisa metabolisme (racun, kelebihan cairan) melalui urine. Perfusi renal yang baik berarti darah mengalir cukup ke ginjal sehingga ginjal bisa bekerja dengan baik.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Jumlah urine — Volume urine per hari (normal: 800–2000 ml); kurang dari itu = ginjal tidak bekerja optimal
    • Nyeri abdomen — Sakit di area perut, terutama di samping bawah tulang rusuk belakang (area ginjal)
    • Mual — Perasaan ingin muntah karena penumpukan racun dalam tubuh
    • Muntah — Keluar isi lambung melalui mulut
    • Distensi abdomen — Perut membuncit karena penumpukan cairan atau gas
    • Tekanan arteri rata-rata (MAP) — Rata-rata tekanan darah arteri (normal: 70–100 mmHg); hipotensi bisa mengurangi aliran darah ke ginjal
    • Kadar urea nitrogen darah (BUN) — Sisa metabolisme protein dalam darah (normal: 10–20 mg/dL). Jika tinggi = ginjal tidak bisa menyaring dengan baik
    • Kadar kreatinin plasma — Sisa metabolisme otot dalam darah (normal: 0,6–1,2 mg/dL). Jika tinggi = fungsi ginjal menurun
    • Tekanan darah sistolik — Angka atas tensi, tekanan saat jantung berdetak
    • Tekanan darah diastolik — Angka bawah tensi, tekanan saat jantung beristirahat
    • Kadar elektrolit — Keseimbangan mineral seperti natrium, kalium, kalsium (gangguan elektrolit = ginjal tidak bisa mengatur keseimbangan)
    • Keseimbangan asam-basa — pH darah normal (7,35–7,45); ginjal berperan menjaga keseimbangan ini
    • Bising usus — Suara dari dalam perut; berkurang = gangguan pencernaan akibat penumpukan racun
    • Fungsi hati — Hati dan ginjal saling bekerja sama; gangguan ginjal bisa memengaruhi hati dan sebaliknya

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.02011-Perfusi Miokard

    L.02011 — Perfusi Miokard

    Definisi

    Keadekuatan aliran darah arteri koronaria (pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung) untuk mempertahankan fungsi jantung.

    📖 Miokard adalah otot jantung. Arteri koronaria adalah pembuluh darah kecil yang membungkus jantung seperti mahkota, menyuplai oksigen dan nutrisi ke otot jantung. Jika aliran darah ini terganggu, bisa terjadi serangan jantung.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Gambaran EKG aritmia — Hasil rekam jantung (EKG) menunjukkan irama jantung tidak teratur
    • Nyeri dada — Rasa nyeri atau sesak di dada, bisa menjalar ke lengan, rahang, atau punggung (tanda kurang oksigen ke otot jantung)
    • Diaforesis — Berkeringat berlebih, terutama di dahi dan wajah, saat nyeri dada
    • Mual — Perasaan ingin muntah, sering menyertai serangan jantung
    • Muntah — Keluar isi lambung melalui mulut
    • Arteri apikal — Denyut nadi di ujung kiri bawah dada (titik apex jantung), mencerminkan irama jantung
    • Tekanan arteri rata-rata (MAP) — Rata-rata tekanan darah arteri (normal: 70–100 mmHg)
    • Takikardia — Detak jantung cepat (>100 kali/menit), bisa tanda kompensasi kekurangan oksigen
    • Bradikardia — Detak jantung lambat (<60 kali/menit), bisa tanda gangguan irama jantung
    • Denyut nadi radial — Denyut nadi di pergelangan tangan, mencerminkan jumlah darah yang dipompa jantung
    • Tekanan darah — Tensi sistolik/diastolik; hipotensi = jantung tidak bisa memompa cukup darah
    • Fraksi ejeksi — Persentase darah yang keluar dari ventrikel kiri setiap kali berdetak (normal: 55–70%)
    • Tekanan baji arteri pulmonal (PAWP) — Tekanan di pembuluh darah paru-paru, mencerminkan tekanan di jantung kiri (normal: 6–12 mmHg)
    • Cardiac Index (CI) — Curah jantung disesuaikan dengan ukuran tubuh (normal: 2,5–4,2 L/menit/m²)

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)