![]()
![]()
D.0031 Risiko Berat Badan Lebih.
Definisi
Risiko mengalami akumulasi lemak berlebih atau abnormal yang tidak sesuai dengan usia dan jenis kelamin.
Faktor Risiko
- Kurang aktivitas fisik harian — Kurangnya rutinitas aktivitas fisik atau olahraga secara teratur.
- Kelebihan konsumsi gula — Asupan gula berlebihan melebihi kebutuhan tubuh.
- Gangguan kebiasaan makan — Pola makan yang tidak teratur atau tidak sehat.
- Gangguan persepsi makan — Persepsi yang keliru mengenai kebutuhan makanan.
- Kelebihan konsumsi alkohol — Pengambilan alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori.
- Penggunaan energi kurang dari asupan — Asupan kalori melebihi energi yang dibakar.
- Sering mengemil — Kebiasaan mengemil makanan tinggi kalori di antara waktu makan.
- Sering memakan makanan berminyak/berlemak — Konsumsi makanan tinggi lemak dan minyak secara rutin.
- Faktor keturunan — Pengaruh genetik terhadap distribusi jaringan adiposa, pengeluaran energi, aktivitas lipase lipoprotein, sintesis lipid, dan lipolisis.
- Penggunaan makanan formula pada bayi — Pemberian makanan formula yang berlebihan pada bayi.
- Asupan kalsium rendah pada anak-anak — Kekurangan asupan kalsium pada masa pertumbuhan anak.
- Berat badan bertambah cepat — Penambahan berat badan yang terlalu cepat pada masa anak-anak, bayi, termasuk minggu pertama, 4 bulan pertama, dan tahun pertama.
- Makanan padat sebagai sumber utama sebelum 5 bulan — Pemberian makanan padat sebagai sumber makanan utama pada usia kurang dari 5 bulan.
Kondisi Klinis Terkait
- Gangguan genetik — Kondisi genetik yang mempengaruhi metabolisme lemak.
- Hipotiroid — Penurunan fungsi tiroid yang memperlambat metabolisme.
- Diabetes melitus gestasional — Diabetes yang terjadi selama kehamilan.
- Pola hidup kurang aktivitas — Gaya hidup sedentari yang mengurangi pembakaran kalori.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Risiko terkendali — Tidak terjadi penambahan berat badan berlebih yang tidak sehat.
Luaran Tambahan:
- Pola aktivitas fisik optimal — Pasien mampu melakukan aktivitas fisik secara rutin dan teratur.
- Pola makan seimbang — Pasien mengonsumsi makanan dengan pola gizi seimbang sesuai kebutuhan.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
D.0031 Risiko Berat Badan Lebih
Intervensi Utama:
- Manajemen aktivitas fisik — Membantu pasien merencanakan dan melaksanakan aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi.
- Manajemen nutrisi — Mengidentifikasi kebutuhan nutrisi dan membantu memilih makanan yang sehat dan seimbang.
- Pengawasan pertumbuhan — Memantau berat badan, indeks massa tubuh, dan pertumbuhan secara berkala.
Intervensi Pendukung:
- Edukasi nutrisi — Memberikan informasi tentang pola makan sehat dan pentingnya gizi seimbang.
- Pengelolaan faktor risiko — Mengidentifikasi dan mengelola faktor risiko yang dapat dikontrol.
- Dukungan psikososial — Memberikan dukungan untuk mempertahankan motivasi dan kepatuhan terhadap pola hidup sehat.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)
Tinggalkan Balasan