D.0044 Inkontinensia Urin Berlebih.

Written by

in

,

Loading

Loading

D.0044 Inkontinensia Urin Berlebih.

Definisi

Pengeluaran urin secara involunter dalam volume yang berlebihan, melebihi kapasitas kandung kemih, yang menyebabkan kebocoran urin dalam jumlah besar.


Penyebab

Fisiologis:

  1. Kapasitas kandung kemih berkurang — Penurunan volume kandung kemih akibat fibrosis atau peradangan.
  2. Kontraksi kandung kemih involunter — Kontraksi otot detrusor yang tidak terkontrol.
  3. Resistensi uretra berkurang — Melemahnya sfingter uretra yang tidak mampu menahan tekanan.

Psikologis:

  1. Gangguan persepsi kandung kemih — Ketidakmampuan merasakan kapan kandung kemih penuh.
  2. Ansietas — Kecemasan yang mempengaruhi kontrol sfingter.

Situasional:

  1. Penggunaan obat diuretik — Obat yang meningkatkan produksi urin secara signifikan.
  2. Asupan cairan berlebih — Konsumsi cairan yang melebihi kebutuhan tubuh.
  3. Posisi berbaring — Pada pasien bedridden, gravitasi mempengaruhi retensi urin.

Kondisi Klinis Terkait

  1. Hiperaktifitas kandung kemih — Kontraksi detrusor yang berlebihan dan tidak terkontrol.
  2. Diabetes mellitus tidak terkontrol — Peningkatan produksi urin akibat hiperglikemia.
  3. Gagal jantung kongestif — Retensi cairan yang mempengaruhi fungsi kandung kemih.
  4. Tumor kandung kemih — Tumor yang mengganggu kapasitas dan fungsi kandung kemih.

SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)

Luaran Utama:

Volume urin terkontrol — Frekuensi dan volume kebocoran urin berkurang secara signifikan.

Luaran Tambahan:

  1. Kapasitas kandung kemih meningkat — Kandung kemih mampu menampung urin dalam volume yang lebih besar.
  2. Kulit tetap kering — Tidak terjadi iritasi atau dermatitis akibat kontak urin berlebih.

SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)

D.0044 Inkontinensia Urin Berlebih

Intervensi Utama:

  • Pengawasan eliminasi urin — Mencatat volume dan frekuensi pengeluaran urin secara teratur.
  • Pengelolaan asupan cairan — Mengatur waktu dan jumlah asupan cairan untuk mengurangi produksi urin.
  • Latihan kandung kemih — Melatih kapasitas kandung kemih melalui penjadwalan eliminasi bertahap.

Intervensi Pendukung:

  • Perawatan kulit — Menjaga kebersihan dan kekeringan kulit untuk mencegah iritasi.
  • Pengelolaan penggunaan obat — Mengevaluasi efek obat terhadap produksi urin.
  • Edukasi pasien — Memberikan informasi tentang teknik pengelolaan inkontinensia urin berlebih.

Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)

Comments

One response to “D.0044 Inkontinensia Urin Berlebih.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *