Kategori: Keamanan dan Proteksi-14

  • L.14131-Respon Alergi Lokal.

    L.14131 — Respon Alergi Lokal

    Definisi

    Kondisi akibat paparan alergen (zat pemicu alergi) yang menyebabkan reaksi di area tertentu saja (tidak menyebar ke seluruh tubuh).

    📖 Alergi lokal adalah reaksi alergi yang hanya terjadi di area kontak dengan alergen, misalnya kulit gatal di area yang tersentuh, bengkak lokal, atau ruam. Tidak separah alergi sistemik, tapi tetap perlu ditangani.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Kemerahan (eritema) — Kulit memerah di area kontak dengan alergen
    • Gatal (pruritus) — Rasa gatal di area kulit yang terkena alergen
    • Bengkak (edema lokal) — Pembengkakan terbatas di area kontak
    • Ruam — Bintik-bintik atau gelembung di kulit akibat reaksi alergi
    • Nyeri — Rasa sakit atau tidak nyaman di area yang terkena
    • Panas di area kulit — Suhu kulit meningkat di area yang meradang
    • Bentol-bentol (papula) — Benjolan kecil di permukaan kulit
    • Kulit kering atau bersisik — Pada reaksi alergi kronis
    • Area yang terkena — Lokasi dan luas area kulit yang terkena alergi

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.14132-Respon Alergi Sistemik.

    L.14132 — Respon Alergi Sistemik

    Definisi

    Kondisi akibat paparan alergen (zat pemicu alergi) yang menyebabkan reaksi di seluruh tubuh.

    📖 Alergi sistemik (anafilaksis) adalah reaksi alergi berat yang melibatkan seluruh tubuh. Ini kondisi darurat yang bisa mengancam jiwa karena pembengkakan bisa menyumbat jalan napas dan tekanan darah bisa turun drastis.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Gatal-gatal (urtikaria) — Bintik-bintik merah dan gatal di seluruh kulit
    • Pembengkakan (angioedema) — Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan yang bisa menyumbat jalan napas
    • Bronkospasme — Kejang otot saluran napas yang membuat napas berbunyi mengi dan sesak
    • Hipotensi — Tekanan darah turun drastis (syok anafilaktik)
    • Takikardia — Detak jantung sangat cepat (>100 kali/menit)
    • Sesak napas — Kesulitan bernapas karena pembengkakan atau bronkospasme
    • Pusing — Kepala terasa ringan karena penurunan tekanan darah
    • Mual/muntah — Gangguan pencernaan sebagai bagian dari reaksi alergi
    • Pucat atau kebiruan — Kulit pucat atau kebiruan karena kurang oksigen
    • Pingsan — Kehilangan kesadaran akibat syok

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.14135 – Termoregulasi Neonatus.

    L.14135 — Termoregulasi Neonatus

    Definisi

    Kemampuan bayi baru lahir untuk mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.

    📖 Termoregulasi neonatus adalah kemampuan bayi baru lahir menjaga suhu tubuh tetap stabil (36,5–37,5°C). Bayi baru lahir rentan terhadap hipotermia karena tubuhnya masih belajar mengatur suhu.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Suhu tubuh stabil — Suhu tubuh bayi tetap dalam rentang normal
    • Kulit hangat — Kulit bayi terasa hangat saat disentuh
    • Tidak menggigil — Bayi tidak menggigil karena kedinginan
    • Tidak berkeringat berlebih — Bayi tidak kepanasan
    • Aktivitas normal — Bayi aktif bergerak dan tidak lesu
    • Makan aktif — Bayi menyusu dengan aktif
    • Penyelimutan memadai — Bayi menggunakan selimut yang cukup untuk menjaga kehangatan
    • Lingkungan hangat — Ruangan bayi hangat dan tidak berangin
    • Skin-to-skin contact — Kontak kulit ke kulit dengan ibu membantu menjaga kehangatan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)