![]()
D.0027 Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Definisi
Ketidakmampuan untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam batas normal, yang teridentifikasi dari kadar glukosa darah puasa yang berulang di luar rentang normal (70-110 mg/dL).
Penyebab
Fisiologis
- Diabetes mellitus — Gangguan metabolisme karbohidrat akibat kurangnya produksi atau resistensi insulin.
- Gangguan fungsi pankreas — Kerusakan sel beta pankreas yang menghasilkan insulin.
- Gangguan hormonal — Ketidakseimbangan hormon seperti kortisol atau growth hormone.
- Gangguan hati — Penyakit hati yang mempengaruhi penyimpanan dan pelepasan glukosa.
- Obat-obatan tertentu — Penggunaan steroid atau obat yang mempengaruhi metabolisme glukosa.
Situasional
- Pola makan tidak seimbang — Konsumsi karbohidrat sederhana yang berlebih atau tidak teratur.
- Stres — Tekanan psikologis yang meningkatkan kadar kortisol dan glukosa.
- Kurang aktivitas fisik — Minimnya olahraga yang membantu metabolisme glukosa.
Kondisi Klinis Terkait
- Poliuria — Frekuensi buang air kecil yang meningkat akibat glukosa berlebih dalam urin.
- Polidipsia —> Rasa haus yang berlebih akibat dehidrasi osmotik.
- Polyphagia — Rasa lapar yang berlebih meskipun sudah makan.
- Kelelahan — Rasa lelah yang konstan akibat gangguan metabolisme energi.
- Penglihatan kabur — Gangguan penglihatan akibat perubahan indeks refraksi lensa.
- Luka sulit sembuh — Proses penyembuhan luka yang terganggu.
SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)
Luaran Utama:
Kadar Glukosa Darah — Kadar glukosa darah puasa dalam rentang normal (70-110 mg/dL).
Luaran Tambahan:
- Pola Nutrisi — Pola makan yang seimbang dan teratur.
- Pengetahuan — Memahami manajemen diabetes dan pengendalian glukosa darah.
- Manajemen Diri — Kemampuan mengelola kondisi secara mandiri.
- Komplikasi — Tidak ada komplikasi akibat ketidakstabilan glukosa darah.
SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)
Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Intervensi Utama:
- Pengelolaan Diet — Membantu perencanaan diet yang sesuai untuk mengendalikan kadar glukosa darah.
- Manajemen Pengobatan — Memberikan dan memantau efek pengobatan antidiabetes.
- Monitoring Glukosa Darah — Memantau kadar glukosa darah secara berkala.
Intervensi Pendukung:
- Edukasi Kesehatan — Memberikan informasi tentang manajemen diabetes dan tanda-tanda hipoglikemia/hiperglikemia.
- Aktivitas — Mendorong aktivitas fisik yang sesuai untuk membantu metabolisme glukosa.
- Dukungan Emosional — Membantu pasien mengatasi stres terkait manajemen diabetes kronis.
Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)
Tinggalkan Balasan