D.0024 Ikterik Neonatus (Ikterus Neonatus)

Loading

D.0024 Ikterik Neonatus (Ikterus Neonatus)

Definisi

Kondisi yang ditandai dengan meningkatnya kadar bilirubin serum (>2 mg/dL) yang mengakibatkan icterus (kuning) pada sklera dan integumen neonatus.


Penyebab

Fisiologis

  1. Hemolisis eritrosit — Hancurnya sel darah merah yang berlebih menyebabkan pelepasan bilirubin.
  2. Kematangan hati yang belum sempurna — Fungsi hati neonatus dalam memproses bilirubin masih belum optimal.
  3. Enterohepatik sirkulasi — Reabsorpsi bilirubin dari usus kembali ke aliran darah.
  4. Rhesus atau ABO inkompatibilitas — Ketidakcocokan golongan darah ibu dan janin.
  5. Polycythemia — Peningkatan jumlah sel darah merah yang berlebih.

Situasional

  1. Asi kurang — Kurangnya asupan ASI yang menyebabkan dehidrasi dan peningkatan bilirubin.
  2. Penyakit kuning obstruktif — Hambatan aliran empedu yang menyebabkan akumulasi bilirubin.

Kondisi Klinis Terkait

  1. Icterus sklera — Kekuningan pada bagian putih mata.
  2. Icterus integumen — Kekuningan pada kulit yang dimulai dari wajah dan menyebar ke bawah.
  3. Jaundice pathologis — Ikterus yang muncul dalam 24 jam pertama setelah kelahiran.
  4. Bilirubin >15 mg/dL — Kadar bilirubin yang sangat tinggi dan berpotensi merusak otak.
  5. Kerentanan terhadap infeksi — Risiko infeksi yang meningkat pada neonatus ikterik.
  6. Suara tangis lemah — Tanda depresi pada neonatus dengan ikterus berat.

SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)

Luaran Utama:

Cairan Intravaskuler — Kadar bilirubin serum kembali normal dan kulit tidak lagi berwarna kuning.

Luaran Tambahan:

  1. Warna Kulit — Warna kulit kembali normal tanpa kekuningan.
  2. Asupan Nutrisi — Neonatus mampu menyusu dengan baik dan adekuat.
  3. Polimorfisme — Pola makan dan tidur neonatus normal.
  4. Suhu Tubuh — Suhu tubuh stabil dalam rentang normal.
  5. Pengetahuan Orang Tua — Orang tua memahami manajemen ikterus neonatus.

SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)

Ikterik Neonatus (Ikterus Neonatus)

Intervensi Utama:

  • Manajemen Fototerapi — Pemberian terapi cahaya untuk menurunkan kadar bilirubin.
  • Pengelolaan Nutrisi — Meningkatkan frekuensi menyusu untuk mempercepat eliminasi bilirubin.
  • Manajemen Penggantian Darah — Melakukan transfusi tukar darah jika bilirubin sangat tinggi.

Intervensi Pendukung:

  • Identifikasi Risiko — Memantau faktor-faktor risiko ikterus pada neonatus.
  • Edukasi Orang Tua — Memberikan informasi tentang ikterus dan tanda bahaya yang perlu diwaspadai.
  • Pengelolaan Suhu Tubuh — Mempertahankan suhu tubuh stabil selama fototerapi.

Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)

Comments

One response to “D.0024 Ikterik Neonatus (Ikterus Neonatus)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *