![]()
![]()
D.0032 Risiko Defisit Nutrisi.
Definisi
Risiko mengalami keadaan di mana asupan nutrisi tidak memenuhi kebutuhan metabolik dan energi tubuh.
Faktor Risiko
- Keterbatasan akses terhadap makanan — Ketersediaan makanan yang terbatas atau tidak mudah diakses.
- Ketidakmampuan memperoleh makanan — Keterbatasan finansial atau fisik untuk mendapatkan makanan.
- Mual dan muntah — Gejala yang mengganggu asupan makanan dan penyerapan nutrisi.
- Perubahan status mental — Kondisi psikiatrik yang mempengaruhi keinginan dan kemampuan makan.
- Gangguan pencernaan — Masalah pada saluran pencernaan yang mengganggu penyerapan nutrisi.
- Kurang pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi — Ketidakpahaman mengenai kebutuhan gizi yang adekuat.
- Gangguan proses berpikir — Penurunan kemampuan kognitif yang mempengaruhi pengambilan keputusan tentang makan.
- Penurunan kekuatan dan kemampuan menelan — Gangguan mekanis yang menghambat asupan makanan.
- Malabsorpsi — Penurunan kemampuan usus menyerap nutrisi dari makanan.
- Mual terus-menerus — Keadaan mual yang berkepanjangan mengganggu asupan makanan.
Kondisi Klinis Terkait
- Penyakit gastrointestinal — Gangguan pada saluran pencernaan yang mempengaruhi penyerapan nutrisi.
- Diabetes mellitus — Gangguan metabolisme glukosa yang mempengaruhi status nutrisi.
- Penyakit hati — Gangguan fungsi hati yang mempengaruhi metabolisme nutrisi.
- Perawatan luka yang meluas — Kebutuhan metabolik meningkat akibat proses penyembuhan luka.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Status nutrisi adekuat — Tidak terjadi defisit nutrisi yang berarti pada pasien.
Luaran Tambahan:
- Asupan nutrisi memadai — Pasien mampu mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan nutrisi.
- Pengetahuan nutrisi meningkat — Pasien memahami kebutuhan nutrisi dan cara memenuhinya.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
D.0032 Risiko Defisit Nutrisi
Intervensi Utama:
- Pemantauan status nutrisi — Mengevaluasi kebutuhan nutrisi dan status gizi pasien secara berkala.
- Manajemen nutrisi — Merencanakan dan melaksanakan intervensi nutrisi sesuai kebutuhan.
- Pengawasan asupan dan output — Mencatat dan mengevaluasi asupan makanan serta output feces dan urin.
Intervensi Pendukung:
- Edukasi nutrisi — Memberikan informasi tentang kebutuhan nutrisi dan cara memenuhinya.
- Dukungan psikososial — Membantu pasien mengatasi faktor psikologis yang mempengaruhi asupan makanan.
- Kolaborasi dengan ahli gizi — Merujuk pasien ke ahli gizi untuk evaluasi dan rencana nutrisi yang tepat.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)
Tinggalkan Balasan