Kategori: Psikologis

  • L.10102-Status Pertumbuhan

    L.10102 — Status Pertumbuhan

    Definisi

    Proses peningkatan ukuran fisik tubuh seiring bertambahnya usia.

    📖 Status pertumbuhan menggambarkan seberapa baik tubuh seseorang bertumbuh — dicerminkan dari berat badan, panjang/tinggi badan, dan ukuran kepala. Pertumbuhan yang baik sesuai usia menandakan nutrisi dan kesehatan yang memadai.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Berat badan — Berat badan sesuai kurva pertumbuhan untuk usia dan jenis kelamin
    • Panjang/tinggi badan — Panjang badan (bayi) atau tinggi badan (anak/dewasa) sesuai usia
    • Ukuran kepala (lingkar kepala) — Lingkar kepala sesuai usia (penting untuk bayi dan anak kecil)
    • IMT (Indeks Massa Tubuh) — Perbandingan berat dan tinggi badan dalam rentang normal
    • Pertumbuhan proporsional — Bagian tubuh tumbuh secara seimbang
    • Nutrisi memadai — Asupan makanan cukup untuk mendukung pertumbuhan
    • Kurva pertumbuhan — Mengikuti grafik pertumbuhan yang normal

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.10101-Status Perkembangan

    L.10101 — Status Perkembangan

    Definisi

    Proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi seiring bertambahnya usia.

    📖 Status perkembangan menggambarkan seberapa baik seseorang berkembang sesuai tahapan usianya — dari bayi yang belajar merangkak, anak yang belajar bicara, hingga orang dewasa yang menjalani kehidupan sehari-hari.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Perkembangan motorik — Kemampuan menggerakkan tubuh sesuai usia (duduk, berjalan, berlari)
    • Perkembangan bahasa — Kemampuan berkomunikasi sesuai usia (babadaba, bicara kalimat)
    • Perkembangan kognitif — Kemampuan berpikir dan belajar sesuai usia
    • Perkembangan sosial-emosional — Kemampuan berinteraksi dan mengelola emosi sesuai usia
    • Pertumbuhan fisik — Berat badan, panjang badan, dan ukuran kepala sesuai kurva pertumbuhan
    • Tahapan perkembangan — Mencapai milestone (tonggak perkembangan) sesuai usia
    • Stimulasi — Mendapat rangsangan yang cukup untuk perkembangan optimal

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.10100-Proses Informasi

    L.10100-Proses Informasi

    L.10100 — Proses Informasi

    Definisi

    Kemampuan untuk menerima, mengolah, menyimpan, dan menggunakan informasi.

    📖 Proses informasi adalah kemampuan otak menerima data dari lingkungan, mengolahnya menjadi informasi yang bermakna, menyimpannya, dan menggunakannya untuk pengambilan keputusan dan perilaku.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Penerimaan informasi — Mampu menerima informasi dari berbagai sumber
    • Pengolahan informasi — Mampu memahami dan mengolah informasi yang diterima
    • Penyimpanan informasi — Mampu mengingat informasi untuk digunakan nanti
    • Penggunaan informasi — Mampu menggunakan informasi untuk pengambilan keputusan
    • Penyampaian informasi — Mampu menyampaikan informasi kepada orang lain
    • Konsentrasi — Bisa fokus saat menerima informasi
    • Bahasa — Kemampuan berkomunikasi dengan kata-kata yang tepat

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.10099-Kontrol Mual/Muntah

    L.10099-Kontrol Mual/Muntah

    L.10099 — Kontrol Mual/Muntah

    Definisi

    Kemampuan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa mual dan muntah.

    📖 Kontrol mual/muntah adalah kemampuan seseorang mengelola rasa ingin muntah agar tidak mengganggu aktivitas dan asupan makanan. Mual/muntah yang berkepanjangan bisa menyebabkan dehidrasi dan kekurangan gizi.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Mual berkurang — Frekuensi dan intensitas mual berkurang
    • Tidak muntah — Tidak ada episode muntah
    • Asupan makan — Bisa makan tanpa mual atau muntah
    • Asupan cairan — Bisa minum tanpa mual atau muntah
    • Berat badan stabil — Tidak ada penurunan berat badan drastis
    • Elektrolit stabil — Kadar mineral dalam darah tetap normal
    • Obat anti-mual efektif — Obat yang diberikan berhasil mengurangi mual
    • Teknik non-farmakologis — Menggunakan teknik seperti makan sedikit-sedikit, menghindari makanan berlemak

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.10095-Adaptasi Neonatus

    L.10095-Adaptasi Neonatus

    L.10095 — Adaptasi Neonatus

    Definisi

    Proses penyesuaian bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar rahim.

    📖 Adaptasi neonatus adalah kemampuan bayi baru lahir untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim — mulai dari bernapas sendiri, menjaga suhu tubuh, hingga bisa menyusu. Proses ini biasanya terjadi dalam beberapa hari pertama setelah lahir.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Pernapasan spontan — Bayi bernapas sendiri tanpa bantuan
    • Suhu tubuh stabil — Suhu tubuh tetap hangat (36,5–37,5°C)
    • Refleks menelan — Bayi bisa menelan ASI dengan baik
    • Refleks mengisap — Bayi bisa mengisap puting susu
    • Warna kulit — Kulit merah muda, tidak pucat atau kebiruan
    • Aktivitas motorik — Bayi menggerakkan tangan dan kaki secara aktif
    • Tangisan — Bayi menangis dengan kuat sebagai tanda sehat
    • Berat badan — Penurunan berat badan fisiologis (5–10%) dalam minggu pertama, lalu naik kembali
    • Eliminasi — Sudah BAK dan BAB dalam 24 jam pertama

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09096-Tingkat Demensia

    L.09096-Tingkat Demensia

    L.09096 — Tingkat Demensia

    Definisi

    Gangguan progresif pada fungsi kognitif yang mempengaruhi ingatan, pemikiran, dan perilaku.

    📖 Demensia adalah kondisi di mana fungsi otak menurun secara bertahap — terutama ingatan, berpikir, dan perilaku. Penyebab paling umum adalah Alzheimer. Demensia bersifat progresif (memburuk seiring waktu) dan saat ini belum bisa disembuhkan sepenuhnya.

    Ekspektasi

    Stabil atau menurun

    Kriteria Hasil

    • Ingatan — Kemampuan mengingat informasi dan peristiwa
    • Orientation — Mengetahui nama, waktu, dan tempat
    • Pengambilan keputusan — Kemampuan membuat pilihan yang tepat
    • Kemampuan berbahasa — Kemampuan berkomunikasi dengan kata-kata
    • Perilaku — Perilaku sesuai norma dan tidak mengganggu
    • Kemandirian — Kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari
    • Keamanan — Tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain
    • Dukungan keluarga — Keluarga memahami dan membantu perawatan
    • Perawatan teratur — Menjalani pemeriksaan dan pengobatan secara berkala

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09095-Tingkat Delirium

    L.09095-Tingkat Delirium

    L.09095 — Tingkat Delirium

    Definisi

    Gangguan fungsi otak yang menyebabkan perubahan mendadak pada kesadaran, orientasi, dan perilaku.

    📖 Delirium adalah kondisi di mana seseorang menjadi bingung, gelisah, dan sulit fokus secara tiba-tiba. Biasanya terjadi karena efek obat, infeksi, ketidakseimbangan elektrolit, atau kondisi medis lainnya. Delirium bisa diatasi jika penyebabnya ditangani.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Tingkat kesadaran — Kesadaran kembali jernih
    • Orientasi — Mengetahui nama, waktu, dan tempat dengan benar
    • Fungsi kognitif — Bisa berpikir dan mengingat dengan baik
    • Perilaku tenang — Tidak gelisah atau agresif
    • Tidur cukup — Pola tidur kembali normal
    • Respon terhadap rangsang — Merespons dengan tepat terhadap lingkungan
    • Penyebab diatasi — Faktor penyebab delirium sudah ditangani
    • Keamanan terjaga — Pasien tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09093-Tingkat Ansietas

    L.09093-Tingkat Ansietas

    L.09093 — Tingkat Ansietas

    Definisi

    Perasaan tidak nyaman yang ditandai dengan perasaan takut, tegang, atau khawatir yang tidak terdefinisi.

    📖 Ansietas (kecemasan) adalah perasaan takut atau khawatir yang berlebihan tanpa sebab yang jelas. Dalam konteks kesehatan, ansietas sering muncul saat menunggu hasil diagnosis, menjalani prosedur medis, atau menghadapi ketidakpastian.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Kecemasan berkurang — Perasaan takut atau khawatir berkurang
    • Tidur cukup — Bisa tidur tanpa terbangun karena cemas
    • Fokus — Bisa berkonsentrasi tanpa pikiran yang melayang
    • Relaksasi — Otot rileks, tidak tegang
    • Verbalisasi perasaan — Mampu mengungkapkan kecemasannya
    • Penggunaan teknik relaksasi — Menggunakan teknik pernapasan atau meditasi
    • Dukungan sosial — Mendapat dukungan dari orang terdekat
    • Obat anti-kecemasan efektif — Obat yang diberikan berhasil mengurangi ansietas

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09092-Tingkat Agitasi

    L.09092-Tingkat Agitasi

    L.09092 — Tingkat Agitasi

    Definisi

    Tingkat ketidakmampuan untuk tetap tenang dan rileks.

    📖 Agitasi adalah kondisi di mana seseorang merasa sangat gelisah, gelisah, dan tidak bisa diam. Agitasi bisa disebabkan oleh nyeri, ketakutan, efek obat, gangguan mental, atau kondisi medis lainnya.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Gelisah berkurang — Tidak lagi gelisah atau tidak bisa diam
    • Tidur cukup — Bisa tidur dengan tenang
    • Interaksi sosial — Bisa berinteraksi dengan orang lain tanpa agitasi
    • Perilaku terkontrol — Tidak melakukan gerakan berulang atau agresif
    • Verbalisasi perasaan — Mampu mengungkapkan perasaan tanpa marah
    • Relaksasi — Bisa rileks dan tidak tegang
    • Aktivitas terganggu minimal — Agitasi tidak mengganggi aktivitas
    • Obat efektif — Obat penenang bekerja dengan baik jika diberikan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09091-Status Spiritual

    L.09091 — Status Spiritual

    Definisi

    Kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber spiritual untuk mencapai ketenangan.

    📖 Status spiritual menggambarkan bagaimana seseorang menggunakan keyakinan agama atau nilai-nilai spiritual untuk menemukan kedamaian, makna, dan kekuatan dalam hidup — terutama saat menghadapi penyakit atau masalah.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Praktik keagamaan — Menjalankan ibadah atau ritual keagamaan secara rutin
    • Pencarian makna — Menemukan makna dalam kehidupan dan penderitaan
    • Ketenangan batin — Merasa tenang dan damai dari dalam
    • Dukungan spiritual — Mendapat dukungan dari komunitas keagamaan
    • Pengampunan — Mampu memaafkan diri sendiri dan orang lain
    • Penerimaan — Menerima takdir atau kondisi dengan ikhlas
    • Harapan — Memiliki harapan yang didasari keyakinan spiritual
    • Koneksi dengan Yang Ilahi — Merasa terhubung dengan Tuhan atau kekuatan yang lebih besar

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)