![]()
![]()
D.0104 Sindrom Pasca Trauma
Definisi
Sindrom yang ditandai dengan gejala gangguan cemas, depresi, dan gejala fisik setelah mengalami peristiwa traumatis.
Penyebab
Fisiologis
- Respons stres yang berkepanjangan — Sistem respons stres yang terus-menerus aktif..
Psikologis
- Peristiwa traumatis — Pengalaman yang mengancam nyawa atau integritas fisik..
- Kurangnya mekanisme koping — Ketidakmampuan mengatasi stres pasca trauma..
- Rasa takut yang berlebih — Kecemasan intens yang berkepanjangan..
Situasional
- Kekerasan fisik atau seksual — Perlakuan kekerasan yang dialami..
- Bencana alam — Peristiwa bencana yang menimbulkan trauma..
- Kecelakaan serius — Peristiwa kecelakaan yang membahayakan..
- Kehilangan orang terdekat — Duka yang mendalam akibat kehilangan..
Kondisi Klinis Terkait
- Gangguan cemas pasca trauma — Kecemasan yang berkepanjangan setelah peristiwa traumatis..
- Gangguan depresi — Gejala depresi yang menyertai sindrom pasca trauma..
- Gejala fisik — Sakit kepala, nyeri, dan gejala fisik lainnya..
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Kesejahteraan Psikologis — Klien menunjukkan penurunan gejala sindrom pasca trauma dan peningkatan kesejahteraan psikologis..
Luaran Tambahan:
- Manajemen Gejala — Klien mampu mengelola gejala dengan strategi yang efektif..
- Fungsionalitas Sosial — Klien mampu berfungsi normal dalam aktivitas sosial sehari-hari..
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Sindrom Pasca Trauma
Intervensi Utama:
- Manajemen Gejala Trauma — Perawat membantu klien mengenali dan mengelola gejala sindrom pasca trauma..
- Terapi Paparan — Perawat mendukung klien dalam menghadapi memori traumatis secara bertahap..
Intervensi Pendukung:
- Dukungan Emosional — Perawat menyediakan lingkungan yang aman dan suportif..
- Terapi Kognitif — Perawat merujuk klien ke terapis untuk intervensi kognitif..
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)
Tinggalkan Balasan