![]()
![]()
D.0141 Risiko Hipotermia Perioperatif
Definisi :
Berisiko mengalami penurunan suhu tubuh dibawah 36 derajat Celcius secara tiba-tiba yang terjadi satu jam sebelum pembedahan hingga 24 jam setelah pembedahan.
Faktor Risiko
- Prosedur pembedahan.
- Kombinasi anastesi regional dan umum.
- Skor American Society of Anestesiologist (ASA) >1.
- Suhu pra-operasi rendah (<36’C).
- Berat badan rendah.
- Neuropati diabetik.
- Komplikasi kardiovaskuler.
- Suhu lingkungan rendah.
- Transfer panas (mis. volume tinggi infus yang tidak dihangatkan, irigasi >2 liter yang tidak dihangatkan).
Kondisi Klinis Terkait
- Tindakan pembedahan
sumber :
D.0141 Risiko Hipotermia Perioperatif
Definisi
Berisiko mengalami penurunan suhu inti tubuh di bawah rentang normal selama periode perioperatif (pra-operasi, intra-operasi, atau pasca-operasi dini).
Faktor Risiko
- Usia ekstrem — Bayi dan lansia lebih rentan terhadap hipotermia selama operasi.
- Prosedur bedah berkepanjangan — Operasi lama meningkatkan waktu paparan terhadap suhu ruangan operasi yang dingin.
- Usia < 6 bulan atau > 65 tahun — Kelompok usia ini memiliki mekanisme termoregulasi yang terbatas.
- Paparan suhu lingkungan operasi — Suhu kamar operasi yang rendah meningkatkan kehilangan panas.
- Anestesi umum — Anestesi mengganggu mekanisme pengaturan suhu tubuh.
- Suplai darah atau cairan intravena dingin — Pemberian cairan dingin menurunkan suhu inti tubuh.
Kondisi Klinis Terkait
- Suhu inti < 36°C selama periode perioperatif — Penurunan suhu tubuh selama atau segera setelah operasi.
- Menggigil pasca bedah — Respons tubuh untuk meningkatkan produksi panas setelah operasi.
- Peningkatan kebutuhan oksigen — Metabolisme meningkat untuk menghasilkan panas.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Proteksi — Suhu inti tubuh tetap dalam rentang normal selama periode perioperatif.
Luaran Tambahan:
- Keamanan — Pasien menjalani prosedur bedah tanpa komplikasi hipotermia.
- Status Klinis — Suhu tubuh pasien stabil setelah prosedur bedah.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Risiko Hipotermia Perioperatif
Intervensi Utama:
- Manajemen Hipotermia Perioperatif — Mempertahankan suhu tubuh tetap hangat selama periode perioperatif dengan selimut hangat dan pemanas udara.
Intervensi Pendukung:
- Pengelolaan Lingkungan Operasi — Mengatur suhu kamar operasi pada level yang sesuai untuk menjaga kehangatan pasien.
- Pemanasan Cairan Infus — Memanaskan cairan intravena sebelum pemberian untuk mencegah penurunan suhu tubuh.
- Pemantauan Suhu Tubuh — Memantau suhu inti tubuh selama dan setelah prosedur bedah.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)



Ketegangan Peran Pemberi Asuhan0132 Perilaku Kekerasan

Tinggalkan Balasan