![]()
D.0003 Gangguan Pertukaran Gas
Definisi
Gangguan Pertukaran Gas adalah kelebihan atau kekurangan oksigenasi (masuknya oksigen ke dalam tubuh) dan/atau eliminasi (pengeluaran) karbondioksida pada membran alveolus-kapiler (selaput tipis di paru tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi antara udara dan darah).
Penyebab
- Ketidakseimbangan ventilasi-perfusi — Ketidaksesuaian antara aliran udara ke paru (ventilasi) dan aliran darah di paru (perfusi), sehingga pertukaran gas tidak optimal.
- Perubahan membran alveolus-kapiler — Selaput paru menjadi tebal, kaku, atau rusak sehingga pertukaran oksigen dan karbon dioksida terganggu.
Gejala dan Tanda Mayor
Mayor berarti tanda-tanda utama atau yang paling khas dari gangguan ini.
Subjektif (apa yang dirasakan pasien):
- Dispnea — Pasien merasa sesak napas atau sulit bernapas.
Objektif (yang bisa diamati oleh perawat/dokter):
- PCO2 meningkat atau menurun — Tekanan parsial karbon dioksida dalam darah tidak normal (tinggi berarti karbon dioksida tidak terbuang, rendah berarti terlalu banyak terbuang).
- PO2 menurun — Tekanan parsial oksigen dalam darah rendah, menandakan tubuh kekurangan oksigen.
- Takikardia — Detak jantung lebih cepat dari normal (lebih dari 100 kali/menit) sebagai kompensasi kekurangan oksigen.
- pH arteri meningkat atau menurun — Kadar keasaman darah dari pembuluh nadi tidak normal, bisa terjadi asidosis (terlalu asam) atau alkalosis (terlalu basa).
- Bunyi napas tambahan — Terdengar suara napas abnormal seperti mengi (wheezing) atau krekels (crackles) saat diperiksa dengan stetoskop.
Gejala dan Tanda Minor
Minor berarti tanda-tanda tambahan yang mungkin menyertai gangguan ini.
Subjektif (apa yang dirasakan pasien):
- Pusing — Pasien merasa kepala berputar atau ringan karena kurang oksigen ke otak.
- Penglihatan kabur — Penglihatan menjadi tidak jelas karena kurangnya suplai oksigen ke mata.
Objektif (yang bisa diamati):
- Sianosis — Warna bibir, ujung jari, atau kulit kebiruan karena kekurangan oksigen dalam darah.
- Diaforesis — Banyak berkeringat, terutama di wajah dan dada.
- Gelisah — Pasien tidak tenang, sulit diam, sering bergerak-gerak.
- Napas cuping hidung — Cuping hidung mengembang saat bernapas, menandakan upaya napas berat.
- Pola napas abnormal — Pola napas bisa cepat (takipnea) atau lambat (bradipnea), teratur atau tidak teratur, dalam atau dangkal.
- Warna kulit abnormal (pucat, kebiruan) — Kulit tampak pucat atau kebiruan karena kurang oksigen.
- Kesadaran menurun — Pasien menjadi bingung, mengantuk, atau sulit diajak bicara.
Kondisi Klinis Terkait
Kondisi-kondisi medis yang sering menyertai gangguan pertukaran gas:
- Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) — Penyakit paru yang menyebabkan penyumbatan saluran napas secara permanen.
- Gagal Jantung Kongestif — Jantung tidak mampu memompa darah dengan baik sehingga cairan menumpuk di paru.
- Asma — Radang kronis pada saluran napas yang membuat napas berat dan mengi.
- Pneumonia — Infeksi pada jaringan paru yang mengisi kantung udara dengan cairan atau nanah.
- Tuberkulosis Paru — Infeksi bakteri yang merusak jaringan paru.
- Penyakit Membran Hialin — Penumpukan membran tipis di kantung udara paru, sering pada bayi prematur.
- Asfiksia — Kekurangan oksigen total yang mengancam jiwa.
- Persistent Pulmonary Hypertension of Newborn (PPHN) — Tekanan darah tinggi di pembuluh darah paru pada bayi baru lahir.
- Prematuritas — Bayi lahir sebelum waktunya dengan paru yang belum matang.
- Infeksi Saluran Napas — Infeksi yang mengganggu aliran udara di saluran pernapasan.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Pertukaran Gas — Proses masuknya oksigen dan keluarnya karbondioksida di paru-paru berjalan adekuat.
Luaran Tambahan:
- Keseimbangan Asam-Basa — Kadar keasaman darah dalam rentang normal.
- Konservasi Energi — Kemampuan mengatur tenaga agar tidak cepat lelah.
- Perfusi Paru — Aliran darah ke jaringan paru-paru berjalan lancar.
- Respons Ventilasi Mekanik — Tubuh merespons baik terhadap bantuan mesin ventilator jika diperlukan.
- Tingkat Delirium — Tingkat kebingungan atau gangguan kesadaran terkontrol.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Gangguan Pertukaran Gas
Intervensi Utama:
- Pemantauan Respirasi — Memantau frekuensi, kedalaman, pola napas, dan saturasi oksigen secara rutin.
- Terapi Oksigen — Memberikan suplementasi oksigen tambahan sesuai kebutuhan pasien.
Intervensi Pendukung:
- Dukungan Berhenti Merokok — Membantu pasien berhenti merokok untuk menjaga kesehatan paru.
- Dukungan Ventilasi — Merawat dan memastikan alat ventilator berfungsi dengan baik.
- Edukasi Berhenti Merokok — Memberikan informasi tentang bahaya rokok bagi kesehatan paru.
- Edukasi Pengukuran Respirasi — Mengajarkan cara memantau pernapasan sendiri.
- Edukasi Fisioterapi Dada — Mengajarkan teknik latihan untuk membersihkan lendir dari paru.
- Fisioterapi Dada — Teknik fisik untuk membantu pengeluaran lendir dari saluran napas.
- Manajemen Ventilasi Mekanik — Mengatur dan memantau penggunaan mesin ventilator.
- Pencegahan Aspirasi — Mencegah masuknya cairan atau makanan ke saluran napas.
- Pemberian Obat — Memberikan obat sesuai resep untuk mengatasi gangguan pertukaran gas.
- Pemberian Obat Inhalasi — Memberikan obat melalui hirupan untuk membuka saluran napas.
- Pemberian Obat Interpleura — Memberikan obat ke dalam rongga pleura (selaput paru) jika diperlukan.
- Pemberian Obat Intradermal — Memberikan obat melalui suntikan ke lapisan kulit.
- Pemberian Obat Intramuskular — Memberikan obat melalui suntikan ke otot.
- Pemberian Obat Intravena — Memberikan obat melalui infus ke pembuluh darah.
- Manajemen Asam-Basa — Menjaga keseimbangan asam-basa dalam tubuh.
- Manajemen Asam-Basa: Alkalosis Respiratorik — Mengatasi kondisi darah terlalu basa akibat pernapasan berlebih.
- Manajemen Asam-Basa: Asidosis Respiratorik — Mengatasi kondisi darah terlalu asam akibat penumpukan karbon dioksida.
- Manajemen Energi — Membantu pasien mengatur aktivitas agar tidak kelelahan.
- Manajemen Jalan Napas — Menjaga kepatenan saluran napas dari sumbatan.
- Manajemen Jalan Napas Buatan — Merawat alat bantu napas buatan seperti ventilator.
- Pemberian Obat Oral — Memberikan obat melalui mulut.
- Pengaturan Posisi — Menempatkan pasien dalam posisi terbaik untuk pernapasan.
- Pengambilan Sampel Darah Arteri — Mengambil sampel darah dari pembuluh nadi untuk pemeriksaan gas darah.
- Penyapihan Ventilasi Mekanik — Membantu proses pelepasan ventilator secara bertahap.
- Perawatan Emboli Paru — Merawat kondisi penyumbatan pembuluh darah paru oleh bekuan darah.
- Perawatan Selang Dada — Merawat selang chest tube yang membuang cairan dari rongga dada.
- Reduksi Ansietas — Mengurangi rasa cemas pasien.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)
