D.0140 Risiko Hipotermia

Loading

Loading

D.0140 Risiko Hipotermia

Definisi :

Berisiko mengalami kegagalan termoregulasi yang dapat mengakibatkan suhu tubuh berada dibawah rentang normal

Faktor Risiko

  1. Berat badan ekstrem
  2. Kerusakan hipotalamus
  3. Konsumsi alkohol
  4. Kurangnya lapisan lemak subtukan
  5. Suhu lingkungan rendah
  6. Malnutrisi
  7. Pemakaian pakaian yang tipis
  8. Penurunan laju metabolisme
  9. Terapi radiasi
  10. Tidak beraktivitas
  11. Transfer panas (mis.konduksi, konveksi, evaporasi, radiasi)
  12. Trauma
  13. Prematuritas
  14. Penuaan
  15. Bayi baru lahir
  16. berat badan lahir rendah
  17. Kurang terpapar informasi tentang pencegahan hipotermia
  18. Efek agen farmakologis

Kondisi Klinis Terkait

  1. Berat badan ekstrem
  2. Dehidrasi
  3. Kurang mobilitas fisik

 


sumber :



Ketegangan Peran Pemberi Asuhan0132 Perilaku Kekerasan

Tautan Luaran

D.0140 Risiko Hipotermia

Definisi

Berisiko mengalami penurunan suhu inti tubuh di bawah rentang normal akibat paparan suhu dingin atau gangguan termoregulasi.


Faktor Risiko

  1. Paparan suhu lingkungan dingin — Berada di lingkungan dengan suhu rendah dalam waktu lama.
  2. Usia ekstrem — Bayi dan lansia memiliki kemampuan termoregulation yang terbatas.
  3. Malnutrisi — Kekurangan nutrisi menurunkan kemampuan metabolisme menghasilkan panas.
  4. Imobilitas — Keterbatasan gerak mengurangi produksi panas dari aktivitas otot.
  5. Penurunan metabolisme — Gangguan metabolik yang menurunkan produksi panas internal.
  6. Obat-obatan tertentu — Agen farmakologis tertentu (mis. sedatif, anestesi) mengganggu termoregulasi.

Kondisi Klinis Terkait

  1. Suhu inti < 35°C — Suhu tubuh turun di bawah batas normal.
  2. Kulit terasa dingin — Permukaan kulit teraba dingin akibat vasokonstriksi perifer.
  3. Menggigil — Respons tubuh untuk meningkatkan produksi panas melalui kontraksi otot.
  4. Bradikardia — Denyut jantung melambat sebagai respons terhadap suhu tubuh rendah.

SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)

Luaran Utama:

Proteksi — Suhu inti tubuh tetap dalam rentang normal (36–37,5°C).

Luaran Tambahan:

  1. Pengetahuan — Pasien/keluarga memahami cara mencegah hipotermia.
  2. Keamanan — Lingkungan dirawat agar tetap hangat dan nyaman.

SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)

Risiko Hipotermia

Intervensi Utama:

  • Pengelolaan Risiko Hipotermia — Mencegah kehilangan panas dengan menjaga lingkungan tetap hangat dan menggunakan selimut.

Intervensi Pendukung:

  • Manajemen Lingkungan — Mengatur suhu ruangan agar tetap hangat dan terhindar dari angin.
  • Edukasi Pencegahan — Memberikan edukasi tentang cara menjaga kehangatan tubuh.
  • Pemantauan Suhu Tubuh — Memantau suhu tubuh secara berkala untuk mendeteksi penurunan dini.

Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *