D.0042 Inkontinensia Urin Berlanjut.

Written by

in

,

Loading

Loading

D.0042 Inkontinensia Urin Berlanjut.

Definisi

Ketidakmampuan volunteer mengontrol pengeluaran urin secara terus-menerus atau berulang yang berlangsung dalam jangka waktu lama setelah episode inkontinensia sebelumnya.


Penyebab

Fisiologis:

  1. Penurunan tonus sfingter uretra — Melemahnya otot sfingter uretra yang mengontrol retensi urin.
  2. Kerusakan saraf — Kerusakan saraf yang mengontrol fungsi kandung kemih dan sfingter.
  3. Kebocoran sfingter uretra — Ketidakmampuan sfingter menutup sempurna akibat kerusakan struktural.

Psikologis:

  1. Gangguan citra diri — Penurunan kepercayaan diri akibat ketidakmampuan mengontrol urin.
  2. Stres kronis — Kondisi stres berkepanjangan yang mempengaruhi kontrol sfingter.

Situasional:

  1. Riwayat persalinan pervaginam — Persalinan normal yang dapat merusak struktur pelvis.
  2. Pembedahan pelvis — Operasi pada area pelvis yang mempengaruhi sfingter urin.
  3. Penuaan — Perubahan fisiologis terkait usia yang mempengaruhi elastisitas jaringan.

Kondisi Klinis Terkait

  1. Inkontinensia stres — Kebocoran urin akibat peningkatan tekanan intraabdomen.
  2. Inkontinensia urgensi — Kebocoran urin akibat kontraksi kandung kemih yang tidak terkontrol.
  3. Inkontinensia campuran — Kombinasi dari inkontinensia stres dan urgensi.
  4. Prolaps organ pelvis — Turunnya organ pelvis yang mempengaruhi fungsi kandung kemih.

SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)

Luaran Utama:

Kontrol inkontinensia urin membaik — Frekuensi dan volume kebocoran urin berkurang secara signifikan.

Luaran Tambahan:

  1. Kulit tetap kering dan utuh — Tidak terjadi iritasi atau dermatitis akibat kontak urin.
  2. Penggunaan alat bantu berkurang — Kebutuhan akan popok atau alat penampung urin berkurang.

SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)

D.0042 Inkontinensia Urin Berlanjut

Intervensi Utama:

  • Program latihan kandung kemih — Membantu pasien menjadwalkan waktu ke toilet secara teratur untuk melatih kontrol.
  • Penguatan otot dasar panggul — Melatih kekuatan otot pelvic floor melalui latihan Kegel.
  • Manajemen cairan — Mengatur pola asupan cairan untuk mengurangi frekuensi kebocoran.

Intervensi Pendukung:

  • Perawatan kulit — Menjaga kebersihan dan kekeringan kulit untuk mencegah iritasi.
  • Edukasi pasien — Memberikan informasi tentang teknik pengelolaan inkontinensia.
  • Dukungan psikososial — Membantu pasien mengatasi gangguan citra diri dan harga diri.

Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)

Comments

One response to “D.0042 Inkontinensia Urin Berlanjut.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *