![]()
![]()
D.0080 Ansietas
Definisi
Kondisi emosi dan pengalaman subyektif terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya yang memungkinkan individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman.
Penyebab
- Fisiologis — Gangguan neurotransmitter, ketidakseimbangan hormon, atau kondisi medis yang menyebabkan gejala ansietas.
- Psikologis — Krisis situasional, krisis maturasional, ancaman terhadap konsep diri, ancaman terhadap kematian, kekhawatiran mengalami kegagalan.
- Situasional — Disfungsi sistem keluarga, hubungan orang tua-anak tidak memuaskan, penyalahgunaan zat, terpapar bahaya lingkungan, kurang terpapar informasi.
Kondisi Klinis Terkait
- Penyakit kronis — Kondisi medis berkepanjangan yang menyebabkan ketidakpastian.
- Penyakit akut — Kondisi mendadak yang mengancam jiwa.
- Hospitalisasi — Perpisahan dari keluarga dan rutinitas normal.
- Rencana operasi — Ketakutan terhadap prosedur medis dan hasilnya.
- Kondisi diagnosis belum jelas — Ketidakpastian terhadap kondisi kesehatan.
- Penyakit neurologis — Gangguan pada sistem saraf yang mempengaruhi regulate emosi.
- Tahap tumbuh kembang — Transisi perkembangan yang menimbulkan stres.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Tingkat Ansietas — Klien melaporkan penurunan tingkat ansietas dan mampu mengidentifikasi sumber ansietas.
Luaran Tambahan:
- Koping Adaptif — Klien menggunakan strategi koping yang sehat untuk mengatasi ansietas.
- Fungsi Sehari-hari — Klien mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa gangguan ansietas yang signifikan.
- Relaksasi — Klien mampu mencapai tingkat relaksasi yang adekuat.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
D.0080 Ansietas
Intervensi Utama:
- Reduksi Ansietas — Membantu klien mengidentifikasi dan mengatasi sumber ansietas.
- Terapi Relaksasi — Mengajarkan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam dan meditasi.
Intervensi Pendukung:
- Dukungan Emosional — Memberikan pendengaran yang empati dan validasi perasaan klien.
- Pendidikan Kesehatan — Memberikan informasi yang akurat untuk mengurangi ketidakpastian.
- Teknik Distraksi — Mengalihkan perhatian dari sumber ansietas melalui aktivitas yang menyenangkan.
- Terapi Kognitif — Membantu klien mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif.
- Dukungan Sosial — Memperkuat jaringan dukungan sosial klien.
- Konsultasi Spesialis — Merujuk ke psikiater jika diperlukan pengobatan farmakologis.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)





Tinggalkan Balasan