![]()
![]()
D.0094 Koping Defensif
Definisi
Proyeksi evaluasi diri untuk melindungi diri dari ancaman terhadap harga diri.
Penyebab
Fisiologis
- Kondisi medis yang mengancam — Penyakit atau kondisi yang mengancam citra diri..
Psikologis
- Konflik antara persepsi diri dan sistem nilai — Ketidaksesuaian antara citra diri dan nilai-nilai yang dianut..
- Takut mengalami kegagalan — Kecemasan berlebih terhadap kemungkinan gagal..
- Takut mengalami penghinaan — Ketakutan akan perlakuan merendahkan dari orang lain..
- Kurangnya rasa percaya pada orang lain — Ketidakmampuan untuk mempercayai orang lain..
- Kurangnya kepercayaan diri — Rasa tidak mampu yang mendasari perilaku defensif..
- Harapan yang tidak realistis — Ekspektasi berlebih yang sulit tercapai..
Situasional
- Kurangnya dukungan sistem pendukung — Tidak adanya orang yang dapat diandalkan..
- Takut terhadap dampak situasi — Kecemasan terhadap konsekuensi dari kondisi yang dihadapi..
Kondisi Klinis Terkait
- Penyakit kronis — Kondisi jangka panjang yang mengancam harga diri..
- Penyalahgunaan zat — Kecanduan yang menimbulkan rasa malu..
- ADHD — Gangguan yang mempengaruhi perilaku dan interaksi sosial..
- Gangguan perilaku — Kondisi yang mempengaruhi kemampuan beradaptasi..
- Delirium — Gangguan fungsi kognitif akut..
- Demensia — Penurunan fungsi kognitif yang progresif..
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Perlindungan Diri yang Adaptif — Klien mampu menggunakan mekanisme pertahanan yang sehat dan tidak merugikan..
Luaran Tambahan:
- Penerimaan Diri — Klien mulai menerima kekuatan dan kelemahan diri sendiri..
- Hubungan interpersonal — Klien mampu membangun hubungan yang lebih terbuka dan jujur..
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Koping Defensif
Intervensi Utama:
- Peningkatan Kesadaran Diri — Perawat membantu klien mengenali mekanisme pertahanan yang digunakan..
- Penguatan Harga Diri — Perawat mendukung klien dalam membangun harga diri yang realistis..
Intervensi Pendukung:
- Terapi Pendukung — Perawat menyediakan suasana yang aman untuk curhat dan ekspresi perasaan..
- Kolaborasi Psikolog — Perawat merujuk klien ke psikolog untuk terapi lebih lanjut..
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)
Tinggalkan Balasan