L.01005-Respons Ventilasi Mekanik

Written by

in

L.01005 — Respons Ventilasi Mekanik

Definisi

Efektivitas pertukaran alveolar (proses menukar oksigen dan CO2 di kantung udara paru) dan perfusi jaringan (aliran darah ke jaringan tubuh) yang didukung oleh ventilasi mekanik (mesin pernapasan buatan).

📖 Ventilasi mekanik adalah penggunaan mesin (ventilator) untuk membantu atau menggantikan fungsi pernapasan pasien yang tidak mampu bernapas sendiri dengan baik. Luaran ini mengukur seberapa efektif tubuh merespons bantuan mesin tersebut.

Ekspektasi

Meningkat

Kriteria Hasil

  • FiO2 memenuhi kebutuhan — Konsentrasi fraksi oksigen yang dihirup sudah cukup untuk menjaga kadar oksigen darah stabil
  • Tingkat kesadaran — Pasien sadar dan bisa merespons dengan baik (bingung = tanda kurang oksigen ke otak)
  • Saturasi oksigen — Persentase oksigen dalam darah (normal: ≥95%). Jika rendah = paru-paru belum bekerja optimal
  • Kesimetrisan gerakan dinding dada — Kedua sisi dada bergerak naik-turun secara seimbang (asimetris = ada bagian paru yang tidak mengembang)
  • Sekresi jalan napas — Jumlah dan warna lendir/dahak dari saluran napas (berlebih atau berwarna = tanda infeksi)
  • Suara napas tambahan — Suara abnormal saat bernapas (bunyi krekelp atau mengi) yang terdengar melalui stetoskop
  • Infeksi paru — Tanda-tanda pneumonia (demam, dahak bernanah, napas cepat) yang bisa terjadi karena penggunaan ventilator
  • Kesulitan bernapas dengan ventilator — Pasien melawan atau tidak sinkron dengan irama mesin
  • Atelektasis — Runtuhnya atau tidak mengembangnya sebagian paru-paru, membuat area tersebut tidak bisa bertukar gas
  • Kegelisahan — Gelisah karena ketidaknyamanan, ketakutan, atau kurang oksigen
  • Kurang istirahat — Kesulitan tidur atau beristirahat karena kondisi di unit perawatan intensif
  • Kesulitan mengutarakan kebutuhan — Pasien sulit berkomunikasi karena pipa ventilator di mulut/tenggorokan
  • Dosis sedasi — Jumlah obat penenang yang diberikan agar pasien nyaman dan tidak melawan ventilator

Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *