D.0130 Hipertermia

Loading

Loading

D.0130 Hipertermia

Definisi

Kenaikan suhu tubuh di atas rentang normal akibat ketidakmampuan tubuh mengatur suhu secara efektif.


Penyebab

Fisiologis

  1. Infeksi — Respons tubuh terhadap patogen yang menyebabkan kenaikan suhu tubuh..
  2. Efek obat — Obat-obatan tertentu yang mempengaruhi pengaturan suhu tubuh..
  3. Aktivitas fisik berlebihan — Produksi panas yang berlebihan akibat aktivitas fisik..

Psikologis

  1. Stres — Stres yang meningkatkan metabolisme dan produksi panas tubuh..

Situasional

  1. Paparan lingkungan panas — Paparan suhu lingkungan yang tinggi dalam waktu lama..
  2. Kurangnya hidrasi — Kurangnya asupan cairan yang mempengaruhi kemampuan tubuh mendinginkan diri..
  3. Pakaian berlebihan — Penggunaan pakaian yang terlalu tebal di lingkungan panas..

Kondisi Klinis Terkait

  1. Dehidrasi — Kehilangan cairan yang berlebihan akibat kenaikan suhu tubuh..
  2. Kejang demam — Kejang yang terjadi akibat kenaikan suhu tubuh yang tiba-tiba..

SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)

Luaran Utama:

Suhu tubuh normal — Suhu tubuh klien kembali ke rentang normal (36,5-37,5°C)..

Luaran Tambahan:

  1. Hidrasi adekuat — Klien memiliki asupan cairan yang memadai..
  2. Kenyamanan fisik — Klien merasa nyaman tanpa keluhan akibat hipertermia..

SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)

Hipertermia

Intervensi Utama:

  • Manajemen hipertermia — Melakukan intervensi untuk menurunkan dan mengatur suhu tubuh..
  • Pemantauan suhu tubuh — Memantau suhu tubuh secara berkala untuk evaluasi efektivitas intervensi..

Intervensi Pendukung:

  • Manajemen hidrasi — Memastikan asupan cairan yang memadai untuk mencegah dehidrasi..
  • Pengaturan lingkungan — Mengatur suhu lingkungan agar mendukung kenyamanan klien..

Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *