L.01007 — Ventilasi Spontan
Definisi
Keadekuatan cadangan energi untuk mendukung individu mampu bernafas secara spontan (tanpa bantuan mesin) dan adekuat (cukup untuk kebutuhan tubuh).
📖 Ventilasi spontan berarti pasien bernapas sendiri tanpa bantuan ventilator. Luaran ini mengukur apakah pasien memiliki cukup energi dan kekuatan otot untuk mempertahankan pernapasannya sendiri.
Ekspektasi
Meningkat
Kriteria Hasil
- Volume tidal — Jumlah udara yang masuk/keluar paru-paru dalam satu kali napas normal (normal: ±500 ml atau sekitar segelas air)
- Dispnea — Sesak napas atau sulit bernapas, tanda tubuh tidak mendapat cukup oksigen
- Penggunaan otot bantu napas — Menggunakan otot leher, bahu, dan dada untuk membantu bernapas; jika digunakan terus-menerus = kelelahan dan kebutuhan energi meningkat
- Gelisah — Tidak tenang karena kekurangan oksigen atau ketidaknyamanan
- PCO2 — Tekanan parsial karbondioksida dalam darah (normal: 35–45 mmHg). Jika tinggi = tubuh tidak mampu membuang CO2 dengan baik
- PO2 — Tekanan parsial oksigen dalam darah (normal: 80–100 mmHg). Jika rendah = tubuh kekurangan oksigen
- Takikardia — Detak jantung lebih cepat dari normal (>100 kali/menit), bisa sebagai kompensasi saat tubuh kekurangan oksigen

Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)





