![]()
![]()
D.0140 Risiko Hipotermia
Definisi :
Berisiko mengalami kegagalan termoregulasi yang dapat mengakibatkan suhu tubuh berada dibawah rentang normal
Faktor Risiko
- Berat badan ekstrem
- Kerusakan hipotalamus
- Konsumsi alkohol
- Kurangnya lapisan lemak subtukan
- Suhu lingkungan rendah
- Malnutrisi
- Pemakaian pakaian yang tipis
- Penurunan laju metabolisme
- Terapi radiasi
- Tidak beraktivitas
- Transfer panas (mis.konduksi, konveksi, evaporasi, radiasi)
- Trauma
- Prematuritas
- Penuaan
- Bayi baru lahir
- berat badan lahir rendah
- Kurang terpapar informasi tentang pencegahan hipotermia
- Efek agen farmakologis
Kondisi Klinis Terkait
- Berat badan ekstrem
- Dehidrasi
- Kurang mobilitas fisik
sumber :
D.0140 Risiko Hipotermia
Definisi
Berisiko mengalami penurunan suhu inti tubuh di bawah rentang normal akibat paparan suhu dingin atau gangguan termoregulasi.
Faktor Risiko
- Paparan suhu lingkungan dingin — Berada di lingkungan dengan suhu rendah dalam waktu lama.
- Usia ekstrem — Bayi dan lansia memiliki kemampuan termoregulation yang terbatas.
- Malnutrisi — Kekurangan nutrisi menurunkan kemampuan metabolisme menghasilkan panas.
- Imobilitas — Keterbatasan gerak mengurangi produksi panas dari aktivitas otot.
- Penurunan metabolisme — Gangguan metabolik yang menurunkan produksi panas internal.
- Obat-obatan tertentu — Agen farmakologis tertentu (mis. sedatif, anestesi) mengganggu termoregulasi.
Kondisi Klinis Terkait
- Suhu inti < 35°C — Suhu tubuh turun di bawah batas normal.
- Kulit terasa dingin — Permukaan kulit teraba dingin akibat vasokonstriksi perifer.
- Menggigil — Respons tubuh untuk meningkatkan produksi panas melalui kontraksi otot.
- Bradikardia — Denyut jantung melambat sebagai respons terhadap suhu tubuh rendah.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Proteksi — Suhu inti tubuh tetap dalam rentang normal (36–37,5°C).
Luaran Tambahan:
- Pengetahuan — Pasien/keluarga memahami cara mencegah hipotermia.
- Keamanan — Lingkungan dirawat agar tetap hangat dan nyaman.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Risiko Hipotermia
Intervensi Utama:
- Pengelolaan Risiko Hipotermia — Mencegah kehilangan panas dengan menjaga lingkungan tetap hangat dan menggunakan selimut.
Intervensi Pendukung:
- Manajemen Lingkungan — Mengatur suhu ruangan agar tetap hangat dan terhindar dari angin.
- Edukasi Pencegahan — Memberikan edukasi tentang cara menjaga kehangatan tubuh.
- Pemantauan Suhu Tubuh — Memantau suhu tubuh secara berkala untuk mendeteksi penurunan dini.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)


Ketegangan Peran Pemberi Asuhan0132 Perilaku Kekerasan

Tinggalkan Balasan