![]()
![]()
D.0037 Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit.
Definisi
Risiko mengalami penurunan atau peningkatan kadar elektrolit dalam tubuh yang di luar batas normal, termasuk natrium, kalium, kalsium, klorida, dan fosfat.
Faktor Risiko
- Diare berat — Kehilangan cairan dan elektrolit melalui feses yang berlebihan.
- Muntah berulang — Kehilangan elektrolit melalui muntah yang berkepanjangan.
- Penggunaan diuretik — Obat diuretik meningkatkan ekskresi elektrolit melalui urin.
- Terapi infus volumetrik — Pemberian cairan intravena dapat mempengaruhi keseimbangan elektrolit.
- Gangguan fungsi ginjal — Penurunan kemampuan ginjal mengatur keseimbangan elektrolit.
- Gangguan fungsi adrenal — Penurunan produksi hormon aldosteron yang mengatur elektrolit.
- Luka bakar luas — Kehilangan elektrolit melalui luka bakar yang luas.
- Operasi gastrointestinal — Kehilangan elektrolit selama dan setelah pembedahan saluran cerna.
- Syok — Penurunan perfusi jaringan yang mempengaruhi distribusi elektrolit.
- Asupan nutrisi tidak adekuat — Kurangnya asupan makanan yang mengandung elektrolit essensial.
- Penggunaan steroid — Obat steroid mempengaruhi retensi dan ekskresi elektrolit.
- Gangguan hormonal — Gangguan kelenjar endokrin yang mempengaruhi metabolisme elektrolit.
Kondisi Klinis Terkait
- Gagal ginjal akut atau kronis — Penurunan fungsi ginjal yang mengganggu keseimbangan elektrolit.
- Ketoasidosis diabetik — Gangguan metabolisme glukosa yang mempengaruhi keseimbangan elektrolit.
- Hiperaldosteronisme — Peningkatan produksi aldosteron yang mengganggu keseimbangan elektrolit.
- Sirosis hati — Gangguan fungsi hati yang mempengaruhi metabolisme elektrolit.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Keseimbangan elektrolit terjaga — Kadar elektrolit dalam darah tetap dalam rentang normal.
Luaran Tambahan:
- Fungsi kardiovaskular stabil — Tidak ada gangguan irama jantung akibat ketidakseimbangan elektrolit.
- Fungsi neuromuskular optimal — Tidak ada kelemahan atau kejang akibat gangguan elektrolit.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
D.0037 Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit
Intervensi Utama:
- Pengawasan elektrolit — Memantau kadar elektrolit serum secara berkala dan mengidentifikasi perubahan.
- Manajemen cairan — Mengatur asupan dan output cairan untuk menjaga keseimbangan elektrolit.
- Pengelolaan diet — Merencanakan diet yang sesuai dengan kebutuhan elektrolit pasien.
Intervensi Pendukung:
- Pengawasan tanda vital — Memantau tanda vital terutama irama jantung dan tekanan darah.
- Pengelolaan penggunaan obat — Mengevaluasi efek obat terhadap keseimbangan elektrolit.
- Edukasi pasien — Memberikan informasi tentang tanda-tanda ketidakseimbangan elektrolit.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)
Tinggalkan Balasan