Kategori: Psikologis

  • L.09090-Status Orientasi

    L.09090 — Status Orientasi

    Definisi

    Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan sekitar.

    📖 Status orientasi adalah kemampuan seseorang mengetahui dan memahami dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungannya. Orientasi dinilai dari tiga aspek: diri (siapa saya), waktu (kapan ini), dan tempat (di mana saya).

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Orientasi diri — Mengetahui nama, usia, dan identitas diri
    • Orientasi waktu — Mengetahui hari, tanggal, bulan, tahun, dan waktu
    • Orientasi tempat — Mengetahui berada di mana
    • Orientasi orang — Mengenali orang-orang di sekitarnya
    • Respon terhadap lingkungan — Merespons dengan tepat terhadap situasi di sekitar
    • Perilaku sesuai — Bertingkah laku sesuai dengan situasi dan tempat
    • Fungsi kognitif — Bisa berpikir, belajar, dan mengingat dengan baik

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09089-Status Koping Komunitas

    L.09089 — Status Koping Komunitas

    Definisi

    Kemampuan komunitas untuk menggunakan sumber daya untuk mengatasi situasi stres.

    📖 Koping komunitas adalah kemampuan suatu masyarakat atau komunitas secara bersama-sama menghadapi dan mengatasi masalah — misalnya saat terjadi bencana, wabah, atau krisis. Komunitas yang kopingnya baik memiliki solidaritas dan sumber daya yang cukup.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Solidaritas komunitas — Anggota komunitas saling membantu
    • Kepemimpinan komunitas — Ada tokoh yang mengkoordinasi respons
    • Akses sumber daya — Komunitas memiliki akses ke kebutuhan dasar dan layanan kesehatan
    • Komunikasi antar warga — Informasi mengalir dengan baik antar anggota komunitas
    • Penyelesaian masalah bersama — Masalah diselesaikan secara musyawarah
    • Kesiapsiagaan — Komunitas siap menghadapi tantangan
    • Pemulihan pasca-krisis — Komunitas mampu pulih setelah mengalami kesulitan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09088-Status Koping Keluarga

    L.09088 — Status Koping Keluarga

    Definisi

    Kemampuan keluarga untuk menggunakan sumber daya untuk mengatasi situasi stres.

    📖 Koping keluarga adalah bagaimana suatu keluarga secara bersama-sama menghadapi dan mengatasi masalah — misalnya saat salah satu anggota keluarga sakit. Keluarga yang kopingnya baik saling mendukung dan mencari solusi bersama.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Dukungan antar anggota — Anggota keluarga saling membantu dan mendukung
    • Komunikasi terbuka — Bisa berdiskusi tentang masalah tanpa menyalahkan
    • Pengambilan keputusan bersama — Keputusan penting dibuat secara musyawarah
    • Pemanfaatan sumber daya — Menggunakan dukungan sosial, finansial, dan kesehatan
    • Penyesuaian peran — Anggota keluarga menyesuaikan peran saat ada yang sakit
    • Keseimbangan emosional — Keluarga tetap stabil secara emosional saat menghadapi masalah
    • Tidak ada konflik berkepanjangan — Pertengkaran cepat diselesaikan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09086r-Status Kognitif

    L.09086r — Status Kognitif

    Definisi

    Kemampuan berpikir, memahami, mengingat, dan menggunakan informasi.

    📖 Status kognitif menggambarkan kemampuan mental seseorang untuk berpikir, belajar, mengingat, dan memproses informasi. Gangguan kognitif bisa terjadi akibat penyakit (demensia, stroke), cedera otak, atau efek obat.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Fungsi intelektual — Kemampuan berpikir logis dan abstrak
    • Memori — Kemampuan menyimpan dan mengingat informasi
    • Konsentrasi — Kemampuan fokus pada satu tugas atau topik
    • Orientasi — Mengetahui nama, waktu, dan tempat
    • Bahasa — Kemampuan berkomunikasi dengan kata-kata yang tepat
    • Perilaku sosial — Berinteraksi dengan orang lain sesuai norma
    • Pengambilan keputusan — Mampu membuat pilihan yang tepat
    • Penyelesaian masalah — Mampu menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09086-Status Koping

    L.09086 — Status Koping

    Definisi

    Kemampuan individu untuk menggunakan sumber daya internal dan eksternal untuk mengatasi situasi stres.

    📖 Koping adalah strategi atau cara yang digunakan seseorang untuk menghadapi dan mengatasi masalah atau tekanan dalam hidup. Koping yang sehat membantu seseorang tetap berfungsi meski dalam situasi sulit.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Strategi koping — Menggunakan cara-cara sehat untuk mengatasi masalah
    • Pemanfaatan sumber daya — Memanfaatkan dukungan keluarga, teman, atau layanan kesehatan
    • Pengendalian emosi — Mampu mengelola emosi saat menghadapi tekanan
    • Penyelesaian masalah — Mampu memecahkan masalah secara logis
    • Adaptasi — Mampu menyesuaikan diri dengan situasi baru
    • Tidak ada koping maladaptif — Tidak menggunakan cara yang merugikan diri sendiri
    • Verbalisasi koping — Mampu menjelaskan cara yang digunakan untuk mengatasi masalah

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09085-Resolusi Berduka

    L.09085 — Resolusi Berduka

    Definisi

    Proses pemulihan emosional setelah mengalami kehilangan atau kesedihan yang mendalam.

    📖 Resolusi berduka adalah proses di mana seseorang secara bertahap menerima kehilangan (kematian orang tercinta, perceraian, kehilangan pekerjaan) dan mulai menjalani hidup kembali dengan kekuatan baru.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Penerimaan kehilangan — Mulai menerima kenyataan kehilangan
    • Ekspresi emosi — Mampu mengekspresikan kesedihan tanpa menahan
    • Mencari dukungan — Meminta bantuan dan dukungan dari orang terdekat
    • Menyesuaikan diri — Mulai menyesuaikan hidup tanpa orang/hal yang hilang
    • Menemukan makna — Menemukan tujuan dan makna hidup baru
    • Kembali beraktivitas — Mulai aktif dalam kegiatan sehari-hari
    • Tidak ada gejala berduka berkepanjangan — Kesedihan berangsur membaik seiring waktu
    • Pengampunan diri — Tidak menyalahkan diri sendiri atas kehilangan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09084-Psikospiritual

    L.09084 — Psikospiritual

    Definisi

    Kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup dengan memanfaatkan sumber-sumber spiritual.

    📖 Psikospiritual menggabungkan aspek psikologis (emosional, mental) dan spiritual (keyakinan agama, nilai-nilai hidup). Seseorang yang sehat psikospiritual mampu menemukan makna dan kekuatan dari keyakinannya untuk menghadapi tantangan hidup.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Keyakinan spiritual — Memiliki keyakinan agama atau nilai-nilai yang dipegang teguh
    • Pencarian makna — Menemukan makna dalam pengalaman hidup, termasui sakit
    • Doa dan meditasi — Melakukan praktik spiritual seperti doa atau meditasi
    • Hubungan dengan komunitas spiritual — Terlibat dalam komunitas keagamaan
    • Ketenangan batin — Merasa tenang dan damai meski menghadapi masalah
    • Pengampunan — Mampu memaafkan diri sendiri dan orang lain
    • Penerimaan — Menerima kondisi hidup dengan ikhlas
    • Dukungan spiritual — Mendapat dukungan dari pemuka agama atau komunitas spiritual

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09083-Persepsi Sensori

    L.09083 — Persepsi Sensori

    Definisi

    Proses penerimaan dan pengolahan informasi melalui indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan pengecap.

    📖 Persepsi sensori adalah kemampuan tubuh menerima dan mengolah informasi dari lingkungan melalui panca indra. Gangguan persepsi sensori bisa menyebabkan kesalahpahaman tentang realitas di sekitar.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Penglihatan — Kemampuan melihat dengan jelas
    • Pendengaran — Kemampuan mendengar suara dengan jelas
    • Penciuman — Kemampuan mencium bau
    • Peraba — Kemampuan merasakan sentuhan, suhu, dan rasa sakit
    • Pengecap — Kemampuan merasakan rasa makanan
    • Interpretasi rangsang — Memahami informasi yang diterima dari indra
    • Respon terhadap rangsang — Merespons dengan tepat terhadap informasi yang diterima
    • Penggunaan alat bantu — Menggunakan kacamata, alat bantu dengar, atau alat lain jika diperlukan
    • Lingkungan aman — Memastikan lingkungan sesuai dengan kemampuan sensori yang dimiliki

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09082-Penerimaan Kehamilan

    L.09082 — Penerimaan Kehamilan

    Definisi

    Tingkat penerimaan ibu terhadap kondisi kehamilannya.

    📖 Penerimaan kehamilan adalah kemampuan seorang ibu untuk menerima dan merawat kehamilannya dengan positif — termasuk menjalani pemeriksaan rutin, mengonsumsi makanan bergizi, dan mempersiapkan persalinan.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Penerimaan kehamilan — Ibu menerima kehamilan dengan positif dan bahagia
    • Perawatan prenatal — Menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin
    • Nutrisi yang memadai — Mengonsumsi makanan bergizi untuk kesehatan ibu dan janin
    • Pengetahuan kehamilan — Memahami perubahan tubuh selama kehamilan
    • Persiapan persalinan — Mempersiapkan diri dan perlengkapan untuk persalinan
    • Dukungan suami/keluarga — Mendapat dukungan dari pasangan dan keluarga
    • Tidak ada stres berlebihan — Kehamilan tidak menyebabkan tekanan emosional yang berat
    • Ikatan dengan janin — Merasa terhubung dengan bayi yang dikandung

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.09081-Orientasi Kognitif

    L.09081 — Orientasi Kognitif

    Definisi

    Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan sekitar.

    📖 Orientasi kognitif adalah kemampuan seseorang mengetahui dan memahami dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungannya. Orientasi dinilai dari tiga aspek: orientasi diri (siapa saya), orientasi waktu (kapan ini), dan orientasi tempat (di mana saya).

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Orientasi diri — Mengetahui nama, usia, dan identitas diri
    • Orientasi waktu — Mengetahui hari, tanggal, bulan, tahun, dan waktu
    • Orientasi tempat — Mengetahui berada di mana (rumah sakit, kamar, kota)
    • Orientasi situasi — Memahami situasi yang sedang dihadapi
    • Pengenalan orang — Mengenali wajah dan nama orang di sekitarnya
    • Respon terhadap rangsang — Merespons dengan tepat terhadap suara, sentuhan, atau perintah
    • Fungsi kognitif — Bisa berpikir, mengingat, dan mengambil keputusan dengan baik

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)