![]()
![]()
D.0138 Risiko Cedera Pada Janin
Definisi :
Berisiko mengalami bahaya atau kerusakan fisik pada janin selama proses kehamilan dan persalinan
Faktor Risiko
- Besarnya ukuran janin
- Malposisi janin
- Induksi persalinan
- Persalinan lama kala |, || dan |||
- Disfungsi uterus
- Kecemasan yang berlebihan tentang proses persalinan
- Riwayat persalinan sebelumnya
- Usia ibu (<15 tahun atau >35 tahun)
- Paritas banyak
- Efek metode/intervensi bedah selama persalinan
- Nyeri pada abdomen
- Nyeri pada jalan lahir
- Penggunaan alat bantu persalinan
- Kelelahan
- Merokok
- Efek agen farmakologis
- Pengaruh budaya
- Pola makan yang tidak sehat
- Faktor ekonomi
- Konsumsi alkohol
- Terpapar agen teratogen
Kondisi Klinis Terkait
- Ketuban Pecah Sebelum Waktunya (KPSW)
- Infeksi
- Penyakit penyerta: asma, hipertensi, penyakit menular seksual, AIDS
- Masalah kontraksi
- Efek pengobatan pada ibu
sumber :
D.0138 Risiko Cedera Pada Janin
Definisi
Berisiko mengalami cedera fisik pada janin selama proses kehamilan, persalinan, atau shortly setelah lahir.
Faktor Risiko
- Prematuritas — Janin lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu memiliki organ yang belum matang.
- Berat lahir rendah (< 2500 g) — Janin dengan berat badan kurang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
- Distosia bahu — Kesulitan lahirnya bahu janin meningkatkan risiko cedera.
- Prolapsus tali pusat — Tali pusat keluar sebelum janin, mengganggu aliran darah.
- Gawat janin — Penurunan oksigenasi ke janin selama proses persalinan.
- Macrosomia — Janin dengan berat badan berlebih (> 4000 g) meningkatkan risiko cedera persalinan.
Kondisi Klinis Terkait
- Penurunan gerakan janin — Pergerakan janin berkurang atau tidak terasa oleh ibu.
- Gawat janin intrapartum — Pola detak jantung janin abnormal selama persalinan.
- Skor APGAR rendah — Penilaian kondisi bayi baru lahir menunjukkan penurunan.
- Kuning pada kulit bayi — Ikterus neonatal yang mengindikasikan masalah hati atau darah.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Proteksi — Janin/bayi tidak mengalami cedera fisik selama atau setelah proses persalinan.
Luaran Tambahan:
- Keamanan — Persalinan berjalan aman tanpa komplikasi yang membahayakan janin.
- Status Perkembangan — Janin/bayi menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan usia.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Risiko Cedera Pada Janin
Intervensi Utama:
- Manajemen Risiko Cedera Janin — Memantau detak jantung janin secara berkala dan mengidentifikasi tanda-tanda gawat janin.
Intervensi Pendukung:
- Pemantauan Kehamilan — Melakukan pemantauan kehamilan secara rutin untuk mengidentifikasi komplikasi dini.
- Edukasi Ibu — Memberikan edukasi tentang tanda-tanda gawat janin dan kapan harus ke fasilitas kesehatan.
- Persiapan Persalinan — Memastikan persiapan persalinan memadai untuk mengurangi risiko komplikasi.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)


Ketegangan Peran Pemberi Asuhan0132 Perilaku Kekerasan

Tinggalkan Balasan