![]()
D.0022 Hipervolemia
Definisi
Kelebihan cairan intravaskuler.
Penyebab
Fisiologis
- Gagal jantung kongestif — Ketidakmampuan jantung memompa darah secara efektif menyebabkan akumulasi cairan.
- Gagal ginjal — Gangguan fungsi ginjal dalam mengeluarkan kelebihan cairan dari tubuh.
- Sirosis hepatik — Penyakit hati yang mengganggu produksi albumin dan menyebabkan retensi cairan.
- Sindrom nefrotik — Hilangnya protein melalui urin yang menyebabkan edema.
- Hiperaldosteronisme — Peningkatan hormon aldosteron yang meningkatkan retensi natrium dan air.
Situasional
- Asupan cairan berlebih — Konsumsi cairan yang melebihi kemampuan tubuh untuk mengeluarkannya.
- Penggunaan cairan intravena berlebih — Pemberian cairan IV yang berlebihan selama perawatan.
Kondisi Klinis Terkait
- Edema perifer — Pembengkakan pada ekstremitas bawah akibat penumpukan cairan.
- Edema pulmonal — Penumpukan cairan di paru-paru yang menyebabkan sesak napas.
- Peningkatan berat badan — Kenaikan berat badan yang cepat akibat retensi cairan.
- Distensi vena jugularis — Pembesaran vena di leher akibat tekanan darah vena yang meningkat.
- Peningkatan tekanan darah — Tekanan darah sistolik dan diastolik yang meningkat.
- Sesak napas — Kesulitan bernapas akibat cairan di paru-paru.
- Mual dan muntah — Gangguan pencernaan akibat edema pada saluran cerna.
- Bising napas basah — Suara abnormal saat auskultasi paru-paru akibat cairan.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Cairan Intravaskuler — Volume cairan intravaskuler kembali ke batas normal.
Luaran Tambahan:
- Keseimbangan Cairan — Keseimbangan cairan dan elektrolit terpenuhi.
- Perfusi Jaringan — Aliran darah ke jaringan adekuat.
- Elektrolit dan Asam Basa — Kadar elektrolit dan asam basa dalam batas normal.
- Pernapasan — Pola napas dan saturasi oksigen dalam batas normal.
- Pengetahuan — Pasien memahami kondisi dan manajemen hipervolemia.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Hipervolemia
Intervensi Utama:
- Pengelolaan Cairan — Membatasi asupan cairan dan memantau keseimbangan cairan.
- Manajemen Peredaran Darah — Memantau tanda vital dan tanda-tanda hipervolemia.
- Manajemen Edema — Mengurangi edema melalui pengangkatan kaki dan kompresi.
- Pengelolaan Diuretik — Memberikan dan memantau efek diuretik sesuai program pengobatan.
Intervensi Pendukung:
- Pengelolaan Diet — Membatasi asupan natrium sesuai program diet.
- Edukasi Kesehatan — Memberikan informasi tentang manajemen cairan di rumah.
- Dukungan Emosional — Membantu pasien mengatasi stres terkait kondisi kronis.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)

Tinggalkan Balasan