Penulis: admin

  • L.08075-Ketahanan Komunitas

    L.08075 — Ketahanan Komunitas

    Definisi

    Kemampuan komunitas untuk menanggulangi tekanan dan perubahan untuk mempertahankan fungsi komunitas.

    📖 Ketahanan komunitas adalah kemampuan suatu masyarakat atau komunitas untuk menghadapi tantangan (bencana, wabah, krisis ekonomi) dan tetap berfungsi dengan baik. Komunitas yang tangguh memiliki sumber daya dan dukungan yang cukup.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Sumber daya tersedia — Komunitas memiliki akses ke kebutuhan dasar (makanan, air, tempat tinggal)
    • Dukungan sosial — Ada saluran komunikasi dan bantuan antar anggota komunitas
    • Kebersamaan — Anggota komunitas saling membantu dan bekerja sama
    • Kebersihan lingkungan — Lingkungan komunitas bersih dan sehat
    • Akses layanan kesehatan — Komunitas bisa mengakses fasilitas kesehatan yang dibutuhkan
    • Kepemimpinan komunitas — Ada pemimpin atau tokoh yang bisa mengkoordinasi respons saat krisis
    • Kesiapsiagaan — Komunitas sudah siap menghadapi bencana atau krisis
    • Pemulihan pasca-bencana — Komunitas mampu pulih setelah mengalami tantangan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.08066-Tingkat Nyeri

    L.08066 — Tingkat Nyeri

    Definisi

    Pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat dan konstan.

    📖 Nyeri adalah rasa sakit yang dirasakan oleh tubuh sebagai peringatan adanya kerusakan atau bahaya. Nyeri bisa akut (tiba-tiba, misalnya karena luka) atau kronis (berkepanjangan, misalnya nyeri punggung). Intensitasnya diukur dari skala 0–10.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Skala nyeri — Angka nyeri berkurang dari waktu ke waktu
    • Ekspresi wajah — Wajah tidak meringis atau menahan sakit
    • Sikap protektif — Tidak lagi menahan atau melindungi area yang sakit secara berlebihan
    • Gelisah berkurang — Tidak lagi gelisah karena nyeri
    • Tidur cukup — Bisa tidur tanpa gangguan nyeri
    • Frekuensi napas normal — Napas tidak cepat karena menahan sakit
    • Tekanan darah stabil — Tensi tidak naik karena nyeri
    • Frekuensi nadi normal — Detak jantung tidak cepat karena nyeri
    • Obat nyeri efektif — Obat penghilang nyeri bekerja dengan baik
    • Aktivitas terganggu minimal — Nyeri tidak mengganggi aktivitas sehari-hari
    • Relaksasi — Otot rileks, tidak tegang karena menahan sakit
    • Proses berpikir terganggu minimal — Bisa fokus dan berkonsentrasi dengan baik

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.08065-Tingkat Nausea

    L.08065 — Tingkat Nausea

    Definisi

    Rasa tidak nyaman yang tidak menyenangkan yang dapat berakhir dengan muntah.

    📖 Nausea adalah perasaan ingin muntah yang sangat tidak nyaman. Bisa disebabkan oleh banyak hal: efek obat, infeksi, masalah pencernaan, kehamilan, atau kondisi medis lainnya. Nausea yang berkepanjangan bisa menyebabkan dehidrasi dan kekurangan gizi.

    Ekspektasi

    Menurun

    Kriteria Hasil

    • Rasa ingin muntah — Frekuensi dan intensitas perasaan ingin muntah berkurang
    • Mual berkurang — Rasa tidak nyaman di perut berkurang
    • Tidak muntah — Tidak ada episode muntah
    • Asupan cairan — Kemampuan minum tanpa mual atau muntah
    • Asupan makan — Kemampuan makan tanpa rasa ingin muntah
    • Kulit lembap — Tidak dehidrasi akibat muntah berlebih
    • Elektrolit stabil — Kadar mineral dalam darah tetap normal meski ada muntah
    • Berat badan stabil — Tidak ada penurunan berat badan drastis akibat tidak bisa makan
    • Obat anti-mual efektif — Obat yang diberikan berhasil mengurangi mual

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.08064-Status Kenyamanan

    L.08064 — Status Kenyamanan

    Definisi

    Kondisi istirahat fisik, mental, dan emosional.

    📖 Kenyamanan adalah kondisi fisik dan psikologis yang membuat seseorang merasa tenang, rileks, dan tidak terganggu. Kenyamanan mempengaruhi kualitas tidur, pemulihan, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Tidur cukup — Durasi dan kualitas tidur memadai
    • Relaksasi — Otot rileks, tidak tegang
    • Wajah rileks — Ekspresi wajah tenang, tidak meringis atau tegang
    • Suasana hati stabil — Tidak mudah marah, cemas, atau sedih
    • Nyaman secara fisik — Tidak ada nyeri, gatal, atau ketidaknyamanan yang mengganggu
    • Lingkungan nyaman — Ruangan cukup terang, suhu pas, dan tidak bising
    • Kebutuhan spiritual terpenuhi — Bisa menjalankan ibadah atau aktivitas spiritual dengan tenang
    • Relasi sosial baik — Merasa diterima dan didukung oleh orang sekitar

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.14129-Pemulihan Pascabedah.

    L.14129 — Pemulihan Pascabedah

    Definisi

    Kembalinya fungsi organ setelah prosedur bedah.

    📖 Pemulihan pascabedah adalah proses tubuh memulihkan diri setelah operasi. Fungsi organ secara bertahap kembali normal — pernapasan, pencernaan, dan aktivitas fisik meningkat seiring waktu.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Napas spontan — Pasien sudah bisa bernapas sendiri tanpa bantuan oksigen atau ventilator
    • Intestin berfungsi — Usus sudah aktif kembali (sudah kentut atau BAB = tanda pencernaan pulih)
    • Kandung kemih berfungsi — Sudah bisa BAK sendiri tanpa kateter
    • Mampu bangun dari tempat tidur — Pasien bisa duduk atau berdiri dengan bantuan
    • Mampu berjalan — Sudah bisa berjalan meski dengan bantuan
    • Mampu minum — Sudah bisa minum tanpa mual atau muntah
    • Mampu makan — Sudah bisa mengonsumsi makanan lunak
    • Nyeri terkontrol — Nyeri pascabedah bisa ditangani dengan obat penghilang nyeri
    • Luka operasi bersih — Area operasi tidak ada tanda infeksi (kemerahan, bengkak, nanah)
    • Eliminasi normal — BAB dan BAK sudah kembali normal

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.08063-Kontrol Nyeri

    L.08063 — Kontrol Nyeri

    Definisi

    Tindakan untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri sampai tingkat yang dapat ditoleransi.

    📖 Kontrol nyeri adalah kemampuan seseorang mengelola rasa sakit agar tidak mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Nyeri diukur dari skala 0 (tidak nyeri) hingga 10 (nyeri paling berat).

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Skala nyeri — Angka nyeri yang dirasakan pasien berkurang dari waktu ke waktu
    • Ekspresi wajah — Wajah tidak lagi meringis atau menahan sakit
    • Istirahat cukup — Pasien bisa tidur dan beristirahat tanpa gangguan nyeri
    • Relaksasi — Otot tidak tegang karena menahan sakit
    • Posisi Nyaman — Pasien bisa menemukan posisi yang mengurangi nyeri
    • Aktivitas terganggu minimal — Nyeri tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari
    • Obat nyeri efektif — Obat penghilang nyeri bekerja dengan baik
    • Verbalisasi nyeri berkurang — Pasien menyatakan rasa sakit sudah berkurang

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.07062-Status PAscapartum

    L.07062 — Status Pascapartum

    Definisi

    Kondisi sejak bayi dilahirkan sampai dengan enam minggu berikutnya disertai dengan pulihnya kembali organ-organ yang berkaitan dengan kandungan yang mengalami perubahan.

    📖 Pascapartum adalah masa pemulihan setelah melahirkan. Selama periode ini, tubuh ibu secara bertahap kembali ke kondisi sebelum hamil — rahim mengecil, luka sembuh, dan hormon menyesuaikan diri.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Sirkulasi perifer — Aliran darah ke ekstremitas normal
    • Payudara — Payudara siap menyusui, tidak ada mastitis (infeksi payudara)
    • Uterus — Rahim kembali mengecil ke ukuran normal (involusi)
    • Lochia — Cairan dari vagina setelah melahirkan berangsur berkurang dan berubah warna
    • Perineum — Area perineum (antara vagina dan anus) sembuh dengan baik
    • Eliminasi — BAB dan BAK sudah normal
    • Kenyamanan — Nyeri dan ketidaknyamanan berkurang
    • Ikatan dengan bayi — Ibu mampu merawat dan menyusui bayinya
    • Dukungan keluarga — Mendapat bantuan dari suami dan keluarga
    • Pengetahuan perawatan — Memahami cara merawat diri dan bayi setelah melahirkan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.07061-Status Kenyamanan Pascapartum

    L.07061 — Status Kenyamanan Pascapartum

    Definisi

    Perasaan nyaman yang berhubungan dengan kondisi setelah melahirkan.

    📖 Pascapartum adalah masa setelah melahirkan hingga 6 minggu berikutnya. Status kenyamanan pascapartum menggambarkan seberapa nyaman ibu merasa setelah melahirkan — termasuk nyeri, luka, dan kondisi fisik lainnya.

    Ekspektasi

    Meningkat

    Kriteria Hasil

    • Ketidaknyamanan berkurang — Rasa tidak nyaman setelah melahirkan berkurang
    • Meringis berkurang — Wajah tidak lagi meringis karena sakit
    • Luka episiotomi — Luka irisan di area vagina sembuh dengan baik
    • Kontraksi uterus — Rahim kembali mengecil secara normal
    • Berkeringat berkurang — Keringat berlebih setelah melahirkan berkurang
    • Menangis berkurang — Tidak lagi menangis karena nyeri atau ketidaknyamanan
    • Hemoroid — Wasir setelah melahirkan terkontrol
    • Payudara nyaman — Payudara tidak sakit atau bengkak saat menyusui
    • Nyeri terkontrol — Nyeri pascabedah atau pascapersalinan bisa ditangani
    • Istirahat cukup — Bisa beristirahat meski merawat bayi baru lahir

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.07060-Status Intrapartum

    L.07060 — Status Intrapartum

    Definisi

    Kondisi pada periode persalinan.

    📖 Intrapartum adalah masa persalinan — dari awal kontraksi hingga bayi lahir. Status intrapartum menggambarkan kondisi ibu selama proses persalinan berlangsung.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Koping terhadap ketidaknyamanan persalinan — Ibu mampu mengatasi nyeri kontraksi
    • Memanfaatkan teknik persalinan — Menggunakan teknik pernapasan, pijatan, atau posisi untuk mempermudah persalinan
    • Dilatasi serviks — Pembukaan jalan lahir bertambah sesuai proses persalinan
    • Pendarahan vagina — Tidak ada perdarahan berlebih yang berbahaya
    • Nyeri dengan kontraksi — Nyeri kontraksi bisa ditoleransi
    • Kesadaran — Ibu sadar dan bisa berkoordinasi selama persalinan
    • Detak jantung janin — Detak jantung bayi dalam kandungan normal (110–160 kali/menit)
    • Proses persalinan berjalan — Pembukaan dan penurunan kepala janin berlangsung normal
    • Dukungan — Mendapat dukungan dari suami, keluarga, atau tenaga kesehatan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

  • L.07059-Status Antepartum

    L.07059 — Status Antepartum

    Definisi

    Kondisi pada periode kehamilan yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir hingga dimulainya persalinan.

    📖 Antepartum adalah masa kehamilan dari awal hingga sebelum persalinan dimulai. Status antepartum menggambarkan kondisi kesehatan ibu hamil selama masa kehamilan.

    Ekspektasi

    Membaik

    Kriteria Hasil

    • Kelekatan emosional dengan janin — Ibu merasa terhubung dengan bayi yang dikandung
    • Koping dengan ketidaknyamanan kehamilan — Ibu mampu mengatasi keluhan selama hamil (mual, pegal, sesak)
    • Nausea/muntah — Gangguan pencernaan selama kehamilan terkontrol
    • Distensi abdomen — Perut membesar sesuai usia kehamilan
    • Kelelahan — Rasa lelah wajar selama kehamilan
    • Nyeri punggung — Nyeri punggung akibat perubahan postur tubuh
    • Frekuensi BAK — Sering BAK karena kandung kemih tertekan rahim
    • Edema — Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
    • Persiapan menyusui — Payudara sudah siap untuk menyusui
    • Pengetahuan persalinan — Ibu memahami tanda-tanda persalinan

    Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)