![]()
![]()
D.0041 Inkontinensia Fekal.
Definisi
Ketidakmampuan voluntary mengontrol pengeluaran feses dari rektum, baik berupa inkontinensia gas, cair, atau padat.
Penyebab
Fisiologis:
- Penurunan tonus sfingter anal — Melemahnya otot sfingter anus yang mengontrol retensi feses.
- Kerusakan saraf pelvis — Kerusakan saraf yang mengontrol fungsi rektum dan sfingter.
- Penurunan sensasi rektal — Berkurangnya kemampuan merasakan adanya feses di rektum.
- Penyakit inflamasi usus — Peradangan kronis pada usus yang mempengaruhi kontrol eliminasi.
Psikologis:
- Depresi — Kondisi psikologis yang menurunkan motivasi mengontrol eliminasi.
- Gangguan kognitif — Penurunan kemampuan kognitif yang mempengaruhi kesadaran kebutuhan eliminasi.
Situasional:
- Keterbatasan mobilitas — Ketidakmampuan ke kamar mandi tepat waktu.
- Terapi obat pencahar — Penggunaan obat yang meningkatkan frekuensi dan volume feses.
- Lingkungan tidak aksesibel — Keterbatasan akses ke fasilitas sanitasi.
Kondisi Klinis Terkait
- Stroke — Cedera otak yang mempengaruhi kontrol sfingter anal.
- Cedera medula spinalis — Kerusakan saraf tulang belakang yang mengontrol fungsi usus.
- Demensia — Penurunan kognitif yang mempengaruhi kesadaran kebutuhan eliminasi.
- Pembedahan rektal — Operasi pada area rektum yang mempengaruhi fungsi sfingter.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Kontrol eliminasi fekal membaik — Pasien mampu mengontrol pengeluaran feses dengan lebih baik.
Luaran Tambahan:
- Kulit perianal tetap utuh — Tidak terjadi iritasi atau luka pada kulit akibat kontak feses.
- Pola eliminasi fekal teratur — Pasien memiliki pola buang air besar yang teratur dan terkontrol.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
D.0041 Inkontinensia Fekal
Intervensi Utama:
- Manajemen program eliminasi — Membantu pasien menjadwalkan waktu ke toilet secara teratur.
- Perawatan kulit perianal — Membersihkan dan melindungi kulit dari iritasi akibat feses.
- Latihan sfingter anal — Melatih kekuatan otot sfingter anus melalui latihan biofeedback.
Intervensi Pendukung:
- Pengelolaan diet — Menyesuaikan asupan makanan dan serat untuk konsistensi feses yang optimal.
- Pengelolaan penggunaan obat — Mengevaluasi efek obat terhadap kontrol eliminasi.
- Edukasi pasien dan keluarga — Memberikan informasi tentang manajemen inkontinensia fekal.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)
Tinggalkan Balasan