![]()
![]()
D.0143 Risiko Jatuh.
Definisi :
Berisiko mengalami kerusakan fisik dan gangguan kesehatan akibat terjatuh.
Faktor Risiko
- Usia >65 tahun (pada dewasa) atau <2 tahun (pada anak).
- Riwayat jatuh.
- Anggota gerak bawah prostesis (buatan).
- Penggunaan alat bantu berjalan.
- Penurunan tingkat kesadaran.
- Perubahan fungsi kognitif.
- Lingkungan tidak aman (mis. licin, gelap, lingkungan asing).
- Kondisi pasca operasi.
- Hipotensi ortostatik.
- Perubahan kadar glukosa darah.
- Anemia.
- Kekuatan otot menurun.
- Gangguan pendengaran.
- Gangguan keseimbangan.
- Gangguan penglihatan (mis. glaukoma, katarak, ablasio, retina, neuritis optikus).
- Neuropati.
- Efek agen farmakologis (mis. sedasi, alkohol, anastesi umum).
Kondisi Klinis Terkait
- Osteoporosis.
- Kejang.
- Penyakit sebrovaskuler.
- Katarak.
- Glaukoma.
- Demensia.
- Hipotensi.
- Amputasi.
- Intoksikasi.
- Preeklampsi.
sumber :
D.0143 Risiko Jatuh
Definisi
Berisiko mengalami penurunan posisi tubuh ke tingkat yang lebih rendah sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan.
Faktor Risiko
- Gangguan keseimbangan — Gangguan pada sistem vestibular atau propriosepsi meningkatkan risiko jatuh.
- Gangguan penglihatan — Penurunan visi mengganggu kemampuan melihat bahaya.
- Kelemahan otot — Penurunan kekuatan otot tungkai dan inti mengganggu stabilitas.
- Gangguan mobilitas — Keterbatasan gerak atau penggunaan alat bantu jalan.
- Usia ekstrem — Bayi dan lansia memiliki risiko jatuh lebih tinggi.
- Lingkungan yang tidak aman — Permukaan licin, pencahayaan buruk, atau kekacauan di lantai.
- Gangguan kognitif — Penurunan kemampuan berpikir mengganggu penilaian bahaya.
Kondisi Klinis Terkait
- Riwayat jatuh sebelumnya — Pernah mengalami jatuh menunjukkan risiko berulang.
- Presyncope atau sinkop — Perasaan mau pingsan atau pingsan mendadak.
- Gerakan tidak stabil — Berjalan dengan langkah tidak mantap atau berat sebelah.
- Ketidakmampuan menggunakan alat bantu — Tidak mampu menggunakan tongkat atau kursi roda dengan benar.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Proteksi — Pasien tidak mengalami jatuh selama perawatan.
Luaran Tambahan:
- Keamanan — Lingkungan perawatan bebas dari faktor-faktor yang dapat menyebabkan jatuh.
- Pengetahuan — Pasien/keluarga memahami cara mencegah jatuh.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Risiko Jatuh
Intervensi Utama:
- Manajemen Risiko Jatuh — Melakukan skrining risiko jatuh secara berkala dan menerapkan intervensi pencegahan yang sesuai.
Intervensi Pendukung:
- Pengelolaan Lingkungan — Memastikan lingkungan aman dengan pencahayaan adequate, permukaan tidak licin, dan pegangan tangan tersedia.
- Edukasi Pencegahan Jatuh — Memberikan edukasi tentang cara berpindah dengan aman dan penggunaan alat bantu.
- Pemantauan Mobilitas — Memantau kemampuan mobilitas pasien dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan.
- Promosi Dukungan Keluarga — Melibatkan keluarga dalam pencegahan jatuh.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)



Ketegangan Peran Pemberi Asuhan0132 Perilaku Kekerasan
