![]()
D.0024 Ikterik Neonatus (Ikterus Neonatus)
Definisi
Kondisi yang ditandai dengan meningkatnya kadar bilirubin serum (>2 mg/dL) yang mengakibatkan icterus (kuning) pada sklera dan integumen neonatus.
Penyebab
Fisiologis
- Hemolisis eritrosit — Hancurnya sel darah merah yang berlebih menyebabkan pelepasan bilirubin.
- Kematangan hati yang belum sempurna — Fungsi hati neonatus dalam memproses bilirubin masih belum optimal.
- Enterohepatik sirkulasi — Reabsorpsi bilirubin dari usus kembali ke aliran darah.
- Rhesus atau ABO inkompatibilitas — Ketidakcocokan golongan darah ibu dan janin.
- Polycythemia — Peningkatan jumlah sel darah merah yang berlebih.
Situasional
- Asi kurang — Kurangnya asupan ASI yang menyebabkan dehidrasi dan peningkatan bilirubin.
- Penyakit kuning obstruktif — Hambatan aliran empedu yang menyebabkan akumulasi bilirubin.
Kondisi Klinis Terkait
- Icterus sklera — Kekuningan pada bagian putih mata.
- Icterus integumen — Kekuningan pada kulit yang dimulai dari wajah dan menyebar ke bawah.
- Jaundice pathologis — Ikterus yang muncul dalam 24 jam pertama setelah kelahiran.
- Bilirubin >15 mg/dL — Kadar bilirubin yang sangat tinggi dan berpotensi merusak otak.
- Kerentanan terhadap infeksi — Risiko infeksi yang meningkat pada neonatus ikterik.
- Suara tangis lemah — Tanda depresi pada neonatus dengan ikterus berat.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Cairan Intravaskuler — Kadar bilirubin serum kembali normal dan kulit tidak lagi berwarna kuning.
Luaran Tambahan:
- Warna Kulit — Warna kulit kembali normal tanpa kekuningan.
- Asupan Nutrisi — Neonatus mampu menyusu dengan baik dan adekuat.
- Polimorfisme — Pola makan dan tidur neonatus normal.
- Suhu Tubuh — Suhu tubuh stabil dalam rentang normal.
- Pengetahuan Orang Tua — Orang tua memahami manajemen ikterus neonatus.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Ikterik Neonatus (Ikterus Neonatus)
Intervensi Utama:
- Manajemen Fototerapi — Pemberian terapi cahaya untuk menurunkan kadar bilirubin.
- Pengelolaan Nutrisi — Meningkatkan frekuensi menyusu untuk mempercepat eliminasi bilirubin.
- Manajemen Penggantian Darah — Melakukan transfusi tukar darah jika bilirubin sangat tinggi.
Intervensi Pendukung:
- Identifikasi Risiko — Memantau faktor-faktor risiko ikterus pada neonatus.
- Edukasi Orang Tua — Memberikan informasi tentang ikterus dan tanda bahaya yang perlu diwaspadai.
- Pengelolaan Suhu Tubuh — Mempertahankan suhu tubuh stabil selama fototerapi.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)

Tinggalkan Balasan