D.0046 Inkontinensia Urin Stres.

Written by

in

,

Loading

Loading

D.0046 Inkontinensia Urin Stres.

Definisi

Kebocoran urin secara involunter yang terjadi ketika tekanan intraabdomen meningkat, seperti saat batuk, bersin, tertawa, mengangkat beban, atau berolahraga, tanpa adanya kontraksi kandung kemih.


Penyebab

Fisiologis:

  1. Penurunan tonus sfingter uretra — Melemahnya sfingter uretra yang tidak mampu menahan tekanan intraabdomen.
  2. Penurunan dukungan dasar panggul — Melemahnya jaringan penunjang organ pelvis.
  3. Hiperaktivitas detrusor — Kontraksi otot kandung kemih yang berlebihan.

Psikologis:

  1. Gangguan citra diri — Penurunan harga diri akibat ketidakmampuan mengontrol urin.
  2. Ansietas sosial — Kekhawatiran tentang kebocoran urin dalam situasi sosial.

Situasional:

  1. Riwayat persalinan pervaginam — Persalinan normal yang melemahkan otot dasar panggul.
  2. Obesitas — Berat badan berlebih yang meningkatkan tekanan intraabdomen.
  3. Pembedahan pelvis — Operasi yang mempengaruhi struktur penunjang kandung kemih.
  4. Penuaan — Perubahan fisiologis terkait usia yang mempengaruhi elastisitas jaringan.

Kondisi Klinis Terkait

  1. Prolaps organ pelvis — Turunnya organ pelvis yang melemahkan dukungan kandung kemih.
  2. Radang prostat — Peradangan kelenjar prostat yang mempengaruhi sfingter.
  3. Pembedahan ginekologi — Operasi pada area ginekologi yang mempengaruhi struktur pelvis.
  4. Terapi hormon — Perubahan kadar hormon yang mempengaruhi elastisitas jaringan.

SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)

Luaran Utama:

Kontrol inkontinensia stres membaik — Frekuensi kebocoran urin saat batuk, bersin, atau aktivitas berat berkurang.

Luaran Tambahan:

  1. Otot dasar panggul menguat — Kekuatan otot pelvic floor meningkat melalui latihan.
  2. Kenyamanan aktivitas fisik — Pasien mampu melakukan aktivitas tanpa kekhawatiran kebocoran.

SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)

D.0046 Inkontinensia Urin Stres

Intervensi Utama:

  • Latihan otot dasar panggul — Membantu pasien melakukan latihan Kegel untuk menguatkan otot pelvic floor.
  • Pengawasan pola eliminasi — Mencatat pola eliminasi dan faktor pencetus kebocoran urin.
  • Manajemen berat badan — Membantu pasien mencapai berat badan ideal untuk mengurangi tekanan intraabdomen.

Intervensi Pendukung:

  • Edukasi teknik pengontrolan — Memberikan informasi tentang teknik menahan urin dan mengenali sinyal kandung kemih.
  • Pengelolaan batuk kronis — Mengatasi penyebab batuk yang menjadi pencetus kebocoran urin.
  • Dukungan psikososial — Membantu pasien mengatasi gangguan citra diri dan ansietas.

Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)

Comments

One response to “D.0046 Inkontinensia Urin Stres.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *