![]()
D.0021 Disfungsi Motilitas Gastrointestinal
Definisi
Kondisi di mana terjadi gangguan pada kontraksi (peristaltik) organ gastrointestinal sehingga mengakibatkan gangguan dalam pengosongan lambung, evakuasi usus, atau kedua-duanya.
Penyebab
Fisiologis
- Penyakit neurologis — Gangguan pada sistem saraf yang mengatur peristaltik gastrointestinal.
- Obat-obatan — Penggunaan obat yang menghambat motilitas seperti opioid, antikolinergik, dan antidepresan.
- Penyakit inflamasi — Kondisi peradangan pada saluran cerna seperti gastritis atau kolitis.
- Elektrolit tidak seimbang — Gangguan elektrolit seperti hipokalemia yang mempengaruhi kontraksi otot.
- Usia lanjut — Penurunan fungsi motilitas terkait proses penuaan.
Situasional
- Imobilisasi — Posisi pasien yang tidak bergerak dalam waktu lama.
- Stres — Tekanan psikologis yang mempengaruhi fungsi gastrointestinal.
- Diet rendah serat — Asupan makanan yang kurang serat menyebabkan konstipasi.
- Kurang aktivitas fisik — Minimnya gerakan tubuh yang membantu peristaltik.
Kondisi Klinis Terkait
- Mual dan muntah — Rasa tidak nyaman di lambung yang disertai refleks pengeluaran isi lambung.
- Kembung dan distensi abdomen — Perut terasa penuh dan kembung akibat penumpukan gas atau cairan.
- Konstipasi — Kesulitan atau keterlambatan dalam buang air besar.
- Diare —> Frekuensi buang air besar yang meningkat dengan konsistensi tinja cair.
- Flatulensi — Produksi dan pelepasan gas berlebih dalam saluran cerna.
- Nyeri abdomen — Rasa sakit pada area perut yang dapat berupa kram atau nyeri tumpul.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Pola Pengosongan Usus — Pola buang air besar kembali normal dengan frekuensi dan konsistensi yang sesuai.
Luaran Tambahan:
- Toleransi Aktivitas — Kemampuan pasien untuk beraktivitas tanpa gejala gastrointestinal yang memburuk.
- Nyeri — Penurunan atau hilangnya nyeri abdomen.
- Pola Nutrisi — Asupan makanan sesuai kebutuhan tanpa gangguan pencernaan.
- Kenyamanan — Perasaan nyaman pada area perut.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Disfungsi Motilitas Gastrointestinal
Intervensi Utama:
- Pengelolaan Diet — Membantu perencanaan diet yang sesuai untuk memperbaiki motilitas gastrointestinal.
- Pengelolaan Eliminasi — Memantau dan mengelola pola eliminasi pasien.
- Manajemen Gejala — Menurunkan gejala yang berhubungan dengan disfungsi motilitas.
Intervensi Pendukung:
- Edukasi Kesehatan — Memberikan informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi motilitas gastrointestinal.
- Dukungan Emosional — Membantu pasien mengatasi stres yang berkontribusi terhadap disfungsi gastrointestinal.
- Aktivitas — Mendorong aktivitas fisik yang sesuai untuk meningkatkan peristaltik.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)
Tinggalkan Balasan