![]()
![]()
D.0078 Nyeri Kronis
Definisi
Pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat dan konstan, yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
Penyebab
- Fisiologis — Kondisi muskuloskeletal kronis, kerusakan sistem saraf, penekanan saraf, infiltrasi tumor, gangguan imunitas, gangguan fungsi metabolik.
- Psikologis — Tekanan emosional, riwayat penganiayaan, riwayat penyalahgunaan obat/zat.
- Situasional — Riwayat posisi kerja statis, peningkatan indeks massa tubuh, kondisi pasca trauma.
Kondisi Klinis Terkait
- Kondisi kronis — Arthritis reumatoid, osteoarthritis, fibromyalgia.
- Infeksi — HIV/AIDS, herpes zoster, tuberkulosis.
- Cedera medula spinalis — Nyeri neuropatik akibat kerusakan sumsum tulang belakang.
- Kondisi pasca trauma — Nyeri pasca kecelakaan atau cedera.
- Tumor — Nyeri akibat pertumbuhan tumor atau metastasis.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Tingkat Nyeri — Klien melaporkan penurunan intensitas nyeri dan peningkatan kemampuan dalam aktivitas sehari-hari.
Luaran Tambahan:
- Kontrol Nyeri — Klien mampu menerapkan strategi pengelolaan nyeri secara efektif.
- Fungsi Fisik — Klien mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan tingkat nyeri yang terkendali.
- Kualitas Hidup — Klien melaporkan peningkatan kualitas hidup meskipun mengalami nyeri kronis.
- Koping Adaptif — Klien menggunakan strategi koping yang sehat untuk mengatasi nyeri kronis.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
D.0078 Nyeri Kronis
Intervensi Utama:
- Manajemen Nyeri Kronis — Menggunakan pendekatan multimodal untuk pengelolaan nyeri kronis.
- Pendidikan Self-Management — Mengajarkan klien strategi pengelolaan nyeri mandiri.
Intervensi Pendukung:
- Terapi Fisik — Program latihan fisik untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan.
- Dukungan Emosional — Membantu klien mengatasi depresi dan ansietas terkait nyeri kronis.
- Terapi Komplementer — Akupuntur, pijat, atau terapi lainnya sebagai pelengkap pengobatan.
- Konsultasi Multidisiplin — Kerja sama dengan berbagai disiplin ilmu untuk pengelolaan nyeri yang komprehensif.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)





