Panduan Praktek Klinis – Tumor Otak Primer


Pengertian :

Pertumbuhan jaringan abnormal pada otak yang tidak disebabkan oleh metastase

 

Anamnesis

  1. Nyeri kepala yang tumpul, pasien bangun tengah malam karena nyeri kepala, paling berat saat bangun tidur dan berkurang dengan aktivitas, memberat pada perubahan postur, batuk atau olahraga. Nyeri kepala pada sisi tumor atau pada semua
  2. Muntah, defisit neurologis fokal tergantung lokasi tumor kejang fokal atau umum
  3. Perubahan status mental seperti gangguan konsentrasi, memori, afek, kepribadian, inisiatif dan kebingungan

 

Pemeriksaan Fisik

  1. Pemeriksaan fisik umum
  2. Pemeriksaan fisik neurologik :
    1. Kesadaran
    2. Fungsi luhur (berbahasa, memori)
    3. Tanda rangsang meningeal
    4. Saraf kranialis
    5. Motoris
    6. Sensoris
    7. Autonom
    8. Reflek (fisiologis, patologis)
  3. Pemeriksaan funduskopi

 

Kriteria diagnosis

  1. Tanda – tanda peningkatan tekanan intrakranial; nyeri kepala kronik progresif, muntah proyektil, papiledema
  2. CT Scan atau MRI dengan kontras tampak mass intrakranial yang mendukung tumr otak primer
  3. Bila dilakukan operasi evakuasi tumor, hasil histoPA sesuai dengan tumor otak primer

 

Diagnosis kerja : TUMOR OTAK PRIMER

 

Diagnosis banding

  1. Perdarahan subdural
  2. Hidrosefalus
  3. Kista
  4. Benign intrcranial hypertension
  5. Abses otak
  6. Progresssive multifocal leucoencephalopathy
  7. Multple scerosis
  8. CNS vaskulitis
  9. Malformasi vaskuler
  10. Infark serebri
  11. Penyakit degeneratif (misalnya Alzheimer’s disease) 12.Kelainan kongenital (misalnya malformasi Chiari)

 

Pemeriksaan Penunjang

  1. Darah lengkap, BUN, ureum, kreatinin,SGOT/PT, albumin, GDA, GD puasa/GD 2 jam PP, lipid profile
  2. Faal hemostasis, urine lengkap, analisis gas darah, dan serum elektrolit (sesuai indikasi)
  3. Elektroensefalografi (EEG) sesuai indikasi
  4. Foto thoraks, ECG
  5. CT Scan kepala
  6. MRI dengan kontras, MR angiografi, PET scan, SPECT scan

 

Terapi

  1. Head of bed elevation 30o
  2. Infus NaCl 0.9% atau RL atau Ringer asering
  3. Oksigen (bila saturasi < 95 %)
  4. Pemasangan pipa oropharing, pipa nasopharing dan intubasi ETT sesuai indikasi
  5. Deksametason injeksi dosis awal 10 mg lalu 4 x 4 – 10 mg/hari
  6. Ranitidine atau omeprozole atau lanzoprazole (jika terjadi tukak lambung)
  7. Neurotropik
  8. Multivitamin yang diperkaya dengan (atas indikasi)
  9. Anti konvulsi (atas indikasi)
  10. Analgesik parasetamol infus 3×1 gr atau 3-4 x 500 mg (per oral) atau ketorolac atau tramadol (atas indikasi)
  11. Terapi untuk menurunkan tekanan intrakranial : manitol dosis awal 0.75 – 1 g/kg lalu 0.25 – 0.5 g/kg setiap 3 – 5 jam dengan target osmolaritas 300 – 310 mOsm/L dan diuretik furosemide 20 – 40 mg diberikan 15 menit sebelum manitol
  12. Diet cair, bubur halus, bubur saring, nasi tim, nasi biasa dengan kalori 30 kkal/kgBB dan protein 1.2 gr (disesuaikan kondisis)
  13. Terapi definitif : evakuasi tumor/radioterapi/kemoterapi

 

Edukasi

  1. Kontrol rutin klinik saraf

 

Prognosis

  1. Ad  vitam       : dubia ad bonam
  2. Ad sanationam : dubia ad bonam
  3. Ad fumgsionam: dubia ad bonam

 

Indikator medis :

  • Prognosis tergantung klinis, terapi yang diberikan dan diagnosa patologis
  • Pada astrositoma grade 1 dan 2 yang dilakukan pembedahan (65%) bertahan hidup minimal 5 yahun, grade 3 (27%) bertaham hidup minimal 5 tahun , grade 4 bertahan hidup kurang dari 1 tahun
  • Meningioma : five year survival (FYS) 96.3% Craniofaringioma : FYS 30 – 85 %
  • Limfoma CNS : Median survival 10 bulan Medulloblastoma : FYS 56 %

 

Kepustakaan :

  1. Samuel, Martin  A   and  Stiven    Office   Practice  of Neurology, 2003. Elsevier Science : Philadelphia
  2. Rapper, Allan H and Robert H.Brown. Adams and Victors Priciple of Neurology. 2005.McGraw Hill : USA
  3. Samuel, Martin A. Manual of Neurologic Therapeutic, 2004 Lippincott Williams & Wilkins : Boston