![]()
![]()
D.0093 Ketidakmampuan Koping Keluarga
Definisi
Ketidakmampuan keluarga untuk mengatasi perubahan gaya hidup secara memadai sehubungan dengan krisis kesehatan.
Penyebab
Fisiologis
- Kondisi kesehatan anggota keluarga — Penyakit kronis atau kondisi medis yang mempengaruhi seluruh anggota keluarga..
Psikologis
- Pola koping yang berbeda — Perbedaan strategi koping di antara anggota keluarga..
- Hubungan keluarga ambivalen — Hubungan yang tidak konsisten antar anggota keluarga..
Situasional
- Krisis keluarga — Peristiwa mendadak yang mengganggu stabilitas keluarga..
- Konflik keluarga yang belum terselesaikan — Masalah yang berkepanjangan dan tidak terselesaikan..
- Resistensi terhadap perawatan kompleks — Penolakan keluarga terhadap program perawatan yang rumit..
Kondisi Klinis Terkait
- Penyakit Alzheimer — Penyakit degeneratif yang membebani keluarga secara emosional dan fisik..
- AIDS — Penyakit menular yang menimbulkan stigma dan beban keluarga..
- Kanker — Penyakit serius yang memerlukan dukungan jangka panjang..
- Penyakit kronis lainnya — Arthritis, rematoid, dan kondisi kronis lainnya..
- Penyalahgunaan zat — Kecanduan yang mempengaruhi dinamika keluarga..
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Koping Keluarga — Keluarga menunjukkan kemampuan yang adekuat dalam mengatasi perubahan dan krisis kesehatan..
Luaran Tambahan:
- Kohesi Keluarga — Hubungan antar anggota keluarga menjadi lebih harmonis..
- Kemandirian Keluarga — Keluarga mampu mengurus kebutuhan anggota yang sakit secara mandiri..
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Ketidakmampuan Koping Keluarga
Intervensi Utama:
- Penguatan Koping Keluarga — Perawat membantu keluarga mengidentifikasi dan memperkuat strategi koping yang ada..
- Penyuluhan Keluarga — Perawat memberikan edukasi tentang cara mengatasi krisis kesehatan keluarga..
Intervensi Pendukung:
- Dukungan Sosial — Perawat menghubungkan keluarga dengan sumber dukungan sosial dan komunitas..
- Konseling Keluarga — Perawat merujuk keluarga ke layanan konseling jika diperlukan..
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)
Tinggalkan Balasan