![]()
![]()
D.0081 Berduka
Definisi
Respons normal terhadap kehilangan seseorang atau sesuatu yang berharga, yang melibatkan proses emosional, kognitif, dan perilaku untuk beradaptasi dengan kehilangan tersebut.
Penyebab
- Fisiologis — Perubahan hormonal dan neurologis yang terjadi selama proses berduka.
- Psikologis — Kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, perceraian, atau kehilangan anggota tubuh.
- Situasional — Kurangnya dukungan sosial, kehilangan jaringan sosial, atau perubahan peran sosial.
Kondisi Klinis Terkait
- Kematian pasangan — Kehilangan pendamping hidup.
- Kematian anak — Kehilangan anak atau keguguran.
- Kehilangan pekerjaan — Pemutusan hubungan kerja atau pensiun.
- Perceraian — Berakhirnya hubungan perkawinan.
- Kehilangan anggota tubuh — Amputasi atau kehilangan fungsi anggota tubuh.
- Kehilangan kemampuan — Kehilangan kemampuan fisik atau mental akibat penyakit.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Tingkat Berduka — Klien mampu melewati proses berduka dan mulai beradaptasi dengan kehilangan.
Luaran Tambahan:
- Koping Adaptif — Klien menggunakan strategi koping yang sehat untuk mengatasi kehilangan.
- Dukungan Sosial — Klien memiliki jaringan dukungan sosial yang memadai.
- Kualitas Hidup — Klien mampu menjalani kehidupan secara bermakna meskipun mengalami kehilangan.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
D.0081 Berduka
Intervensi Utama:
- Dukungan Proses Berduka — Mendampingi klien melalui tahapan proses berduka.
- Pemantauan Emosional — Memantau ekspresi emosi klien dan mengidentifikasi tanda-tanda berduka yang patologis.
Intervensi Pendukung:
- Dukungan Emosional — Memberikan pendengaran yang empati dan validasi perasaan klien.
- Dukungan Kelompok — Merujuk ke kelompok pendukung berduka.
- Aktivitas Bermakna — Membantu klien menemukan makna dan tujuan baru dalam hidup.
- Konsultasi Spesialis — Merujuk ke psikolog atau psikiater jika diperlukan penanganan lebih lanjut.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)






Tinggalkan Balasan