![]()
![]()
D.0092 Ketidakberdayaan
Definisi
Persepsi bahwa tindakan seseorang tidak akan mempengaruhi hasil secara signifikan; persepsi yang kurang kontrol pada situasi saat ini atau yang akan datang.
Penyebab
Fisiologis
- Kondisi medis yang membatasi — Penyakit kronis atau kondisi medis yang mengurangi kemampuan fisik untuk melakukan aktivitas..
Psikologis
- Kurangnya kepercayaan diri — Rasa tidak mampu yang berulang memperkuat persepsi ketidakberdayaan..
- Pengalaman kegagalan sebelumnya — Kegagalan di masa lalu memperkuat keyakinan bahwa tindakan tidak akan berhasil..
Situasional
- Program perawatan/pengobatan yang kompleks — Rangkaian perawatan yang rumit membuat pasien merasa kewalahan..
- Lingkungan tidak mendukung perawatan — Kurangnya fasilitas atau dukungan dari lingkungan sekitar..
- Interaksi interpersonal tidak memuaskan — Hubungan yang buruk dengan tenaga kesehatan atau keluarga..
Kondisi Klinis Terkait
- Diagnosis yang tidak terduga atau baru — Diagnosis penyakit yang tiba-tiba menimbulkan rasa tidak berdaya..
- Peristiwa traumatis — Pengalaman traumatis yang mengganggu rasa kontrol..
- Diagnosis penyakit kronis — Penyakit jangka panjang yang mengurangi harapan kesembuhan..
- Diagnosis penyakit terminal — Penyakit akhir stadium yang menimbulkan rasa putus asa..
- Rawat inap — Kondisi dirawat di rumah sakit yang membatasi otonomi..
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Pengendalian Diri — Klien menunjukkan peningkatan persepsi kontrol terhadap situasi dan kemampuan untuk mempengaruhi hasil..
Luaran Tambahan:
- Keterlibatan dalam Perawatan — Klien aktif berpartisipasi dalam pengambilan keputusan perawatan..
- Kemampuan Koping — Klien menunjukkan strategi koping yang lebih efektif..
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Ketidakberdayaan
Intervensi Utama:
- Peningkatan Rasa Kontrol — Perawat membantu klien mengidentifikasi area kehidupan yang masih dapat dikontrol..
- Penguatan Koping Adaptif — Perawat mendukung klien dalam mengembangkan strategi koping yang realistis..
Intervensi Pendukung:
- Kolaborasi Keluarga — Perawat melibatkan keluarga dalam mendukung otonomi klien..
- Referensi Profesional — Perawat merujuk klien ke psikolog atau konselor jika diperlukan..
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)
Tinggalkan Balasan