![]()
![]()
D.0148 Risiko Termoregulasi Tidak Efektif
Definisi :
Berisiko mengalami kegagalan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.
Faktor Resiko
- 1. cedera otak akut.
- 2. dehidrasi.
- 3. pakaian yang tidak sesuai untuk suhu lingkungan.
- 4. peningkatan area permukaan tubuh tehrhadap rasio berat badan
- 5. Kebutuhan oksigen meningkat
- 6. Perubahan laju metabolisme
- 7. Proses penyakit (mis.infeksi).
- 8. Suhu lingkungan ekstrim.
- 9. Suplai lemak subkutan tidak memadai.
- 10. Proses penuaan.
- 11. Berat badan ekstrim.
- 12. Efek agen farmaksologis (mis.sedasi).
Kondisi Klinis Terkait
- 1.Cedera otak akut.
- 2.dehidrasi.
- 3.trauma.
sumber :
D.0148 Risiko Termoregulasi Tidak Efektif
Definisi
Berisiko mengalami fluktuasi suhu tubuh di luar rentang normal akibat ketidakmampuan tubuh dalam mengatur suhu secara efektif.
Faktor Risiko
- Usia ekstrem — Bayi dan lansia memiliki mekanisme termoregulasi yang belum atau sudah tidak optimal.
- Penurunan metabolisme — Gangguan metabolik menurunkan kemampuan tubuh menghasilkan atau melepaskan panas.
- Gangguan hipotalamus — Kerusakan atau gangguan pada pengatur suhu pusat.
- Paparan suhu ekstrem — Paparan terhadap suhu sangat panas atau sangat dingin.
- Obat-obatan tertentu — Agen farmakologis tertentu mengganggu mekanisme termoregulasi.
- Penyakit sistemik — Gangguan thyroid, infeksi, atau gangguan autoimun.
Kondisi Klinis Terkait
- Fluktuasi suhu tubuh — Suhu tubuh berubah-ubah di luar rentang normal (demam atau hipotermia).
- Menggigil atau berkeringat berlebihan — Respons tubuh terhadap perubahan suhu yang tidak efektif.
- Perubahan laju metabolisme — Peningkatan atau penurunan laju metabolisme yang tidak sesuai.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Suhu Inti Tubuh — Suhu inti tubuh tetap dalam rentang normal (36–37,5°C).
Luaran Tambahan:
- Proteksi — Tubuh terlindungi dari fluktuasi suhu yang ekstrem.
- Pengetahuan — Pasien/keluarga memahami cara menjaga stabilitas suhu tubuh.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Risiko Termoregulasi Tidak Efektif
Intervensi Utama:
- Manajemen Termoregulasi — Mempertahankan suhu tubuh tetap stabil dengan mengatur lingkungan dan menggunakan selimut atau pakaian yang sesuai.
Intervensi Pendukung:
- Manajemen Lingkungan — Mengatur suhu ruangan agar tetap nyaman dan stabil.
- Pemantauan Suhu Tubuh — Memantau suhu inti tubuh secara berkala untuk mendeteksi perubahan dini.
- Edukasi Termoregulasi — Memberikan edukasi tentang cara menjaga stabilitas suhu tubuh.
- Pemantauan Status Klinis — Memantau tanda vital dan gejala yang berkaitan dengan termoregulasi.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)



Ketegangan Peran Pemberi Asuhan0132 Perilaku Kekerasan
