![]()
![]()
D.0033 Risiko Disfungsi Motilitas Gastrointestinal.
Definisi
Risiko mengalami penurunan kemampuan saluran pencernaan untuk menggerakkan makanan secara efektif melalui saluran gastrointestinal.
Faktor Risiko
- Kurang aktivitas fisik — Kurangnya aktivitas fisik yang mempengaruhi motilitas usus.
- Perubahan pola makan — Pola makan yang tidak teratur atau tidak sehat.
- Pembedahan saluran pencernaan — Riwayat operasi pada saluran gastrointestinal.
- Hipersensitivitas reseptor rektal — Peningkatan sensitivitas reseptor rektal terhadap distensi.
- Respon emosional terhadap makanan — Faktor psikologis yang mempengaruhi motilitas gastrointestinal.
- Penggunaan obat antikolinergik — Obat yang menghambat aktivitas parasimpatik dan memperlambat motilitas.
- Penggunaan opioid — Obat penghilang nyeri yang memperlambat pergerakan usus.
- Asupan cairan yang tidak adekuat — Kurangnya asupan cairan yang diperlukan untuk motilitas usus.
Kondisi Klinis Terkait
- Pembedahan saluran pencernaan — Riwayat operasi yang mempengaruhi struktur dan fungsi saluran pencernaan.
- Cedera spinal — Cedera yang mempengaruhi kontrol saraf terhadap motilitas gastrointestinal.
- Penyakit Parkinson — Gangguan neurologis yang mempengaruhi motilitas usus.
- Anoreksia nervosa — Gangguan makan yang mempengaruhi fungsi gastrointestinal.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Motilitas gastrointestinal optimal — Tidak terjadi disfungsi motilitas gastrointestinal pada pasien.
Luaran Tambahan:
- Pola eliminasi gastrointestinal normal — Pasien memiliki pola buang air besar yang teratur.
- Tidak ada keluhan gastrointestinal — Pasien tidak mengeluhkan mual, muntah, atau distensi abdomen.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
D.0033 Risiko Disfungsi Motilitas Gastrointestinal
Intervensi Utama:
- Pengawasan motilitas gastrointestinal — Memantau pola eliminasi, frekuensi, konsistensi feses, dan tanda-tanda disfungsi motilitas.
- Manajemen nutrisi — Merencanakan asupan makanan yang sesuai untuk mendukung motilitas gastrointestinal.
- Manajemen aktivitas fisik — Mendorong aktivitas fisik yang sesuai untuk merangsang motilitas usus.
Intervensi Pendukung:
- Edukasi pola makan — Memberikan informasi tentang pentingnya pola makan sehat dan teratur.
- Manajemen stres — Membantu pasien mengelola stres yang dapat mempengaruhi motilitas gastrointestinal.
- Pengelolaan penggunaan obat — Mengevaluasi efek obat yang dapat mempengaruhi motilitas dan berkonsultasi dengan dokter.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)

Tinggalkan Balasan