Kategori: Psikologis

  • L.09069-Harga Diri

    L.09069 — Harga Diri

    Definisi

    Evaluasi individu terhadap nilai dirinya sendiri.

    📖 Harga diri adalah penilaian seseorang terhadap nilai dan kemampuan dirinya sendiri. Harga diri yang rendah bisa muncul saat seseorang merasa tidak berharga, gagal, atau tidak mampu — sering kali terjadi saat sakit atau mengalami perubahan kondisi.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Verbalisasi nilai diri — Mengungkapkan hal positif tentang dirinya
    • Penerimaan diri — Menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri
    • Kepercayaan diri — Yakin pada kemampuan diri sendiri
    • Interaksi sosial aktif — Bergaul dan berkomunikasi dengan orang lain tanpa rasa rendah diri
    • Perawatan diri — Merawat penampilan dan kebersihan diri
    • Penyelesaian tugas — Mampu menyelesaikan aktivitas sehari-hari
    • Dukungan dari orang lain — Mendapat pujian dan dukungan dari keluarga/teman
    • Tidak ada perilaku merugikan diri — Tidak melakukan hal-hal yang membahayakan diri sendiri

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09068-Harapan

    L.09068 — Harapan

    Definisi

    Keyakinan individu akan perubahan yang menguntungkan dirinya.

    📖 Harapan adalah keyakinan dan optimisme seseorang bahwa kondisinya akan membaik. Harapan yang kuat sangat penting dalam proses pemulihan kesehatan karena memberikan motivasi untuk menjalani pengobatan dan perawatan.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Optimisme — Keyakinan bahwa kondisi akan membaik
    • Motivasi — Kemauan untuk menjalani pengobatan dan perawatan
    • Partisipasi aktif — Terlibat aktif dalam proses pemulihan
    • Verbalisasi harapan — Mengungkapkan harapan dan cita-cita untuk masa depan
    • Dukungan sosial — Mendapat dukungan dari keluarga dan orang terdekat
    • Pencapaian tujuan kecil — Meraih target kecil yang memberikan motivasi
    • spiritualitas — Menemukan kekuatan dari keyakinan agama atau spiritual

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09067-Citra Tubuh

    L.09067 — Citra Tubuh

    Definisi

    Pandangan seseorang terhadap kondisi fisik dirinya.

    📖 Citra tubuh adalah gambaran mental seseorang tentang tubuhnya sendiri — bagaimana ia melihat, merasakan, dan mengevaluasi penampilan fisiknya. Citra tubuh bisa terpengaruh oleh penyakit, cedera, atau perubahan fisik.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Penerimaan tubuh — Menerima kondisi fisik diri sendiri
    • Pandangan realistis — Melihat tubuh secara objektif, tidak terlalu negatif atau berlebihan
    • Penampilan diri — Merawat penampilan dan kebersihan diri
    • Interaksi sosial — Tidak menghindari pergaulan karena citra tubuh negatif
    • Kepercayaan diri — Percaya diri dengan penampilan fisiknya
    • Verbalisasi perasaan — Mampu mengungkapkan perasaan tentang tubuhnya
    • Perubahan perilaku positif — Melakukan hal-hal yang meningkatkan kesehatan dan penampilan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09056-Identitas Seksual

    L.09056 — Identitas Seksual

    Definisi

    Kesadaran terhadap peran gender dalam kehidupan sehari-hari.

    📖 Identitas seksual adalah kesadaran seseorang tentang dirinya sebagai laki-laki atau perempuan, termasuk peran dan perilaku yang berkaitan dengan gender dalam kehidupan sehari-hari.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Penerimaan diri — Menerima diri sendiri sesuai identitas gendernya
    • Ekspresi diri — Mampu mengekspresikan diri sesuai identitasnya dengan percaya diri
    • Hubungan interpersonal — Memiliki hubungan yang sehat dengan orang lain
    • Perilaku sesuai identitas — Perilaku sehari-hari sesuai dengan identitas seksual yang diyakini
    • Tidak ada konflik identitas — Tidak merasa terganggu atau bingung dengan identitas gendernya
    • Dukungan lingkungan — Mendapat penerimaan dari lingkungan sekitar

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.08075-Ketahanan Komunitas

    L.08075 — Ketahanan Komunitas

    Definisi

    Kemampuan komunitas untuk menanggulangi tekanan dan perubahan untuk mempertahankan fungsi komunitas.

    📖 Ketahanan komunitas adalah kemampuan suatu masyarakat atau komunitas untuk menghadapi tantangan (bencana, wabah, krisis ekonomi) dan tetap berfungsi dengan baik. Komunitas yang tangguh memiliki sumber daya dan dukungan yang cukup.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Sumber daya tersedia — Komunitas memiliki akses ke kebutuhan dasar (makanan, air, tempat tinggal)
    • Dukungan sosial — Ada saluran komunikasi dan bantuan antar anggota komunitas
    • Kebersamaan — Anggota komunitas saling membantu dan bekerja sama
    • Kebersihan lingkungan — Lingkungan komunitas bersih dan sehat
    • Akses layanan kesehatan — Komunitas bisa mengakses fasilitas kesehatan yang dibutuhkan
    • Kepemimpinan komunitas — Ada pemimpin atau tokoh yang bisa mengkoordinasi respons saat krisis
    • Kesiapsiagaan — Komunitas sudah siap menghadapi bencana atau krisis
    • Pemulihan pasca-bencana — Komunitas mampu pulih setelah mengalami tantangan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.08066-Tingkat Nyeri

    L.08066 — Tingkat Nyeri

    Definisi

    Pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat dan konstan.

    📖 Nyeri adalah rasa sakit yang dirasakan oleh tubuh sebagai peringatan adanya kerusakan atau bahaya. Nyeri bisa akut (tiba-tiba, misalnya karena luka) atau kronis (berkepanjangan, misalnya nyeri punggung). Intensitasnya diukur dari skala 0–10.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Skala nyeri — Angka nyeri berkurang dari waktu ke waktu
    • Ekspresi wajah — Wajah tidak meringis atau menahan sakit
    • Sikap protektif — Tidak lagi menahan atau melindungi area yang sakit secara berlebihan
    • Gelisah berkurang — Tidak lagi gelisah karena nyeri
    • Tidur cukup — Bisa tidur tanpa gangguan nyeri
    • Frekuensi napas normal — Napas tidak cepat karena menahan sakit
    • Tekanan darah stabil — Tensi tidak naik karena nyeri
    • Frekuensi nadi normal — Detak jantung tidak cepat karena nyeri
    • Obat nyeri efektif — Obat penghilang nyeri bekerja dengan baik
    • Aktivitas terganggu minimal — Nyeri tidak mengganggi aktivitas sehari-hari
    • Relaksasi — Otot rileks, tidak tegang karena menahan sakit
    • Proses berpikir terganggu minimal — Bisa fokus dan berkonsentrasi dengan baik

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.08065-Tingkat Nausea

    L.08065 — Tingkat Nausea

    Definisi

    Rasa tidak nyaman yang tidak menyenangkan yang dapat berakhir dengan muntah.

    📖 Nausea adalah perasaan ingin muntah yang sangat tidak nyaman. Bisa disebabkan oleh banyak hal: efek obat, infeksi, masalah pencernaan, kehamilan, atau kondisi medis lainnya. Nausea yang berkepanjangan bisa menyebabkan dehidrasi dan kekurangan gizi.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Rasa ingin muntah — Frekuensi dan intensitas perasaan ingin muntah berkurang
    • Mual berkurang — Rasa tidak nyaman di perut berkurang
    • Tidak muntah — Tidak ada episode muntah
    • Asupan cairan — Kemampuan minum tanpa mual atau muntah
    • Asupan makan — Kemampuan makan tanpa rasa ingin muntah
    • Kulit lembap — Tidak dehidrasi akibat muntah berlebih
    • Elektrolit stabil — Kadar mineral dalam darah tetap normal meski ada muntah
    • Berat badan stabil — Tidak ada penurunan berat badan drastis akibat tidak bisa makan
    • Obat anti-mual efektif — Obat yang diberikan berhasil mengurangi mual

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.08064-Status Kenyamanan

    L.08064 — Status Kenyamanan

    Definisi

    Kondisi istirahat fisik, mental, dan emosional.

    📖 Kenyamanan adalah kondisi fisik dan psikologis yang membuat seseorang merasa tenang, rileks, dan tidak terganggu. Kenyamanan mempengaruhi kualitas tidur, pemulihan, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Tidur cukup — Durasi dan kualitas tidur memadai
    • Relaksasi — Otot rileks, tidak tegang
    • Wajah rileks — Ekspresi wajah tenang, tidak meringis atau tegang
    • Suasana hati stabil — Tidak mudah marah, cemas, atau sedih
    • Nyaman secara fisik — Tidak ada nyeri, gatal, atau ketidaknyamanan yang mengganggu
    • Lingkungan nyaman — Ruangan cukup terang, suhu pas, dan tidak bising
    • Kebutuhan spiritual terpenuhi — Bisa menjalankan ibadah atau aktivitas spiritual dengan tenang
    • Relasi sosial baik — Merasa diterima dan didukung oleh orang sekitar

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.08063-Kontrol Nyeri

    L.08063 — Kontrol Nyeri

    Definisi

    Tindakan untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri sampai tingkat yang dapat ditoleransi.

    📖 Kontrol nyeri adalah kemampuan seseorang mengelola rasa sakit agar tidak mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Nyeri diukur dari skala 0 (tidak nyeri) hingga 10 (nyeri paling berat).

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Skala nyeri — Angka nyeri yang dirasakan pasien berkurang dari waktu ke waktu
    • Ekspresi wajah — Wajah tidak lagi meringis atau menahan sakit
    • Istirahat cukup — Pasien bisa tidur dan beristirahat tanpa gangguan nyeri
    • Relaksasi — Otot tidak tegang karena menahan sakit
    • Posisi Nyaman — Pasien bisa menemukan posisi yang mengurangi nyeri
    • Aktivitas terganggu minimal — Nyeri tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari
    • Obat nyeri efektif — Obat penghilang nyeri bekerja dengan baik
    • Verbalisasi nyeri berkurang — Pasien menyatakan rasa sakit sudah berkurang

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)