![]()
![]()
D.0044 Inkontinensia Urin Berlebih.
Definisi
Pengeluaran urin secara involunter dalam volume yang berlebihan, melebihi kapasitas kandung kemih, yang menyebabkan kebocoran urin dalam jumlah besar.
Penyebab
Fisiologis:
- Kapasitas kandung kemih berkurang — Penurunan volume kandung kemih akibat fibrosis atau peradangan.
- Kontraksi kandung kemih involunter — Kontraksi otot detrusor yang tidak terkontrol.
- Resistensi uretra berkurang — Melemahnya sfingter uretra yang tidak mampu menahan tekanan.
Psikologis:
- Gangguan persepsi kandung kemih — Ketidakmampuan merasakan kapan kandung kemih penuh.
- Ansietas — Kecemasan yang mempengaruhi kontrol sfingter.
Situasional:
- Penggunaan obat diuretik — Obat yang meningkatkan produksi urin secara signifikan.
- Asupan cairan berlebih — Konsumsi cairan yang melebihi kebutuhan tubuh.
- Posisi berbaring — Pada pasien bedridden, gravitasi mempengaruhi retensi urin.
Kondisi Klinis Terkait
- Hiperaktifitas kandung kemih — Kontraksi detrusor yang berlebihan dan tidak terkontrol.
- Diabetes mellitus tidak terkontrol — Peningkatan produksi urin akibat hiperglikemia.
- Gagal jantung kongestif — Retensi cairan yang mempengaruhi fungsi kandung kemih.
- Tumor kandung kemih — Tumor yang mengganggu kapasitas dan fungsi kandung kemih.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Volume urin terkontrol — Frekuensi dan volume kebocoran urin berkurang secara signifikan.
Luaran Tambahan:
- Kapasitas kandung kemih meningkat — Kandung kemih mampu menampung urin dalam volume yang lebih besar.
- Kulit tetap kering — Tidak terjadi iritasi atau dermatitis akibat kontak urin berlebih.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
D.0044 Inkontinensia Urin Berlebih
Intervensi Utama:
- Pengawasan eliminasi urin — Mencatat volume dan frekuensi pengeluaran urin secara teratur.
- Pengelolaan asupan cairan — Mengatur waktu dan jumlah asupan cairan untuk mengurangi produksi urin.
- Latihan kandung kemih — Melatih kapasitas kandung kemih melalui penjadwalan eliminasi bertahap.
Intervensi Pendukung:
- Perawatan kulit — Menjaga kebersihan dan kekeringan kulit untuk mencegah iritasi.
- Pengelolaan penggunaan obat — Mengevaluasi efek obat terhadap produksi urin.
- Edukasi pasien — Memberikan informasi tentang teknik pengelolaan inkontinensia urin berlebih.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)
Tinggalkan Balasan