![]()
![]()
D.0043 Inkontinensia Urin Fungsional.
Definisi
Ketidakmampuan secara volunteer mengontrol pengeluaran urin akibat hambatan fisik atau kognitif yang membuat pasien tidak dapat ke toilet tepat waktu, meskipun mekanisme sfingter masih berfungsi.
Penyebab
Fisiologis:
- Keterbatasan mobilitas — Ketidakmampuan bergerak ke kamar mandi tepat waktu akibat gangguan muskuloskeletal.
- Penurunan penglihatan — Ketidakmampuan melihat jalan ke kamar mandi dengan jelas.
- Gangguan keseimbangan — Ketidakstabilan saat berjalan yang memperlambat akses ke toilet.
Psikologis:
- Gangguan kognitif — Penurunan kemampuan kognitif yang mempengaruhi kesadaran kebutuhan eliminasi.
- Gangguan persepsi — Ketidakmampuan mengenali sinyal kandung kemih penuh.
- Depresi — Kondisi psikologis yang menurunkan motivasi untuk ke toilet.
Situasional:
- Lingkungan tidak aksesibel — Keterbatasan akses ke fasilitas sanitasi.
- Penggunaan alat bantu jalan — Ketergantungan pada alat bantu yang memperlambat pergerakan.
- Pakaian yang sulit dibuka — Pakaian yang rumit atau sulit dilepaskan saat ingin ke toilet.
Kondisi Klinis Terkait
- Artritis berat — Gangguan sendi yang membatasi mobilitas.
- Stroke dengan hemiplegia — Kelumpuhan sebagian yang menghambat pergerakan ke toilet.
- Demensia lanjut — Penurunan kognitif berat yang menghilangkan kesadaran kebutuhan eliminasi.
- Fraktur panggul — Cedera panggul yang membatasi mobilitas.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Kemampuan akses ke toilet meningkat — Pasien mampu mengakses toilet dengan lebih cepat dan tepat waktu.
Luaran Tambahan:
- Frekuensi inkontinensia berkurang — Jumlah episode kebocoran urin menurun secara signifikan.
- Lingkungan sanitasi memadai — Fasilitas sanitasi tersedia dan mudah diakses.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
D.0043 Inkontinensia Urin Fungsional
Intervensi Utama:
- Fasilitasi akses ke toilet — Memastikan jalur ke toilet aman, jelas, dan mudah diakses.
- Penjadwalan eliminasi — Membantu pasien membuat jadwal rutin ke toilet berdasarkan pola eliminasi.
- Penggunaan alat bantu — Menyediakan alat bantu seperti pispot atau urinaria jika diperlukan.
Intervensi Pendukung:
- Modifikasi lingkungan — Mengatur pencahayaan dan tanda arah menuju kamar mandi.
- Edukasi pasien dan perawat — Memberikan informasi tentang pentingnya akses toilet yang tepat waktu.
- Dukungan mobilitas — Membantu pasien dengan aktivitas yang memerlukan pergerakan ke toilet.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)










