![]()
![]()
D.0146 Risiko Perilaku Kekerasan
Definisi :
Berisiko membahayakan secara fisik, emosi dan / atau seksual pada diri sendiri atau orang lain.
Faktor Risiko :
- Pemikiran waham/delusi.
- Curiga pada orang lain.
- Halusinasi.
- Berencana bunuh diri.
- Disfungsi sistem keluarga.
- Kerusakan kognitif.
- Disorientasi atau konfusi.
- Kerusakan kognitif.
- Persepsi pada lingkungan tidak akurat.
- Alam perasaan depresi.
- Riwayat kekerasan pada hewan.
- Kelainan neurologis.
- Lingkungan tidak teratur.
- Penganiayaan atau pengabaian anak.
- Riwayat atau ancaman kekerasan terhadap diri sendiri atau orang lain atau destruksi properti orang lain.
- Impulsif.
Kondisi Klinis Terkait :
- Penganiayaan fisik, psikologis atau seksual.
- Sindrom otak organik (mis. penyakit Alzheimer).
- Gangguan perilaku.
- Oppositional defiant disorder.
- Depresi.
- Serangan panik.
- Gangguan Tourette.
- Delirium.
- Demensia.
- Gangguan Amnestik.
- Halusinasi.
- Upaya bunuh diri.
- Abnormalitas neurotransmitter otak.
sumber :
D.0146 Risiko Perilaku Kekerasan
Definisi
Berisiko mengalami kemarahan yang diekspresikan secara berlebihan dan tidak terkendali secara verbal sampai dengan mencederai orang lain dan/atau merusak lingkungan.
Faktor Risiko
- Gangguan jiwa — Skizofrenia, gangguan bipolar, atau gangguan kepribadian tertentu.
- Penyalahgunaan zat/alkohol — Pengaruh zat terlarang atau alkohol meningkatkan perilaku agresif.
- Riwayat kekerasan sebelumnya — Pernah melakukan atau menjadi korban kekerasan.
- Stres berat — Tekanan emosional atau situasional yang ekstrem.
- Gangguan impulsivitas — Ketidakmampuan mengendalikan dorongan marah.
- Lingkungan yang tidak mendukung — Kekerasan di rumah atau komunitas.
Kondisi Klinis Terkait
- Ekspresi marah verbal — Mengancam, memaki, atau berbicara dengan nada kasar.
- Agitasi motorik — Gerakan gelisah, mengepalkan tangan, atau menendang benda.
- Ekspresi wajah marah — Mimik wajah menunjukkan kemarahan yang intens.
- Riwayat kekerasan — Pernah melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain atau benda.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Perilaku — Pasien tidak menunjukkan perilaku kekerasan terhadap orang lain atau lingkungan.
Luaran Tambahan:
- Kesejahteraan Emosional — Pasien mengalami penurunan intensitas kemarahan.
- Interaksi Sosial — Pasien mampu berinteraksi dengan orang lain tanpa kekerasan.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Risiko Perilaku Kekerasan
Intervensi Utama:
- Manajemen Risiko Perilaku Kekerasan — Mengidentifikasi pemicu kemarahan dan menerapkan intervensi deeskalasi.
Intervensi Pendukung:
- Edukasi Pengendalian Impuls — Memberikan edukasi tentang cara mengenali tanda-tanda awal kemarahan dan strategi pengendalian diri.
- Pengelolaan Lingkungan — Mengurangi stimulus yang dapat memicu perilaku kekerasan.
- Promosi Dukungan Keluarga — Melibatkan keluarga dalam proses pengendalian perilaku kekerasan.
- Pemantauan Perilaku — Memantau dan mendokumentasikan episode perilaku kekerasan serta pemicunya.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)


Ketegangan Peran Pemberi Asuhan0132 Perilaku Kekerasan

Tinggalkan Balasan