Kategori: Keamanan dan Proteksi-14

  • L.14137-Tingkat Infeksi.

    L.14137 — Tingkat Infeksi

    Definisi

    Verbalisasi peningkatan risiko terpapar patogen (kuman penyebab penyakit) yang menyebabkan reaksi peradangan.

    📖 Infeksi adalah masuknya kuman (bakteri, virus, jamur, parasit) ke dalam tubuh yang menyebabkan peradangan. Tubuh merespons dengan demam, bengkak, kemerahan, dan nyeri di area yang terinfeksi.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Suhu tubuh — Demam (suhu >37,5°C) bisa tanda infeksi
    • Denyut nadi — Nadi cepat (takikardia) bisa tanda tubuh melawan infeksi
    • Frekuensi napas — Napas cepat bisa tanda infeksi paru atau respons tubuh terhadap infeksi
    • Tekanan darah — Hipotensi bisa tanda syok septik (infeksi berat menyebar ke seluruh tubuh)
    • Luka/area operasi — Kemerahan, bengkak, panas, nyeri, atau nanah di area luka = tanda infeksi
    • Darah laboratorium — Leukosit (sel darah putih) tinggi = tubuh melawan infeksi
    • Suhu kulit — Hangat di area tertentu bisa tanda infeksi lokal
    • Kelelahan — Tubuh menghabiskan energi untuk melawan infeksi
    • Nyeri — Nyeri di area yang terinfeksi
    • Nanah/kotoran berwarna — Keluar cairan keruh dari luka = tanda infeksi

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.14138-Tingkat Jatuh.

    L.14138 — Tingkat Jatuh

    Definisi

    Kerentanan terhadap kejatuhan yang mengakibatkan cedera fisik.

    📖 Tingkat jatuh menggambarkan seberapa besar risiko seseorang untuk jatuh. Faktor risiko jatuh meliputi usia lanjut, gangguan penglihatan, kelemahan otot, efek obat, dan kondisi lingkungan yang tidak aman.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Risiko jatuh teridentifikasi — Faktor risiko jatuh sudah dikenali dan dipantau
    • Lingkungan aman — Tidak ada halangan atau permukaan licin di sekitar
    • Penggunaan alat bantu — Menggunakan tongkat, walker, atau alat bantu lain jika diperlukan
    • Kekuatan otot — Otot cukup kuat untuk menjaga keseimbangan
    • Penglihatan — Penglihatan cukup baik untuk melihat halangan
    • Tidak ada pusing — Tidak merasa pusing saat berdiri atau berjalan
    • Pengetahuan pencegahan jatuh — Memahami cara mencegah jatuh
    • Tidak ada kejadian jatuh — Tidak mengalami jatuh selama perawatan
    • Pemantauan — Tanda vital dipantau secara teratur
    • Obat yang menyebabkan pusing — Efek samping obat yang mempengaruhi keseimbangan sudah diminimalkan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.14133-Status Imum.

    L.14133 — Status Imun

    Definisi

    Kondisi pertahanan tubuh terhadap agen invasi (kuman yang masuk ke tubuh).

    📖 Sistem imun adalah pertahanan tubuh melawan kuman penyakit. Status imun yang baik berarti tubuh bisa melawan infeksi dengan efektif. Sistem imun yang lemah membuat tubuh mudah terserang penyakit.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Suhu tubuh — Demam atau suhu rendah bisa tanda gangguan imun
    • Frekuensi nadi — Perubahan denyut jantung bisa menyertai respons imun
    • Frekuensi napas — Napas cepat bisa tanda infeksi atau respons imun
    • Leukosit — Jumlah sel darah putih (normal: 4.000–11.000/μL). Rendah = imun lemah; tinggi = infeksi atau peradangan
    • Nyeri — Nyeri di area yang terinfeksi atau meradang
    • Kelelahan — Tubuh menghabiskan energi untuk melawan kuman
    • Demam — Suhu tubuh meningkat sebagai respons imun terhadap infeksi
    • Pembengkakan kelenjar getah bening — Kelenjar di leher, ketiak, atau pangkal paha membengkak (tanda tubuh melawan infeksi)
    • Luka yang lambat sembuh — Luka tidak kunjung sembuh bisa tanda imun lemah
    • Infeksi berulang — Sering terkena infeksi yang sama berulang kali

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.14134 – Termoregulasi

    L.14134 — Termoregulasi

    Definisi

    Kemampuan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang yang kompatibel untuk kehidupan.

    📖 Termoregulasi adalah kemampuan tubuh menjaga suhu tetap stabil (±36,5–37,5°C). Tubuh memiliki mekanisme untuk memproduksi panas (menggigil) atau membuang panas (berkeringat) sesuai kebutuhan.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Suhu tubuh — Suhu normal: 36,5–37,5°C. Di atas 37,5°C = demam; di bawah 35°C = hipotermia
    • Kulit dingin — Kulit terasa dingin saat disentuh, bisa tanda hipotermia atau sirkulasi buruk
    • Menggigil — Otot bergetar tak terkendali sebagai respons tubuh untuk menghasilkan panas
    • Berkeringat — Produksi keringat berlebih sebagai upaya mendinginkan tubuh
    • Warna kulit — Pucat = sirkulasi terganggu; kemerahan = demam; kebiruan = hipotermia berat
    • Frekuensi nadi — Nadi cepat saat demam; lambat saat hipotermia
    • Frekuensi napas — Napas cepat saat demam; lambat saat hipotermia berat
    • Kram otot — Kejang otot bisa terjadi saat suhu tubuh sangat rendah
    • Tingkat kesadaran — Penurunan kesadaran pada hipotermia atau hipertermia berat

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.14136-Tingkat Cedera.

    L.14136 — Tingkat Cedera

    Definisi

    Tingkat kerusakan akibat eksporsi terhadap lingkungan terhadap struktur tubuh.

    📖 Cedera adalah kerusakan pada jaringan atau organ tubuh akibat kecelakaan, jatuh, pukulan, atau benturan. Cedera bisa ringan (lecet, memar) hingga berat (patah tulang, cedera otak).

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Nyeri — Rasa sakit di area yang cedera; intensitas diukur dari ringan hingga berat
    • Bengkak (edema) — Pembengkakan di area cedera karena peradangan atau perdarahan
    • Kemerahan — Kulit memerah di area cedera (tanda peradangan atau infeksi)
    • Panas di area cedera — Suhu kulit meningkat di area yang terluka
    • Penurunan fungsi — Berkurangnya kemampuan menggerakkan atau menggunakan bagian tubuh yang cedera
    • Perdarahan — Keluar darah dari area cedera
    • Memar — Perubahan warna kulit kebiruan/keunguan akibat perdarahan di bawah kulit
    • Deformitas — Perubahan bentuk tubuh (misalnya tulang patah yang tidak pada posisi normal)
    • Luka terbuka — Kulit terpotong atau robek, memperlihatkan jaringan di bawahnya
    • Sianosis — Bibir atau kulit membiru = tanda kurang oksigen akibat syok atau cedera berat

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.14125-Integritas Kulit dan Jaringan.

    L.14125 — Integritas Kulit dan Jaringan

    Definisi

    Kondisi kulit dan jaringan subkutan terhadap efek fisiologis dan endogen dari lingkungan.

    📖 Integritas kulit adalah kondisi kulit yang sehat, utuh, dan berfungsi dengan baik sebagai pelindung tubuh. Kulit yang rusak (luka, borok, luka bakar) membuat tubuh rentan terhadap infeksi.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Kulit utuh dan bersih — Tidak ada luka, lecet, memar, atau ruam
    • Elastisitas kulit — Kulit elastis saat dicubit (tanda hidrasi cukup)
    • Warna kulit — Warna kulit seragam, tidak ada perubahan warna yang tidak wajar
    • Suhu kulit — Suhu kulit hangat dan merata (tidak ada area yang terlalu panas atau dingin)
    • Kelembapan kulit — Kulit lembap, tidak terlalu kering atau terlalu berminyak
    • Tidak ada gatal — Tidak ada rasa gatal yang mengganggu
    • Luka sembuh — Jika ada luka, proses penyembuhan berjalan baik
    • Perawatan luka — Luka dibersihkan dan dibalut dengan benar
    • Tidak ada tekanan berlebih — Tidak ada area kulit yang mengalami tekanan terus-menerus (decubitus)

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.14126-Keamanan Lingkungan Rumah.

    L.14126 — Keamanan Lingkungan Rumah

    Definisi

    Pengaturan fisik rumah untuk menjamin keselamatan individu atau keluarga di rumah.

    📖 Keamanan lingkungan rumah adalah memastikan rumah aman dari bahaya seperti jatuh, keracunan, kebakaran, atau kecelakaan lainnya. Rumah yang aman mendukung pemulihan kesehatan dan mencegah cedera.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Lantai tidak licin — Permukaan lantai kering dan tidak licin untuk mencegah jatuh
    • Penerangan cukup — Ruangan terang agar bisa melihat dengan jelas dan menghindari halangan
    • Jalan bebas halangan — Tidak ada benda berserakan di jalan yang bisa menyebabkan terpeleset atau jatuh
    • Pagar tangga aman — Tangga memiliki pegangan dan tidak licin
    • Alat keselamatan tersedia — Ada alat pemadam api ringan, kotak P3K, atau alarm asap
    • Penyimpanan obat aman — Obat disimpan di tempat yang tidak terjangkau anak-anak
    • Kamar mandi aman — Ada pegangan di kamar mandi, lantai tidak licin
    • Stabilitas furnitur — Lemari dan furnitur berat tidak mudah roboh

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.14127-Kontrol Gejala.

    L.14127 — Kontrol Gejala

    Definisi

    Kemampuan mengurangi gejala kondisi penyakit yang mendasari untuk meningkatkan kenyamanan.

    📖 Kontrol gejala adalah kemampuan seseorang mengelola dan mengurangi gejala-gejala penyakit yang diderita (misalnya nyeri, demam, mual) agar merasa lebih nyaman dan bisa beraktivitas dengan baik.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Verbalisasi gejala — Pasien bisa menjelaskan gejala yang dirasakan
    • Gejala terkontrol — Gejala seperti nyeri, mual, atau demam bisa ditangani dengan baik
    • Penggunaan obat — Obat diminum sesuai dosis dan jadwal untuk mengontrol gejala
    • Kenyamanan meningkat — Pasien merasa lebih nyaman setelah penanganan gejala
    • Aktivitas terganggu minimal — Gejala tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari
    • Tidur cukup — Gejala tidak mengganggu kualitas tidur
    • Nafsu makan — Gejala tidak menyebabkan penurunan nafsu makan yang drastis

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.14128-Kontrol Resiko.

    L.14128 — Kontrol Resiko

    Definisi

    Kemampuan untuk mengurangi risiko yang teridentifikasi.

    📖 Kontrol risiko adalah kemampuan seseorang mengenali dan mengurangi faktor-faktor yang bisa membahayakan kesehatannya, seperti jatuh, infeksi, atau cedera.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Pengetahuan risiko — Pemahaman tentang faktor risiko yang dihadapi
    • Perubahan perilaku — Tindakan nyata untuk mengurangi risiko (misalnya menggunakan alat bantu jalan)
    • Penggunaan sumber daya — Memanfaatkan alat bantu, obat, atau dukungan untuk mengurangi risiko
    • Pengawasan diri — Kemampuan memantau kondisi diri sendiri
    • Lingkungan aman — Memastikan lingkungan sekitar aman dan tidak berisiko
    • Kepatuhan prosedur keselamatan — Mengikuti aturan keselamatan yang ditetapkan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.14130-Penyembuhan Luka.

    L.14130 — Penyembuhan Luka

    Definisi

    Proses pengembalian integritas kulit dan jaringan yang terputus.

    📖 Penyembuhan luka adalah proses alami tubuh memperbaiki jaringan yang rusak atau terpotong. Proses ini melibatkan pembekuan darah, pembersihan area luka, pembentukan jaringan baru, dan penutupan luka.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Ukuran luka — Panjang, lebar, dan kedalaman luka berkurang seiring waktu
    • Jaringan granulasi — Jaringan merah muda baru yang tumbuh di dasar luka (tanda penyembuhan baik)
    • Epitelisasi — Kulit baru menutupi permukaan luka dari pinggir ke tengah
    • Produksi eksudat — Jumlah cairan dari luka berkurang; cairan jernih = normal; keruh/bernanah = infeksi
    • Warna luka — Merah muda = sehat; hitam = nekrosis; kuning/hijau = infeksi
    • Bau luka — Tidak berbau = normal; berbau = infeksi
    • Nyeri — Nyeri berkurang seiring penyembuhan
    • Infeksi — Tidak ada tanda infeksi (kemerahan, bengkak, panas, nanah)
    • Pembengkakan — Edema di area luka berkurang
    • Jahitan/penutup luka — Luka operasi tertutup dengan baik, tidak terbuka

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)