D.0032 Risiko Defisit Nutrisi.

Loading

Loading

D.0032 Risiko Defisit Nutrisi.

Definisi

Risiko mengalami keadaan di mana asupan nutrisi tidak memenuhi kebutuhan metabolik dan energi tubuh.


Faktor Risiko

  1. Keterbatasan akses terhadap makanan — Ketersediaan makanan yang terbatas atau tidak mudah diakses.
  2. Ketidakmampuan memperoleh makanan — Keterbatasan finansial atau fisik untuk mendapatkan makanan.
  3. Mual dan muntah — Gejala yang mengganggu asupan makanan dan penyerapan nutrisi.
  4. Perubahan status mental — Kondisi psikiatrik yang mempengaruhi keinginan dan kemampuan makan.
  5. Gangguan pencernaan — Masalah pada saluran pencernaan yang mengganggu penyerapan nutrisi.
  6. Kurang pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi — Ketidakpahaman mengenai kebutuhan gizi yang adekuat.
  7. Gangguan proses berpikir — Penurunan kemampuan kognitif yang mempengaruhi pengambilan keputusan tentang makan.
  8. Penurunan kekuatan dan kemampuan menelan — Gangguan mekanis yang menghambat asupan makanan.
  9. Malabsorpsi — Penurunan kemampuan usus menyerap nutrisi dari makanan.
  10. Mual terus-menerus — Keadaan mual yang berkepanjangan mengganggu asupan makanan.

Kondisi Klinis Terkait

  1. Penyakit gastrointestinal — Gangguan pada saluran pencernaan yang mempengaruhi penyerapan nutrisi.
  2. Diabetes mellitus — Gangguan metabolisme glukosa yang mempengaruhi status nutrisi.
  3. Penyakit hati — Gangguan fungsi hati yang mempengaruhi metabolisme nutrisi.
  4. Perawatan luka yang meluas — Kebutuhan metabolik meningkat akibat proses penyembuhan luka.

SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)

Luaran Utama:

Status nutrisi adekuat — Tidak terjadi defisit nutrisi yang berarti pada pasien.

Luaran Tambahan:

  1. Asupan nutrisi memadai — Pasien mampu mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan nutrisi.
  2. Pengetahuan nutrisi meningkat — Pasien memahami kebutuhan nutrisi dan cara memenuhinya.

SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)

D.0032 Risiko Defisit Nutrisi

Intervensi Utama:

  • Pemantauan status nutrisi — Mengevaluasi kebutuhan nutrisi dan status gizi pasien secara berkala.
  • Manajemen nutrisi — Merencanakan dan melaksanakan intervensi nutrisi sesuai kebutuhan.
  • Pengawasan asupan dan output — Mencatat dan mengevaluasi asupan makanan serta output feces dan urin.

Intervensi Pendukung:

  • Edukasi nutrisi — Memberikan informasi tentang kebutuhan nutrisi dan cara memenuhinya.
  • Dukungan psikososial — Membantu pasien mengatasi faktor psikologis yang mempengaruhi asupan makanan.
  • Kolaborasi dengan ahli gizi — Merujuk pasien ke ahli gizi untuk evaluasi dan rencana nutrisi yang tepat.

Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)

Comments

One response to “D.0032 Risiko Defisit Nutrisi.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *