D.0035 Risiko Ikterik Neonatus.

Loading

Loading

D.0035 Risiko Ikterik Neonatus.

Definisi

Risiko mengalami peningkatan kadar bilirubin dalam darah yang menyebabkan pewarnaan kuning pada kulit dan sklera mata pada neonatus.


Faktor Risiko

  1. Usia kehamilan kurang dari 38 minggu — Prematuritas memperlambat metabolisme bilirubin di hati.
  2. Berat badan lahir rendah — Neonatus dengan BBL rendah memiliki risiko lebih tinggi.
  3. Asfiksia neonatus — Kekurangan oksigen selama proses persalinan.
  4. Rhesus inkompatibel — Inkompatibilitas golongan darah antara ibu dan janin.
  5. Golongan darah ibu O — Ibu dengan golongan darah O memiliki risiko antibodi terhadap janin.
  6. Pemberian susu formula dini — Pemberian susu formula sebelum ASI eksklusif.
  7. Prematuritas — Kematangan organ hati yang belum optimal pada bayi prematur.
  8. Infeksi intrauterin — Infeksi yang terjadi selama kehamilan.
  9. Contusio lahir — Memar akibat tekanan selama proses persalinan.
  10. Perdarahan subaponeurotika — Pendarahan di bawah jaringan ikat kulit kepala.
  11. Hematoma kongenital — Pengumpulan darah abnormal pada jaringan.
  12. Diabetes melitus ibu — Kadar gula tinggi pada ibu hamil mempengaruhi metabolisme janin.
  13. Obesitas ibu hamil — Indeks massa tubuh ibu yang berlebihan selama kehamilan.

Kondisi Klinis Terkait

  1. Penyakit hemolitik bayi baru lahir — Perusakan sel darah merah yang berlebihan pada neonatus.
  2. Infeksi neonatal — Infeksi yang terjadi pada periode neonatal.
  3. Sepsis neonatal — Infeksi darah yang terjadi pada bayi baru lahir.
  4. Obstruksi usus bawaan — Penyumbatan saluran cerna bawaan yang meningkatkan reabsorpsi bilirubin.

SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)

Luaran Utama:

Tidak terjadi ikterik neonatus — Kadar bilirubin dalam darah tetap dalam batas normal.

Luaran Tambahan:

  1. Kulit tidak kuning — Warna kulit dan sklera mata neonatus tetap normal.
  2. Asupan nutrisi adekuat — Neonatus mampu menyusu dengan baik untuk memacu eliminasi bilirubin.

SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)

D.0035 Risiko Ikterik Neonatus

Intervensi Utama:

  • Pengawasan tanda ikterik — Memantau warna kulit, sklera mata, dan kadar bilirubin secara berkala.
  • Fototerapi — Memberikan terapi cahaya sesuai indikasi untuk menurunkan kadar bilirubin.
  • Manajemen hidrasi — Memastikan asupan cairan adekuat untuk mempercepat eliminasi bilirubin.

Intervensi Pendukung:

  • Dukungan menyusui — Membantu ibu menyusui secara eksklusif untuk mempercepat eliminasi bilirubin.
  • Edukasi orang tua — Memberikan informasi tentang tanda-tanda ikterik dan kapan harus segera ke rumah sakit.
  • Pencegahan hipotermia — Menjaga suhu tubuh neonatus tetap stabil untuk mengurangi kebutuhan metabolik.

Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)

Comments

One response to “D.0035 Risiko Ikterik Neonatus.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *