sumber : drive.google.com !
BAB I – PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penggunaan anestesi, sedasi, dan intervensi bedah adalah proses yang umum dan kompleks di rumah sakit. Tindakan-tindakan ini membutuhkan asesmen pasien yang lengkap dan komprehensif, perencanaan asuhan yang terintegrasi, monitoring pasien yang berkesinambungan dan kriteria transfer untuk pelayanan berkelanjutan, rehabilitasi, akhirnya transfer maupun pemulangan (discharge).
Pelayanan bedah di Instalasi Kamar Operasi RS “WARAS WIRIS” harus terencana dan terdokumentasikan berdasarkan hasil assesmen. Karena tindakan pembedahan membawa risiko dengan tingkatan tinggi, maka penggunaannya haruslah direncanakan secara seksama. Asesmen pasien adalah dasar untuk memilih prosedur yang tepat. Assesmen memberikan informasi penting terhadap pemilihan prosedur yang tepat dan waktu yang optimal, terlaksananya prosedur secara yang aman, menginterpretasikan temuan dalam monitoring pasien. Pemilihan prosedur tergantung pada riwayat pasien, status fisik, dan data diagnostik termasuk risiko dan manfaat prosedur bagi pasien. Pemilihan prosedur mempertimbangkan informasi dari asesmen saat masuk rawat inap, tes diagnostik, dan sumber lain yang tersedia.
Proses asesmen dapat dijalankan dalam kerangka waktu yang lebih singkat bilamana pasien secara darurat membutuhkan pembedahan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah edukasi dan diskusi dengan pasien dan keluarganya atau orang yang berwenang membuat keputusan bagi pasien. Pasien dan keluarga atau para pembuat keputusan menerima informasi yang adekuat untuk berpartisipasi dalam keputusan pemberian pelayanan dan memberikan persetujuan (informed consent) yang berisi risiko dari prosedur yang direncanakan, manfaat prosedur yang direncanakan, komplikasi yang potensial terjadi, alternatif tindakan pembedahan dan nonbedah yang tersedia untuk merawat.
B. Ruang Lingkup
Ruang Lingkup Pelayanan Kamar Operasi adalah Pelayanan Operasi yang di laksanakan di Instalasi Kamar Bedah Rumah SAkit ….
C. Batasan Operasional
1. Bedah
Pembedahan merupakan cabang dari ilmu medis yang ikut berperan terhadap kesembuhan dari luka atau penyakit melalui prosedur manual atau melalui operasi dengan tangan. Hal ini memiliki sinonim yang sama dengan kata “Chirurgia” (dibaca: KI-RUR-JIA). Dalam bahasa Yunani “Cheir” artinya tangan; dan “ergon” artinya kerja.
Bedah atau operasi merupakan tindakan pembedahan cara dokter untuk mengobati kondisi yang sulit atau tidak mungkin disembuhkan hanya dengan obat-obatan sederhana (Potter, 2006)
Perkembangan baru juga terjadi pada pengaturan tempat untuk dilaksanakan prosedur operasi. Bedah sehari (ambulatory surgery), kadangkala disebut pembedahan tanpa rawat inap (outpatient surgery) atau pembedahan sehari (one-day surgery).
2. Jenis Pembedahan
A. Bedah Minor
Bedah minor merupakan pembedahan dimana secara relatif dilakukan secara sederhana, tidak memiliki risiko terhadap nyawa pasien dan tidak memerlukan bantuan asisten untuk melakukannya, seperti: membuka abses superficial, pembersihan luka, inokulasi, superfisial neuroktomi dan tenotomi
B. Bedah Mayor
Bedah mayor merupakan pembedahan dimana secara relatif lebih sulit untuk dilakukan daripada pembedahan minor, membutuhkan waktu, melibatkan risiko terhadap nyawa pasien, dan memerlukan bantuan asisten, seperti: bedah caesar, mammektomi, bedah torak, bedah otak.
C. Bedah Antiseptik
Bedah antiseptik merupakan pembedahan yang berhubungan terhadap penggunaan agen antiseptik untuk mengontrol kontaminasi bakterial.
D. Bedah konservatif
Bedah konservatif merupakan pembedahan dimana dilakukan berbagai cara untuk melakukan perbaikan terhadap bagian tubuh yang diasumsikan tidak dapat mengalami perbaikan, daripada melakukan amputasi, seperti: koreksi dan imobilisasi dari fraktur pada kaki daripada melakukan amputasi terhadap kaki.
E. Bedah Radikal
Bedah radikal merupakan pembedahan dimana akar penyebab atau sumber dari penyakit tersebut dibuang, seperti: pembedahan radikal untuk neoplasma, pembedahan radikal untuk hernia.
F. Pembedahan Rekonstruktif
Pembedahan rekonstruktif merupakan pembedahan yang dilakukan untuk melakukan koreksi terhadap pembedahan yang telah dilakukan pada deformitas atau malformasi, seperti: pembedahan terhadap langit-langit mulut yang terbelah, tendon yang mengalami kontraksi.
G. Bedah Plastik
Bedah plastik merupakan pembedahan dimana dilakukan untuk memperbaiki defek atau deformitas, baik dengan jaringan setempat atau dengan transfer jaringan dari bagian tubuh lainnya.
3. Sifat Operasi:
A. Bedah Elektif
Bedah elektif merupakan pembedahan dimana dapat dilakukan penundaan tanpa membahayakan nyawa pasien.
B. Bedah Emergensi
Bedah emergensi merupakan pembedahan yang dilakukan dalam keadaan sangat mendadak untuk menghindari komplikasi lanjut dari proses penyakit atau untuk menyelamatkan jiwa pasien.
D. Landasan Hukum
Penyelenggaraan pelayanan Instalasi Kamar Operasi Rumah Sakit “WARAS WIRIS” sesuai dengan:
1. Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
2. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
3. Standar, Pedoman dan Pernyataan, Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi Indonesia (IDSAI) Jaya tahun 2003.
4. Pedoman Kerja Perawat Kamar Operasi, Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 1993.
5. Surat Keputusan Yayasan Rumah Sakit “WARAS WIRIS” Kota ….. No. 189/060/Y-WW/VIII/2010 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit “WARAS WIRIS” Kota ……
BAB II – STANDAR KETENAGAAN
A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia
1. Kualifikasi Tenaga Di Instalasi Kamar Operasi Rumah Sakit “WARAS WIRIS”
– Dokter Bedah Instalasi kamar Operasi menggunakan jasa Pelayanan dokter tamu (dokter spesialis bedah)
2. Kualifikasi Tenaga Perawat Instalasi Kamar Operasi RS “WARAS WIRIS”
– Perawat instalasi kamar Operasi memiliki: sertifikat Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD), Basic Cardiac Life Support (BCLS).
– Mempunyai sertifikat Pelatihan dasar instrumen.
– Perawat Ruang Pulih Sadar memiliki sertifikat Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) dan Basic Cardiac Life Support (BCLS)
B. Distribusi Ketenagaan
Dalam pelayanan bedah perlu menyediakan sumber daya manusia yang kompeten, cekatan dan mempunyai kemampuan sesuai dengan perkembangan teknologi sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal, efektif, dan efisien. Atas dasar tersebut di atas, maka perlu kiranya menyediakan, mempersiapkan dan mendayagunakan sumber-sumber yang ada. Untuk menunjang pelayanan bedah di instalasi kamar operasi, maka dibutuhkan tenaga dokter, perawat yang mempunyai pengalaman, keterampilan dan pengetahuan yang sesuai.
C. Pengaturan Dinas
Pengaturan jaga atau jadwal dinas adalah pengaturan tugas pelayanan bagi perawat untuk melaksanakan tugas pelayanan di instalasi kamar operasi sehingga semua kegiatan pelayanan bedah dapat terkoordinir dengan baik. Pengaturan dinas dibuat 4 shift dalam 24 jam yaitu:
Ø Dinas Pagi Jam 07.00 sampai dengan Jam 14.00.
Ø Dinas Pagi Jam 10.00 sampai dengan Jam 17.00
Ø Dinas Sore Jam 14.00 sampai dengan Jam 21.00.
Ø Dinas Malam Jam 21.00 sampai dengan Jam 07.00.
Ø On Call Jam 21.00 sampai dengan 07.00
BAB III – STANDAR FASILITAS
A. Denah Ruangan
….
Gambar 3.1 Denah Instalasi Kamar Operasi |
B. Standar Fasilitas
Pembatasan :
1. Zona 1
Pakaian dari luar Instalasi Kamar Operasi boleh dipakai.
2. Zona 2
Pakaian luar Instalasi Kamar Operasi masih boleh dipakai.
3. Zona 3
Petugas Instalasi Kamar Operasi wajib menggunakan pakaian khusus
4. Zona 4
Tim Instalasi Kamar Operasi wajib memakai jas operasi.
Prinsip-prinsip fasilitas yang harus dipenuhi di kamar operasi antara lain:
a. Pembagian Daerah-daerah di Kamar Operasi
1. Daerah Bebas
Daerah bebas merupakan daerah dimana pengunjung tidak diizinkan masuk, dan petugas harus melepaskan alas kaki.
2. Daerah Bersih
a. Koridor transfer pasien
b. Kamar ganti Pakaian dokter
c. Kamar ganti Perawat
d. Kamar persiapan dan pemulihan pasien
3. Area Semirestriktik (koridor)
Area semirestriktik adalah daerah dimana pengunjung dan petugas harus melepaskan alas kaki.
4. Area restriktik (kamar operasi dan koridor kamar operasi)
Area restriktik adalah daerah dimana pengunjung tidak diizinkan masuk, petugas harus memakai perlengkapan khusus (topi, masker, alas kaki, pakaian khusus), harus ganti pakaian, tidak boleh rangkap.
b. Pembagian Daerah di Sekitar Kamar Operasi
1. Daerah Publik
Daerah yang boleh dimasuki oleh semua orang tanpa syarat khusus. Misalnya: kamar tunggu kamar operasi.
2. Daerah Semi Publik
Daerah yang bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu saja, yaitu petugas. Pada daerah ini biasanya diberi tulisan “DILARANG MASUK SELAIN PETUGAS” dan sudah ada pembatasan tentang jenis pakaian yang dikenakan oleh petugas (pakaian khusus kamar operasi) serta penggunaan alas kaki khusus di dalam.
3. Daerah Aseptik
Daerah aseptik merupakan daerah kamar bedah sendiri yang hanya bisa dimasuki oleh orang yang langsung ada hubungan dengan kegiatan pembedahan, umumnya daerah yang harus dijaga kesucihamaannya. Daerah aseptik dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
– Daerah aseptik 0, yaitu lapangan operasi, daerah tempat dilakukannya pembedahan.
– Daerah aseptik 1, yaitu daerah memakai gaun operasi, tempat duk atau kain steril, tempat instrumen dan tempat perawat instrumen mengatur dan mempersiapkan alat.
– Daerah aseptik 2, yaitu tempat mencuci tangan, koridor penderita masuk.
c. Bagian-bagian Kamar Operasi
Kamar operasi terdiri dari beberapa ruang, baik itu di dalam kamar operasi maupun di lingkungan kamar operasi:
1. Ruang Penerimaan Pasien
Ruang Penerimaan Pasien adalah ruang serah terima pre operasi Instalasi Kamar Operasi yang dilengkapi dengan brankar, lemari tempat pakaian Instalasi Kamar Operasi bagi pasien yang akan menjalani operasi, dilengkapi ruang ganti pasien One Day Care (ODC), lemari terkunci untuk penyimpanan pakaian dan barang berharga milik pasien.
2. Ruang Induksi dan Premedikasi
Ruang induksi dan premedikasi adalah ruang dimana pasien dari ruang penerimaan dibawa ke ruang induksi untuk dilakukan premedikasi, tersedia oksigen sentral.
3. Ruang Operasi I
Ruang operasi I dilengkapi meja operasi (datar, head up-head down, tilt kiri-kanan, duduk atau setengah duduk, V atau V terbalik) secara manual. Ruang operasi I dilengkapi lampu operasi yang mampu menerangi bagian-bagian operasi, menggunakan oksigen sentral, suction sentral, mesin anestesi, monitor pasien, tersedianya alat kesehatan dan obat-obatan dan jenis cairan yang bisa memenuhi kebutuhan operasi, yang tersedia dalam troli. Kamar Operasi I digunakan untuk operasi biasa.
4. Ruang Operasi II
Ruang operasi II dilengkapi meja operasi (datar, head up-head down, tilt kiri-kanan, duduk atau setengah duduk, V atau V terbalik) secara manual. Ruang Operasi II dilengkapi dengan lampu operasi yang mampu menerangi bagian-bagian operasi. Mesin anestesi dilengkapi dengan tabung penampung gas anestesi (merek Penlon), monitor EKG yang bisa terlihat tekanan darah, rekaman jantung, nadi, saturasi oksigen, AC sentral, Suction, oksigen sentral, alat kauter (Alsa bisa dipakai untuk TUR, bisa dipakai untuk Bifolar), tersedianya alat kesehatan dan obat-obatan, dan jenis cairan yang bisa memenuhi kebutuhan operasi, yang tersedia dalam troli.
5. Ruang Operasi III
Ruang operasi III digunakan untuk operasi yang bersifat bersih, yang dilengkapi dengan meja operasi yang bisa dimodifikasi beberapa posisi (datar, head up-head down, tilt kiri-kanan, duduk) secara manual. Ruang Operasi III dilengkapi lampu operasi yang mampu menerangi bagian-bagian operasi.Dilengkapi dengan mesin anestesi, monitor ECG yang bisa terlihat tekanan darah, rekaman jantung, nadi, saturasi oksigen, AC sentral, oksigen sentral, suction sentral, alat kauter, tersedianya alat kesehatan dan obat-obatan, dan jenis cairan yang bisa memenuhi kebutuhan operasi, yang tersedia dalam troli.
6. Ruang Operasi IV
Ruang operasi IV digunakan untuk operasi yang bersifat bersih, yang dilengkapi dengan meja operasi yang bisa dimodifikasi beberapa posisi (datar, head up-head down, tilt kiri-kanan, duduk) secara manual.
Ruang operasi IV dilapisi dengan Pb yang berguna untuk mengurangi radiasi (khusus penggunaan C–Arm), dilengkapi lampu operasi yang mampu menerangi bagian- bagian operasi, mesin anestesi, monitor EKG yang bisa terlihat tekanan darah, rekaman jantung, nadi, saturasi oksigen, AC sentral, oksigen sentral, suction sentral alat kauter, tersedianya alat kesehatan dan obat-obatan, dan jenis cairan yang bisa memenuhi kebutuhan operasi, yang tersedia dalam troli.
7. Ruang Operasi V
Ruang operasi V digunakan untuk operasi yang bersifat bersih, yang dilengkapi dengan meja operasi yang bisa dimodifikasi beberapa posisi (datar, head up-head down, tilt kiri-kanan, duduk) menggunakan alat remote, meja operasi bisa dimodifikasi dengan traksi ortopedi. Ruang Operasi V dilapisi dengan Pb yang berguna untuk mengurangi radiasi (khusus penggunaan C–Arm), dilengkapi lampu operasi yang mampu menerangi bagian-bagian operasi, mesin anestesi, monitor EKG yang bisa terlihat tekanan darah, rekaman jantung, nadi, saturasi oksigen, AC sentral, oksigen sentral, suction sentral, alat kauter, alat kesehatan dan obat-obatan, dan jenis cairan yang bisa memenuhi kebutuhan operasi, yang tersedia dalam troli, monitor untuk bisa melihat tindakan operasi di ruang istirahat dokter.
8. Ruang Penyimpan Alat Steril
a. Lemari linen dan instrumen steril
Tersedia lemari untuk penyimpanan alat instrumen dan linen sudah steril terbungkus yang siap pakai disimpan di lemari masing-masing.
b. Lemari linen non steril
Tersedia juga lemari untuk penyimpanan linen biasa, seperti baju petugas instalasi kamar operasi, stik laken, selimut dan untuk kebutuhan linen lainnya.
9. Ruang Penyimpanan Alat Kesehatan
Tersedia lemari untuk penyimpanan alat kesehatan, sesuai jumlah inventaris.
10. Ruang Penyimpanan Obat dan Alat Anestesi
Tersedia lemari untuk menyimpan obat dan alat kesehatan anestesi yang terkunci, kulkas untuk menyimpan obat yang memerlukan suhu tertentu.
11. Ruang Sadar Pulih atau Recovery Room
Ruang sadar pulih adalah ruang dimana pasien setelah operasi dibawa ke ruang sadar pulih untuk diobservasi sekitar 2 jam. Ruang sadar pulih dilengkapi dengan 6 buah tempat tidur (standar dengan hek pengaman), oksigen sentral, suction sentral, monitor pasien 6 set, persediaan cairan infus, meja tulis, dan alat-alat untuk keperluan administrasi. Di ruang sadar pulih terdapat sebuah komputer untuk urusan administrasi. Di ruang ini juga tersedia spool hoek, toilet. Di ruang sadar pulih ini serah terima pasien dari instalasi kamar operasi dengan perawat ruang inap (pasien kembali ke ruangan).
12. Ruang Pertemuan
Ruang pertemuan ini digunakan untuk pertemuan. Di ruang ini tersedia meja, kursi dan dilengkapi dengan gambar kerangka anatomi tulang manusia, lemari buku untuk menyimpan buku-buku.
13. Ruang Istirahat
Tersedia tempat tidur atau istirahat
14. Ruang Makan
Ruang ini digunakan untuk ruang santai sekalian ruang makan, dilengkapi dengan kursi meja makan, sofa, televisi, kulkas, dispenser, lemari untuk menyimpan alat-alat makan, dan lainnya.
15. Ruang Ganti Wanita
Ruang ini digunakan khusus untuk wanita ganti pakaian, dengan pakaian instalasi kamar operasi. Di ruang ini terdapat lemari pakaian gantung, lemari pakaian dan persediaan pakaian bersih instalasi kamar operasi, dan loker yang terkunci.
16. Ruang Ganti Pria
Ruang ini digunakan khusus untuk pria ganti pakaian. Di ruang ini terdapat lemari pakaian gantung, lemari tempat penyimpanan pakaian bersih instalasi kamar operasi dan loker yang terkunci.
17. Kamar Mandi
Tersedia Shower untuk mandi, closet duduk.
18. Ruang Kepala Instalasi Kamar Operasi
Tersedia kursi meja, lemari kecil.
19. Ruang Kepala Urusan Pelayanan Perawatan
Tersedia kursi meja, ada lemari untuk penyimpanan dokumen atau arsip-arsip, buku.
d. Instrumen
Tabel 3.1 Daftar Instrumen Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah | Keterangan |
1 | Set Dasar I | 1 Set | Bisa dipakai untuk operasi laparotomi, dan sectio caesar, apendiktomi. |
2 | Set Dasar II | 1 Set | Bisa dipakai untuk operasi laparotomy, sectio caesar, apendiktomi. |
3 | Set Dasar III | 1 Set | Bisa dipakai untuk operasi laparotomi, sectio caesar, apendiktomi. |
4 | Set Dasar IV | 1 Set | Bisa dipakai untuk operasi laparatomi, sectio caesar, apendiktomi. |
5 | Set Dasar V | 1 Set | Bisa dipakai untuk operasi laparatomi, sectio caesar, Apendiktomi. |
6 | Set Dasar VI | 1 Set | Bisa dipakai untuk operasi laparotomi, sectio caesar, Apendiktomi. |
7 | Set Kecil (Ekstirpasi) | 2 Set | Bisa dipakai untuk operasi kecil. |
8 | Set Hernia Anak | 1 Set | |
9 | Set Hernia Dewasa | 1 Set | |
10 | Set Ortopedi | 1 Set | |
11 | Set Struma | 1 Set | |
12 | Set Tonsilektomi | 1 Set | |
13 | Set Pediatri I | 1 Set | |
14 | Set Pediatri II | 1 Set | |
15 | Set Plastik I | 1 Set | |
16 | Set Plastik II | 1 Set | |
17 | Set Trepanasi | 1 Set | |
18 | Set Onkologi | 1 Set | |
19 | Set Neurologi | 1 Set | |
20 | Set Kuretase | 1 Set | |
21 | Set Gall Blass atau Ginjal | 2 Set | |
22 | Set Sectio Caesaria | 4 Set | |
23 | Reseksi Usus Anak | 1 Set | |
24 | Reseksi Usus Dewasa | 2 Set | |
25 | Set Histerektomi | 2 Set | |
26 | Set Tambahan | 1 Set | |
27 | Set Spinal | 16 Set | |
28 | Set Mangkok Operasi | 15 Set | |
29 | Set Bangkok Sikat | 6 Set | |
30 | Set Kocker | 1 Set | |
31 | Set Vena Seksi | 1 Set | |
32 | Liposuction | 1 Set | |
33 | Buka Gip | 1 Set |
Tabel 3.2 Daftar Instrumen Set Dasar I Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Hak Tumpul Kecil | 2 |
2 | Hak Tumpul Besar | 2 |
3 | Hak Tajam | 2 |
4 | Gunting Benang Lancip | 1 |
5 | Gunting Benang Tumpul | 1 |
6 | Gunting Kasar | 1 |
7 | Metzemburm | 1 |
8 | Handvad Mes No 3 | 1 |
9 | Handvad Mes No 4 | 1 |
10 | Kocker Bengkok 16 Cm | 6 |
11 | Kocker Lurus | 2 |
12 | Desinfeksi Klem | 1 |
13 | Klem 18 cm atau Klem Appendik | 1 |
14 | Doek Klem | 5 |
15 | Masquito Bengkok 12 cm | 2 |
16 | Masquito Luruus 12 cm | 2 |
17 | Naldvoeder | 3 |
18 | Onder Bending Klen | 1 |
19 | Pean Bengkok 16 cm | 6 |
20 | Peritonium Klem | 4 |
21 | Pincet Anatomis Panjang | 3 |
22 | Pincet Anatomis Pendek | 3 |
23 | Pincet Siregis Panjang | 2 |
24 | Pincet Siregis Pendek | 2 |
25 | Still Depper | 2 |
26 | Tong Spatel | 1 |
27 | Ujung Suction | 1 |
28 | Back Kock | 1 |
29 | Sonde Beralur | 1 |
30 | Sonde Wire | 1 |
31 | Masquito panjang 21 cm | 1 |
32 | Elis Klem | 1 |
Jumlah Instrumen | 64 |
Tabel 3.3 Daftar Instrumen Set Dasar II Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Hak Tajam | 2 |
2 | Back Kock | 1 |
3 | Doek Klem | 5 |
4 | Gunting Benang Lancip | 1 |
5 | Gunting Benang Tumpul | 1 |
6 | Gunting Kasar | 1 |
7 | Metzemburm | 1 |
8 | Handvadmes No 3 | 1 |
9 | Handvadmes No 4 | 1 |
10 | Kocker Bengkok 16 Cm | 6 |
11 | Kocker Lurus | 2 |
12 | Desinfeksi Klem | 1 |
13 | Klem 18 cm atau Klem Appendik | 1 |
14 | Langen Back Kecil | 2 |
15 | Langen Back Sedang | 2 |
16 | Masquito Bengkok 12 cm | 2 |
17 | Masquito Lurus 12 cm | 2 |
18 | Onderbending Klen | 1 |
19 | Pean Bengkok 16 cm | 6 |
20 | Peritonium Klem | 4 |
21 | Pincet Anatomis Panjang | 3 |
22 | Pincet Anatomis Pendek | 3 |
23 | Pincet Siregis Panjang | 2 |
24 | Pincet Siregis Pendek | 2 |
25 | Still Depper | 2 |
26 | Ujung Suction | 1 |
27 | Masquito Panjang 21 cm | 1 |
28 | Elis Klem | 1 |
29 | Sonde Beralur | 1 |
30 | Sonde Wire | 1 |
31 | Naldvoeder | 3 |
32 | Gunting Jaringan | 1 |
Jumlah Instrumen | 63 |
Tabel 3.4 Daftar Instrumen Set Dasar III Khusus Ortopedi Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Hak Tajam Sedang | 2 |
2 | Hak Tajam Besar | 1 |
3 | Doek Klem | 5 |
4 | Gunting Benang Lancip | 1 |
5 | Gunting Benang Tumpul | 1 |
6 | Gunting Kasar | 1 |
7 | Metzemburm 20 Cm | 1 |
8 | Handvadmes No 3 | 1 |
9 | Handvadmes No 4 | 1 |
10 | Kocker Bengkok 16 Cm | 4 |
11 | Kocker Lurus | 2 |
12 | Desinfeksi Klem | 1 |
13 | Klem 18 cm atau Klem Appendik | 1 |
14 | Langen Back Kecil | 2 |
15 | Masquito Bengkok 12 Cm | 2 |
16 | Masquito Lurus 12 Cm | 2 |
17 | Onderbending Klen | 1 |
18 | Pean Bengkok 16 cm | 3 |
29 | Pincet Anatomis Panjang | 3 |
20 | Pincet Anatomis Pendek | 3 |
21 | Pincet Siregis Panjang | 2 |
22 | Pincet Siregis Pendek | 2 |
23 | Still Depper | 2 |
26 | Ujung Suction | 1 |
25 | Masquito Panjang 21 cm | 1 |
26 | Langen Back Ukuran 2 cm | 2 |
27 | Tong Spatel | 1 |
28 | Naldvoeder | 3 |
Jumlah Instrumen | 53 |
Tabel 3.5 Daftar Instrumen Set Dasar IV Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Hak Tumpul Kecil | 2 |
2 | Hak Tumpul Sedang | 2 |
3 | Hak Tajam | 2 |
4 | Gunting Benang Lancip | 1 |
5 | Gunting Benang Tumpul | 1 |
6 | Metzemburm 20 Cm | 1 |
7 | Gunting Kasar 19 Cm | 1 |
8 | Handvadmes No 3 | 1 |
9 | Handvadmes No 4 | 1 |
10 | Desinfeksi Klem | 1 |
11 | Klem 18 cm atau Appendik | 1 |
12 | Klem Bengkok 16 cm | 6 |
13 | Masquito Bengkok 12 cm | 2 |
14 | Masquito Lurus 12 cm | 2 |
15 | Kocker Bengkok 16 cm | 6 |
16 | Kocker Lurus 16 cm | 2 |
17 | Pincet Anatomis Panjang | 3 |
18 | Pincet Anatomis Pendek | 3 |
19 | Pincet Siregis Panjang | 2 |
20 | Pincet Siregis Pendek | 2 |
21 | KropcSonde | 1 |
22 | Ujung Suction | 1 |
23 | Masquito Panjang 21 cm | 1 |
24 | Doek Klem | 5 |
25 | Back Kock | 1 |
26 | Naldvoeder 20 cm | 1 |
27 | Naldvoeder 18 cm | 1 |
28 | Naldvoeder 14 cm | 1 |
29 | Klem Lurus atau Onderbending | 1 |
30 | Peritonium Klem | 4 |
31 | Still Depper | 2 |
32 | Elis Klem 19 cm | 1 |
Jumlah Instrumen | 62 |
Tabel 3.6 Daftar Instrumen Set Dasar V Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Hak Tumpul Kecil | 2 |
2 | Hak Tumpul Sedang | 2 |
3 | Hak Tajam | 2 |
4 | Gunting Benang Lancip | 1 |
5 | Gunting Benang Tumpul | 1 |
6 | Gunting Kasar | 1 |
7 | Metzemburm 20 cm | 1 |
8 | Klem Appendik | 1 |
9 | Onderbending Klem | 1 |
10 | Handvadmes No 3 | 1 |
11 | Handvadmes No 4 | 1 |
12 | Desinfeksi Klem | 1 |
13 | Kocker Bengkok 16 cm | 6 |
14 | Klem Bengkok 16 cm | 6 |
15 | Masquito Bengkok 12 cm | 2 |
16 | Masquito Lurus 12 cm | 2 |
17 | Kocker Lurus 16 cm | 2 |
18 | Pincet Anatomis Panjang | 2 |
19 | Pincet Anatomis Pendek | 3 |
20 | Pincet Siregis Panjang | 2 |
21 | Pincet Siregis Pendek | 2 |
22 | Doek Klem | 5 |
23 | Ujung Suction | 1 |
24 | Still Depper | 2 |
25 | Elis Klem | 1 |
26 | Peritonium Klem | 4 |
27 | Naldvoeder 18 cm biasa | 2 |
28 | Naldvoeder 15 cm | 1 |
29 | Back Kock 21 cm | 1 |
30 | Masquito Bengkok 21 cm | 1 |
31 | Back Kock 21 cm | 1 |
Jumlah Instrumen | 60 |
Tabel 3.7 Daftar Instrumen Set Dasar VI Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Hak Tumpul Kecil | 2 |
2 | Hak Tumpul Sedang | 2 |
3 | Hak Tajam | 2 |
4 | Gunting Benang Lancip | 1 |
5 | Gunting Benang Tumpul | 1 |
6 | Gunting Kasar | 1 |
7 | Metzemburm 20 cm | 1 |
8 | Klem Musqito 20 cm | 1 |
9 | Onderbending Klem 16 cm | 1 |
10 | Handvadmes No 3 | 1 |
11 | Handvadmes No 4 | 1 |
12 | Desinfeksi Klem | 1 |
13 | Kocker Bengkok 16 cm | 6 |
14 | Klem Bengkok 16 cm | 6 |
15 | Masquito Bengkok 12 cm | 2 |
16 | Masquito Lurus 12 cm | 2 |
17 | Kocker Lurus 14 cm | 2 |
18 | Pincet Anatomis Panjang | 2 |
19 | Pincet Anatomis Pendek | 3 |
20 | Pincet Siregis Panjang | 2 |
21 | Pincet Siregis Pendek | 2 |
22 | Doek Klem | 5 |
23 | Ujung Suction | 1 |
24 | Still Depper 20 cm | 2 |
25 | Elis Klem | 1 |
26 | Peritonium Klem | 4 |
27 | Naldvoeder 18 cm | 2 |
28 | Naldvoeder 14 cm | 1 |
29 | Hak Ginjal | 2 |
Jumlah Instrumen | 60 |
Tabel 3.8 Daftar Instrumen Set Struma Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Hak Tumpul atau Langen Back | 2 |
2 | Hak Tajam | 2 |
3 | Desinfeksi Klem | 1 |
4 | Gunting Benang Lancip | 1 |
5 | Gunting Benang Tumpul | 1 |
6 | Metzemburm 18 cm | 1 |
7 | Metzemburm 16 cm | 1 |
8 | Doek Klem | 5 |
9 | Onderbending Klem | 1 |
10 | Handvadmes No 3 | 1 |
11 | Handvadmes No 4 | 1 |
12 | Pean Bengkok 16 cm | 12 |
13 | Pean Bengkok 14 cm | 10 |
14 | Huid Hak atau Hak Kulit | 1 |
15 | Masquito Bengkok 12 cm | 4 |
16 | Masquito Panjang 18 cm | 1 |
17 | Pean Lurus 20 cm | 4 |
18 | Pincet Anatomis | 3 |
19 | Pincet Abzon Anatomis | 1 |
20 | Pincet Siregis | 2 |
21 | Pincet Siregis Adson | 1 |
22 | Naldvoeder 10 cm | 1 |
23 | Naldvoeder | 2 |
24 | Elis Klem 20 cm | 1 |
25 | Kocker 16 cm | 2 |
26 | Kocker Lurus atau Still Depper | 2 |
Jumlah Instrumen | 64 |
Tabel 3.9 Daftar Instrumen Set Hernia Anak Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Hak Tumpul atau Langen Back | 4 |
2 | Still Depper atau Kocker Lurus 16 Cm | 2 |
3 | Handvad Mes No 3 | 1 |
4 | Gunting Benang Lancip | 1 |
5 | Gunting Benang Tumpul | 1 |
6 | Gunting Kasar | 1 |
7 | Metzemburm | 1 |
8 | Doek Klem | 5 |
9 | Kocker Bengkok 10 cm | 7 |
10 | Masquito Lurus | 3 |
11 | Masquito Bengkok | 1 |
12 | Pinset Anatomi Panjang | 1 |
13 | Pinset Anatomi Pendek | 2 |
14 | Pinset Ciregis Pendek | 2 |
15 | Desinfeksi Klem | 1 |
16 | Naldvoder | 2 |
17 | Onderbending | 1 |
18 | Krop Sonde | 1 |
Jumlah Instrumen | 37 |
Tabel 3.10 Daftar Instrumen Set Hernia Dewasa Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Hak Tumpul atau Langen Back | 2 |
2 | Still Depper atau Kocker 16 cm | 2 |
3 | Handvad Mes No 3 | 1 |
4 | Handvad Mes No 4 | 1 |
5 | Krop Sonde | 1 |
6 | Gunting Kasar | 1 |
7 | Metzemburm | 1 |
8 | Doek Klem | 5 |
9 | Kocker Bengkok 14 Cm | 9 |
10 | Masquito Lurus 12 Cm | 3 |
11 | Masquito Bengkok 12 Cm | 1 |
12 | Pinset Anatomi Panjang | 1 |
13 | Pinset Anatomi Pendek | 2 |
14 | Pinset Siregis Pendek | 2 |
15 | Pean Bengkok 16 Cm | 2 |
16 | Naldvoder | 2 |
17 | Onderbending | 1 |
18 | Gunting Benang Lancip | 1 |
19 | Gunting Benang Tumpul | 1 |
20 | Desinfektan Klem | 1 |
Jumlah Instrumen | 40 |
Tabel 3.11 Daftar Instrumen Set Kecil I Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Desinfeksi Klem | 1 |
2 | Dok Klem | 5 |
3 | Elis Klem | 1 |
4 | Gunting Benang Lancip | 1 |
5 | Gunting Benang Tumpul | 1 |
6 | Gunting Jaring An Kasar | 1 |
7 | Metzemburm | 1 |
8 | Hak Tajam Gigi 3 | 2 |
9 | Handvad Mes No 3 | 1 |
10 | Handvad Mes No 4 | 1 |
11 | Klem 16 cm atau circumsisi | 2 |
12 | Klem 20 cm atau Klem App | 1 |
13 | Kocker Bengkok 12 cm | 3 |
14 | Kocker Lurus 12 cm | 3 |
15 | Masquito Bengkok 12 cm | 2 |
16 | Masquito Lurus 12 cm | 3 |
17 | Naldvoder 12 cm | 1 |
18 | Naldvoder 18 cm | 1 |
19 | Pincet Anatomis Pendek | 3 |
20 | Pinset Ciregis Pendek | 2 |
21 | S Hak | 2 |
22 | Onderbending Klem | 1 |
23 | Kerokan | 3 |
24 | Set Jarum | 1 |
Jumlah Instrumen | 43 |
Tabel 3.12 Daftar Instrumen Set Kecil II Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Desinfeksi Klem | 1 |
2 | Dok Klem | – |
3 | Elis Klem 16 Cm | 1 |
4 | Gunting Benang Bengkok 13 cm | 1 |
5 | Gunting Benang Bengkok 10 cm | 1 |
6 | Metzemburm 18 cm | 1 |
7 | Metzemburm 14 cm | 1 |
8 | Hak Tajam Gigi 2 | 2 |
9 | Handvad Mes No.3 | 1 |
10 | Pean Lurus 15 Cm atau Onder | 1 |
11 | Kocker Bengkok 12 cm | 3 |
12 | Kocker Lurus 12 cm | 3 |
13 | Masquito Bengkok 12 cm | 2 |
14 | Masquito Lurus 12 cm | 3 |
15 | Naldvoder 18 cm | 1 |
16 | Pincet Anatomis 14 cm | 2 |
17 | Pincet Anatomis Adzon | 2 |
18 | Pinset Ciregis 14 cm | 2 |
19 | Pinset Ciregis Adzon | 2 |
20 | Kerokan | 2 |
21 | S Hak | 2 |
22 | Naldvoder 14 cm | 1 |
23 | Naldvoder Besar | 1 |
24 | Gunting Benang Lurus | 1 |
Jumlah Instrumen | 43 |
Tabel 3.13 Daftar Instrumen Set Pediatrik Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Pincet Anatomis | 3 |
2 | Pincet Siregis | 2 |
3 | Masquito Bengkok Kecil atau Micro | 12 |
4 | Masquito Lurus | 6 |
5 | Kocker Bengkok Kecil | 10 |
6 | Naldvoeder | 2 |
7 | Rhino Klem Sinus | 1 |
8 | Gunting Benang Lurus | 1 |
9 | Gunting Benang Bengkok | 1 |
10 | Metzemboum | 1 |
Jumlah Instrumen | 39 |
Tabel 3.14 Daftar Instrumen Set Plastik I Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Pincet Anatomis Adzon 16 cm | 2 |
2 | Pincet Siregis 12 cm | 1 |
3 | Pincet Siregis 11 cm | 3 |
4 | Naldvoeder Bengkok | 1 |
5 | Naldvoder Ayu 19 Cm | 1 |
6 | Gunting Benang Lurus 13 Cm | 2 |
7 | Gunting Benang Lurus 12 Cm | 2 |
8 | Gunting Benang Bengkok 12 Cm | 2 |
9 | Gunting Benang Bengkok 11 Cm | 1 |
10 | Metzemboum Lurus 19,5 Cm | 1 |
11 | Metzemboum Lurus 16,5 Cm | 1 |
12 | Metzemboum Bengkok 16 Cm | 1 |
13 | Metzemboum Lurus 19 Cm | 1 |
14 | Pincet Anatomis Biasa 11 Cm | 4 |
15 | Pincet Anatomis Biasa 16 Cm | 1 |
Jumlah Instrumen | 24 |
Tabel 3.15 Daftar Instrumen Set Plastik II Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Hak Tajam Gigi Satu | 1 |
2 | Hak Tajam Gigi 2 | 1 |
3 | Gunting Supercut Hitam | 1 |
4 | Gunting Iris | 1 |
5 | Gunting Lurus | 1 |
6 | Gunting Nelson atau Tumpul | 1 |
7 | Gunting Af Heacting | 1 |
8 | Gunting Benang Ii Cm | 2 |
9 | Gunting lancip 11 Cm | 1 |
10 | Gunting Lancip 9 Cm | 1 |
11 | Gunting Metzemboum Ayu | 1 |
12 | Pincet Adzon Anatomis | 2 |
13 | Pinset Adzon Siegis | 2 |
14 | Naldvoeder Ayu | 1 |
15 | Pincet Adson Gigi 1 | 1 |
Jumlah Instrumen | 18 |
Tabel 3.16 Daftar Instrumen Set Plastik III Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Huid Hak 14 cm | 1 |
2 | Naddvoeder 16 cm | 1 |
3 | Naddvoeder 14 cm | 1 |
4 | Desinfectan Klem 20 cm | 1 |
5 | Metzemboum 16 cm (hitam kuning) | 1 |
6 | Gunting Benang Lurus 14 cm | 1 |
7 | Gunting Benang Bengkok 12 cm | 1 |
8 | Gunting Benang Bengkok 12 cm (tumpul) | 1 |
9 | Gunting Aff Jahitan 10 cm | 2 |
10 | Pinset Adzon Siegis 14 cm | 2 |
11 | Pincet Adzon Anatomis 14 cm | 2 |
12 | Kocker Bengkok 12 cm | 2 |
13 | Masquito Bengkok 12 cm | 3 |
14 | Huid Hak 14 cm | 1 |
15 | Nadvoeder 16 cm | 1 |
Jumlah Instrumen | 18 |
Tabel 3.17 Daftar Instrumen Set ATE atau TE Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Mouth Spider Otomatis | 1 |
2 | Alat Penekan Lidah | 4 |
3 | Pembuka Mulut atau Mouthgek | 2 |
4 | Sinar Tonsil | 1 |
5 | Tong Spatel | 1 |
6 | Naldvoeder | 1 |
7 | Tampon Tang | 1 |
8 | Tonsil Klem | 1 |
9 | Spit Mes | 1 |
10 | Speculum Hidung | 2 |
11 | Sluder Dengan 3 Blade | 1 |
12 | Kerok Adenoig No.1 | 1 |
13 | Kerok Adenoid No.3 | 1 |
14 | Kerok Adenoid No.4 | 1 |
15 | Pincet Bayonet | 2 |
16 | Klem 45 | 2 |
17 | Klem Bengkok 20 cm | 2 |
18 | Gunting Benang 20 cm | 1 |
19 | Masquito Panjang 18 cm | 1 |
20 | Doek Klem | 1 |
21 | Canule Suction | 1 |
Jumlah Instrumen | 32 |
Tabel 3.18 Daftar Instrumen Set Onkologi Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Doek Klem | 5 |
2 | Gunting Laxer Baby 10 Cm | 2 |
3 | Metzemboum Kilner 12 Cm | 1 |
4 | Metzemboum Kilner 15 Cm | 1 |
5 | Metzemboum Kilner 14 Cm | 2 |
6 | Gunting Standar 14 Cm | 1 |
7 | Hak Double atau Sen Miller | 2 |
8 | Hak Gigi 2 Tumpul | 2 |
9 | Hak Kuping | 2 |
10 | Hak Model L | 2 |
11 | Langen Back Mini | 2 |
12 | Handvadmes No.4 | 1 |
13 | Handvadmes No.3 | 1 |
14 | Kocker Bengkok 12 Cm | 6 |
15 | Kocker Bengkok 14 Cm | 1 |
16 | Kocker Bengkok 16 Cm | 7 |
17 | Kocker Lurus | 6 |
18 | Sonde | 1 |
19 | Masquito Bengkok 12 Cm | 4 |
20 | Masquito Panjang 20 Cm | 1 |
21 | Naldvoder Ayu | 2 |
22 | Naldvoeder Biasa | 2 |
23 | Pincet Anatomi Adzon | 2 |
24 | Pincet Anatomi Biasa | 2 |
25 | Pincet Ciregis Adson | 2 |
26 | Pincet Ciregis Biasa | 2 |
27 | Knop | 1 |
Jumlah Instrumen | 63 |
Tabel 3.19 Daftar Instrumen Set Trepanasi Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Bor Tangan | 1 |
2 | Mata Boor | 2 |
3 | Knabel Bengkok / Knabel Lurus | 1/1 |
4 | Spatel Otak Kecil | 1 |
5 | Spatel Otak Sedang | 1 |
6 | Spatel Otak Besar | 1 |
7 | Handvad Mes No 4 | 1 |
8 | Handvad Mes No 3 | 2 |
9 | Kikir | 1 |
10 | Desektor Bengkok | 2 |
11 | Desektor Lurus | 2 |
12 | Sloop Sonde Bengkok | 1 |
13 | Hoklet Yasargil atau Pengait Kulit Kepala | 1 |
14 | Pengait Gligisaw | 2 |
15 | Konduktor | 2 |
16 | Pincet Adzon Ciregis | 2 |
17 | Pengaris Stenlis | 1 |
18 | Canule Suction | 2 |
18 | Sutura | 1 |
20 | Dandy Klem | 6 |
21 | Doek Klem | 6 |
Jumlah Instrumen | 40 |
Tabel 3.20 Daftar Instrumen Set Ortopedi Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Hammer Kecil | 1 |
2 | Hamer Besar | 1 |
3 | Double Retrakor Besar | 2 |
4 | Doubel Retraktor Kecil | 1 |
5 | Ske Math | 1 |
6 | Raspatorium Kecil | 1 |
7 | Raspatorium Besar | 1 |
8 | Cobra Kecil | 1 |
9 | Kobra Besar | 2 |
10 | Knabel Kecil | 1 |
11 | Knabel Sedang | 1 |
12 | Knabel Besar | 1 |
13 | Pemotong Wire (Wire Cutting) K | 1 |
14 | Pemotong Wire (Wire Cutting) B | 1 |
15 | Set Wire | 1 |
16 | Poin Center Reduction Clam atau Duk Klem | 2 |
17 | Verbugge Besar | 2 |
18 | Lewin Bone Holding Klem | 1 |
19 | Kikir | 1 |
20 | Desinfeksi Klem | 1 |
21 | Screw Driver (Obeng Blimbing) | 1 |
22 | Screw Driver Besar | 1 |
23 | Bone Curretang atau Kerokan | 5 |
24 | Tang Besar | 1 |
25 | Tang Kecil | 1 |
26 | Tang Cucu | 1 |
27 | Tatah | 4 |
28 | Gligisaw Holding | 2 |
29 | Respat Pacul | 1 |
30 | Drepper Kecil | 1 |
31 | Drepper Besar | 1 |
32 | Elevator Kecil | 2 |
33 | Elevator Sedang | 2 |
34 | Elevator Besar | 3 |
35 | Hak Gigi Satu Tajam | 3 |
Jumlah Instrumen | 47 |
Tabel 3.21 Daftar Instrumen Neurologi Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Gelfi Sedang | 2 |
2 | Adzon Besar | 1 |
3 | Adzon Sedang | 2 |
4 | Bone Cutting Lurus | 2 |
5 | Bone Cutting Bengkok | 1 |
6 | Rongeus Kecil Ayu | 2 |
7 | Rongeus Besar | 2 |
8 | Rongeuus Kecil Biasa | 1 |
9 | Hernia Tang Bengkok Atas | 1 |
10 | Hernia Tang Bengkok Bawah | 1 |
11 | Hernia Tang Kecil Panjang | 1 |
12 | Hernia Ang Kecil Pendek | 1 |
13 | Hak Saraf Kecil | 1 |
14 | Hak Saraf Sedang | 2 |
15 | Bone Curet | 1 |
16 | Kop Besar | 1 |
17 | Kop Kecil | 1 |
18 | Knabel Besar | 1 |
19 | Knabel Kecil | 1 |
Jumlah Instrumen | 25 |
Tabel 3.22 Daftar Instrumen Set Kuretase Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Biopsi Tang | 1 |
2 | Busi No 4 | 1 |
3 | Busi No 5 | 2 |
4 | Busi No 6 | 1 |
5 | Busi No 7 | 1 |
6 | Busi No 8 | 2 |
7 | Busi No 9 | 2 |
8 | Busi No 10 | 1 |
9 | Busi No 11 | 1 |
10 | Busi No 12 | 1 |
11 | Busi No 13 | 1 |
12 | Busi No16 | 1 |
13 | Busi No 17 | 1 |
14 | Busi No 21 | 1 |
15 | Cateter Logam | 1 |
16 | Cucing | 1 |
17 | Curet Mmes No 1 | 1 |
18 | Curet Mmes No 2 | 3 |
19 | Curet Mmes No 4 | 1 |
20 | Curet Mmes No 5 | 3 |
21 | Curet Mmes No 6 | 4 |
22 | Desinfeksi Klem | 1 |
23 | Doek Klem | 2 |
24 | Kogel Tang | 2 |
25 | Mikro Curet | 1 |
26 | Pincet Anatomis Panjang | 1 |
27 | Sonde Uterus | 1 |
28 | Speculum Vagina Panjang | 2 |
29 | Speculum Vagina Pendek | 2 |
30 | Tampon Tang | 1 |
31 | Tang Abortus | 1 |
Jumlah Instrumen | 45 |
Tabel 3.23 Daftar Instrumen Set Gall Blass Lama (I) Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Timan Kecil | 1 |
2 | Timan Sedang | 1 |
3 | Timan Besar | 1 |
4 | Speder atau Pembuka Luka | 1 |
5 | Ring Klem | 1 |
6 | Klem 90 Pendek | 1 |
7 | Klem 90 Pendek | 1 |
8 | Klem 45 Panjang | 1 |
9 | Elis Klem 17 Cm | 1 |
10 | Steen Tang | 2 |
Jumlah Instrumen | 11 |
Tabel 3.24 Daftar Instrumen Set Gall Blass Baru (II) Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Sweet Hak | 2 |
2 | Sonde (No 2 sampai dengan 11 ) | 10 |
Jumlah Instrumen | 12 |
Tabel 3.25 Daftar Instrumen Set Histerektomi I Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Pean Bengkok Putih 20 Cm | 6 |
2 | Pean Bengkok Hitam 20 Cm | 1 |
3 | Pean Lurus Hitam 20 Cm | 1 |
4 | Kocker Bengkok 20 Cm | 3 |
5 | Kocker Lurus 20 Cm | 3 |
6 | Klem Histerektomi | 2 |
7 | Mouse | 1 |
8 | Kogel Tang | 1 |
9 | Ricaksion Panjang | 1 |
Jumlah Instrumen | 19 |
Tabel 3.26 Daftar Instrumen Set Histerektomi II Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Pean Bengkok Putih 20 Cm | 5 |
2 | Pean Bengkok Hitam 20 Cm | 1 |
3 | Pean Lurus Hitam 20 Cm | 1 |
4 | Kocker Bengkok 20 Cm | 4 |
5 | Kocker Lurus 20 Cm | 2 |
6 | Klem Histerektomi | 2 |
7 | Mouse | 1 |
8 | Kogel Tang | 1 |
9 | Ricaksion Panjang | 1 |
Jumlah Instrumen | 21 |
Tabel 3.27 Daftar Instrumen Set SC (I, II, III, IV) Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Ring Klem | 4 |
2 | Hak Besar | 1 |
3 | Ricaksion Pendek | 1 |
Jumlah Instrumen | 6 |
Tabel 3.28 Daftar Instrumen Set Reseksi Usus (I, II) Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Hak Ricaksion Panjang | 1 |
2 | Hak Ricaksion Pendek | 1 |
3 | Klem Usus Bengkok | 2 |
4 | Klem Usus Lurus | 2 |
5 | Klem Kuat | 2 |
Jumlah Instrumen | 8 |
Tabel 3.29 Daftar Instrumen Set Reseksi Usus Anak Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Sperder | 1 |
2 | Klem Usus | 2 |
3 | Ricaksion Kecil | 3 |
Jumlah Instrumen | 18 |
Tabel 3.30 Daftar Instrumen Set Trakeostomi Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Hak Model | 2 |
2 | S Hak | 2 |
3 | Hak Kuping | 1 |
4 | Langen Back Kecil | 2 |
5 | Hak Tajam Gigi 2 | 2 |
6 | Hak Tumpul Gigi 2 | 2 |
7 | Hak Tajam Gigi Satu | 4 |
8 | Hak Tumpul Gigi Satu | 2 |
9 | Canule Tracheostomi dari Besi | 2 |
Jumlah Instrumen | 20 |
Tabel 3.31 Daftar Instrumen Set Vena Seksi Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Gunting Benang Bengkok 9 Cm | 1 |
2 | Gunting Benang Lurus 11 Cm | 1 |
3 | Pincet Ciregis Biasa 10 Cm | 3 |
4 | Pincet Anatomis Biasa 10 Cm | 3 |
5 | Pincet Anatomis 900 12 Cm | 1 |
6 | Musquito Bengkok 12 Cm | 1 |
7 | Pean Bengkok 13 Cm | 2 |
8 | Pean Lurus 13 Cm | 1 |
9 | Handvad Mess No 3 | 1 |
10 | Najdvoeder 18 Cm | 1 |
11 | Onderbending 16 Cm | 1 |
12 | Doek Klem | 1 |
13 | Jarum Pungsi No 1 | 2 |
Jumlah Instrumen | 19 |
Tabel 3.32 Daftar Instrumen Set Tambahan Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Ricaksion Panjang | 1 |
2 | Ricaksion Pendek | 1 |
3 | Langen Back Sedang | 3 |
4 | Handvad Mes Kuning No 4 | 1 |
5 | Handvadmes Putih No.4 | 1 |
6 | Handvad Mes No.3 Panjang | 1 |
7 | Sendok Kecil | 1 |
8 | Huid Hak | 1 |
9 | Trocat | 1 |
10 | Mioma Boor | 1 |
11 | Stain Sky | 1 |
12 | Canule Suction | 1 |
13 | Peritonium Klem | 8 |
14 | Ringklem Panjang | 2 |
15 | Ringklem Pendek | 2 |
16 | Naldvoeder 26 Cm | 2 |
17 | Naldvoeder Ayu 25 Cm | 1 |
18 | Naldvoeder 21 Cm | 1 |
19 | Onderbending | 1 |
20 | Pincet Anatomis Ayu 25 Cm | 2 |
21 | Pinset Anatomis 21 Cm | 1 |
22 | Pincet Anatomis 16 Cm | 3 |
23 | Pinset Siregis 20 Cm | 1 |
24 | Pinset Siregis 16 Cm | 1 |
25 | Pean Bengkok 20 Cm Hitam | 2 |
26 | Pean Bengkok 20 Cm Putih | 2 |
27 | Ujung Suction | 2 |
28 | Tong Spetel Besar | 1 |
29 | Kocker Lurus 24 Cm | 2 |
30 | Kerokan | 1 |
31 | Ringklen Bengkok | 2 |
32 | Nadlvoeder | 1 |
Jumlah Instrumen |
Tabel 3.33 Daftar Instrumen Set Mangkok OP (15 set) Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Mangkok | 4 |
2 | Piala Gingal | 1 |
Tabel 3.34 Daftar Instrumen Set Spinal (16 set) Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Cucing | 2 |
2 | Klem atau kocker | 1 |
Tabel 3.35 Daftar Instrumen Set Mangkok Cuci Tangan (6 set) Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Mangkok | 2 |
Tabel 3.37 Daftar Instrumen Pembuka Gips Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah |
1 | Gunting Pemottong Gips | 2 |
2 | Pembuka Gips | 1 |
3 | Gunting besar | 1 |
4 | Matahari | 1 |
Jumlah Instrumen | 5 |
Tabel 3.38 Daftar Peralatan Instalasi Kamar Operasi
No | Nama Alat | Jumlah | Keterangan |
1 | Mesin Anestesi | 4 Set | · 2 Buah mesin anestesi memiliki fasilitas pembuangan gas dimesin, sedangkan 3 mesin anestesi sistem pembuangan gas melalui pipa yang dialirkan keluar instalasi kamar operasi.· Penlon Voltase 220 – 240 volt, 50 watt.· Acoma Voltase 220 voltase, 50 watt· Ohmeda voltase 220 – 240 volt, 60 watt |
2 | N20 | 18 Tabung | Ada persediaan di Instalasi Farmasi. |
3 | Oksigen | 7 Tabung | Ada persediaan di Instalasi Pemeliharaan sarana dan prasarana. |
4 | Ventilator | 1 Buah | |
5 | Monitor Pasien | 6 Set | · 3 buah di ruang sadar pulih.· 3 buah kamar operasi.· Berkapasitas 40 watt, voltase 180-250 volt |
6 | Termohygrometer | 4 Set | · 1 buah masing-masing dikamar operasi.· 1 buah di ruang instrumen |
7 | Dermatome | 1 Set | |
8 | Holter Mandrin | 1 Set | |
9 | Suction Mola | 1 Set | |
10 | Meja Mayo | 6 Buah | Masing-masing kamar operasi 1 buah. |
11 | Lampu Operasi | 3 Buah | Masing-masing ada dikamar operasi. |
12 | Cauter | 4 Set | · Masing-masing kamar operasi 1 buah.· Bertold 50 – 175 watt, Voltase 23o volt.· Exell 50 Watt Voltase 220 -230 volt |
13 | Oxymetri | 2 Buah | · Dewasa I buah· Anak-anak 1 buah· Masing-masing monitor memiliki oxymetri. |
14 | Suction Pump | 7 Set | · Masing-masing kamar operasi 2 buah (untuk anestesi dan operasi ).· Ada persediaan di RR· Medela Voltase 230 – 240 volt, 150 watt.· Suction voltase 230 –volt, 100 watt. |
15 | Meja Operasi | 3 Buah | Masing- masing kamar operasi 1 buah. |
16 | Meja Instrumen | 3 Buah | Masing-masing kamar operasi 1 buah. |
17 | Dc Shock (Defibrilator ) | 1 Set | Penyimpanan di R premidikasi ( mudah terjangkau ). |
18 | Lampu Sorot (Tindakan). | 1 Buah | Penyimpanan diruang linen. |
19 | Syringe Pump | 4 Buah | |
20 | Microscope | 1 Set | |
21 | Traksi Table | 1 Set | |
22 | Autoclave | 1 set | |
23 | Sterilisator | 1 Set | Digunakan hanya untuk alat yang ada di Instalasi Kamar operasi. |
24 | Ambubag | 6 Set | Penyimpanan di tiap-tiap kamar operasi dan troli Emergensi |
25 | Endoctraheal | 20 Buah | Penyimpanan di tiap-tiap kamar operasi dan troli Emergensi |
26 | Laringoskop | 20 Buah | Penyimpanan di tiap-tiap kamar operasi dan troli Emergensi |
27 | Orofaringeal Tube | 5 Buah | Penyimpanan di tiap-tiap kamar operasi. Dan troli Emergensi |
28 | Magill | 6 Buah | Penyimpanan di tiap-tiap kamar operasi. |
29 | Stylet | 6 Buah | Penyimpanan di tiap-tiap kamar operasi. |
29 | Liposuction | 1 Set | |
30 | Blood Warmer | 1 Set | Berkapasitas 55 watt, voltase 230 volt |
31 | Pressure Infusion | 1 Set | |
32 | Stetoskop | 4 Buah | Penyimpanan di tiap –tiap kamar operasi dan di RR. |
33 | Manometer Oksigen (Humidifier) | 6 Buah | Pemakaian di RR ( oksigen sentral ). |
34 | Boor Orthopedi | 1 Set | Syntess voltase 100 – 240 volt, 50 watt. |
35 | Boor Manual | 2 Buah | Makita voltase 220 – 230 volt, 305 watt. |
36 | Loop | 1 Set | |
37 | Goggle | 15 Buah | |
38 | Lampu THT | 2 Buah | |
39 | Infant Warmer | 1 Buah | |
40 | Patient Warmer | 1 Buah | |
41 | Alat WSD | 2 Buah | |
42 | Tensimeter Manual Berdiri | 1 Buah | |
43 | Brankar Standar | 5 Buah | |
44 | Kabel Rol | 8 Rol | |
45 | Pengatur Suhu (AC) | 11 Buah | Dimasing – masing kamar operasi terdapat 2 buah dengan voltase 220 – 230 volt |
46 | Troli Emergensi | 1 Buah | |
47 | Troli Penyimpanan Kasa | 1 Buah | |
48 | Tromol Penyimpanan Linen (Besar Kecil) | 10 Buah | |
49 | Laringoskop Istimewa | 1 Set | Terima tanggal 22 Juli 2010 |
50 | C-Arm dan Apron 4+ (Kaca Mata) | 1 Set | Terima tanggal 12 November 2011 |
e. Fasilitas Non Medis
1. Pintu
Bentuk pintu sliding, pintu harus selalu tertutup dengan menggunakan penutup otomatis. Pintu selalu terawat dan tidak boleh mengeluarkan suara.
2. Ventilasi
Memakai AC dilengkapi filter dan sistem ultraclean luminay airflow. Suhu diatur antara 19-22?C dan kelembaban udara 50-60 %
3. Sistem Penerangan
Lampu ruangan memakai lampu pijar putih tertanam di dalam langit-langit sehingga tidak menampung debu dan mudah dibersihkan. Pencahayaan ruangan sesuai peraturan pencahayaan pada buku ini. Lampu operasi merupakan lampu khusus yang terdiri dari beberapa lampu yang fokusnya dapat diatur, tidak panas, terang, tidak menyilaukan dan tidak menimbulkan bayangan
4. Sistem Gas
Sistem gas sebaiknya dibuat sentral memakai sistem pipa. Sistem pipa melalui bawah lantai atau di atas langit-langit, dibedakan sistem pipa O2 dan Nitrogen Oksida
5. Sistem Listrik
Ada sistem penerangan darurat dan sistem listrik cadangan
6. Sistem Komunikasi
Ada sistem komunikasi dengan ruangan lain di dalam rumah sakit dan ke luar Rumah Sakit
f. Instrumentasi
Semua peralatan menggunakan mobile atau troli, mempunyai roda atau diletakkan di atas troli beroda. Semua alat terbuat dari stainless steel dan mudah dibersihkan.
g. Pembersihan
· Pembersihan Harian
Setiap hari seluruh permukaan lantai kompleks kamar operasi dibersihkan dan didesinfeksi. Setiap hari dilakukan pemeriksaan prasarana seperti
penyediaan air bersih, kelistrikan, pencahayaan, ventilasi, dan sebagainya. Pelaksana adalah Cleaning Service dan tim kamar operasi, dan penanggung jawab adalah Kepala Instalasi Kamar Operasi.
· Pembersihan Mingguan
Seluruh permukaan dinding Kamar Operasi dibersihkan dengan cairan didesinfeksi. Lantai dibersihkan dengan deterjen, dikeringkan dan didesinfeksi. Seluruh permukaan lain seperti permukaan lampu operasi, troli anestesi, kabel-kabel dan selang, tabung N2O, meja operasi troli alat kesehatan, kursi, AC dibersihkan dan didesinfeksi. Kamar mandi dibersihkan pagi sore. Semua bahan medis yang disterilisasi kering diperiksa kapasitas formalinnya.
· Pembersihan Pra Operasi
Bila jadwal operasi dilaksanakan setelah dilakukan pembersihan rutin maka ruangan bedah tidak perlu dibersihkan lagi. Bila jadwal operasi dilaksanakan sebelum dilaksanakan pembersihan rutin, maka segera dilakukan pembersihan ruangan operasi dan sekitarnya.
· Pembersihan Pasca Operasi
Dinding dibersihkan dan didesinfeksi
BAB IV – TATA LAKSANA PELAYANAN
A. Persiapan Lingkungan Kamar Operasi Bedah
1. Persiapan alat-alat
Ø Semua kebutuhan perlengkapan bedah dikemas atau dibungkus dengan pembungkus steril yang memenuhi syarat.
Ø Kemasan atau pembungkus steril harus diperiksa terhadap:
– Keutuhan dari bungkusan atau kemasan tersebut (tidak robek, tidak terbuka, tidak kotor).
– Kelembaban dari kemasan atau bungkusan.
– Tanggal steril harus tercantum di bagian luar pembungkus, bila lewat dari 3 x 24 jam harus disteril ulang.
Ø Perlengkapan bedah yang dipergunakan untuk operasi sepsis, harus segera diamankan agar tidak menyebabkan kontaminasi.
Ø Alat-alat bedah yang disposable tidak boleh diulang, harus segera langsung dibuang.
Ø Tempat larutan antiseptik atau desinfektan yang dipakai di kamar bedah harus sering diganti, paling sedikit seminggu sekali.
Ø Alat-alat besar seperti: lampu operasi, alat-alat anestesi, troli dibersihkan dengan desinfektan tertentu.
2. Ventilasi
Udara yang masuk kamar bedah disaring bebas debu dan kuman, filter harus sering diganti sesuai dengan petunjuk dan harus sering diperiksa. Suhu dan kelembaban udara harus diatur, suhu antara 200 -250 C, kelembaban antara 50-55.
Tekanan udara dalam kamar operasi sedikit lebih tinggi dari ruang sekitarnya supaya kotoran tidak masuk ke dalam kamar operasi bila pintu dibuka.
3. Persiapan Permukaan Kamar Operasi (Dinding, Lantai, Plafon)
· Klorinasi air yang dipakai untuk cuci tangan.
· Dinding dan lantai dicuci dengan desinfektan tertentu (Steriliside)
B. Syarat-Syarat Bekerja di Kamar Operasi
1. Displin yang tinggi dalam menjalankan peraturan sepsis jangan banyak bicara.
2. Jangan banyak mondar-mandir dan usahakan jangan terlalu banyak orang dalam kamar operasi.
3. Kesehatan dan kebersihan.
4. Petugas kamar operasi harus bebas dari kuman-kuman yang mudah ditularkan (karier sangat sukar ditentukan).
5. Perlengkapan petugas:
ü Perlengkapan petugas yang ikut pembedahan:
– Baju kamar operasi
– Penutup kepala
– Masker
– Alas kaki atau sepatu dalam kamar operasi
– Jas operasi steril
– Sarung tangan steril
ü Perlengkapan petugas yang lain:
– Baju kamar operasi
– Penutup kepala
– Masker
– Alas kaki
C. Lalu Lintas di Lingkungan Kamar Operasi
Pada lalu lintas ini perlu diingat adanya daerah-daerah bebas, area semirestriktik, daerah bersih dan area restriktik.
Lalu lintas meliputi:
1. Lalu lintas Petugas
Sarana pada lalu lintas petugas harus ditentukan adanya:
ü Ruang ganti pakaian
ü Perlengkapan-perlengkapan khusus
ü Batas daerah bersih dan kotor
Batas-batas tersebut meliputi:
a. Petugas buka alas kaki, masuk ruang bedah lewat pintu khusus, menuju ruang ganti pakaian (daerah bersih)
b. Petugas ganti pakaian dengan pakaian khusus bedah (tidak boleh dirangkap) dan cuci tangan.
c. Pakaian petugas disimpan dalam lemari pakaian yang sudah disiapkan.
d. Petugas masuk dalam area restriktik dalam kedaan sudah memakai tutup kepala, masker dan alas kaki khusus.
e. Bila sudah selesai bekerja petugas keluar melalui jalur yang sama waktu masuk dengan meletakkan kembali perlengkapan-perlengkapan yang sudah dipakai di tempat yang sudah ditentukan.
2. Lalu lintas Penderita
a. Penderita dikirim ke ruang bedah lewat koridor transfer penderita.
b. Petugas kamar operasi menyemput dengan brankar kamar operasi di koridor transfer. Penderita dibawa ke kamar persiapan (ganti baju dengan baju kamar operasi).
c. Dari kamar persiapan, penderita dibawa ke kamar operasi dengan memakai brankar di Instalasi Kamar Operasi, dipindahkan ke meja operasi, brankar disimpan di luar kamar operasi (masih dalam area restriktik).
d. Selesai operasi penderita dibawa ke kamar pemulihan atau ruang sadar pulih dengan menggunakan Brankar Instalasi Kamar Operasi dan memakai pakaian bedah.
e. Penderita keluar dari kamar pemulihan menuju ruangan lewat pintu ruang pulih sadar.
3. Lalu lintas Alat
a. Sarana untuk lalu lintas.
ü Ruang untuk penyimpanan alat yang sudah steril.
ü Alat pengangkut: troli atau meja kecil.
b. Prosedurnya:
ü Sebelum operasi dimulai, semua alat yang mungkin akan dipakai sudah ada di dalam kamar operasi.
ü Setelah selesai operasi, semua alat yang sudah dipakai harus segera diletakkan di loket yang telah disiapkan tempatnya, dibawa ke Instalasi Sterilisasi Sentral bagian pengepakan.
ü Instrumen disiapkan oleh petugas Instalasi Sterilisasi Sentral sampai instrumen siap pakai.
ü Penyerahan instrumen oleh petugas Instalasi Sterilisasi Sentral lewat loket.
ü Alat linen yang sudah dipakai dimasukan ke dalam kantong khusus lewat loket dan dikirim ke bagian pencucian.
ü Alat–alat disposable yang sudah dipakai dimasukkan ke dalam kantong atau tempat khusus dan dikirim ke bagian pembakaran.
D. Tata Laksana Pembedahan pada Penderita dengan HIV dan Hepatitis B dan C
1. Penderita direncanakan dilakukan operasi terakhir, supaya kamar operasi bisa langsung dibersihkan setelah selesai pembedahan.
2. Harus menggunakan mesin anestesi yang bagian-bagiannya dapat disterilkan dengan autoclave atau memakai yang disposable, dan memakai virus filter antarra endotracheal tube dengan closed circuit–nya.
3. Harus disiapkan:
a. Desinfektan yang cukup (glutaraldehyde 2 %)
b. Celemek plastik yang kedap cairan.
c. Pelindung mata dan muka.
d. Kantong plastik yang tebal dan kedap air dengan tanda khusus untuk tempat kotor yang terkontaminasi.
4. Personil kamar operasi harus memakai celemek plastik kedap air di bawah jas operasi memakai pelindung mata (kaca mata) dan pelindung muka, memakai sarung tangan rangkap dua.
5. Personil dalam kamar operasi sesedikit mungkin dan alat-alat yang diperlukan saja, harus ada dua orang perawat keliling: 1 orang di dalam dan 1 orang lagi di luar untuk menghindari kontaminasi ke luar ruangan.
6. Perawat keliling juga harus menggunakan sarung tangan, pelindung mata dan muka, celemek kedap air di bawah jas operasi yang steril.
7. Harus memakai linen disposable, meja operasi tertutup dan kain yang kedap air, kemudian ditutup lagi dengan kain disposable.
8. Penderita dibawa ruang pemulihan setelah sadar benar.
9. Instrumen yang telah dipakai harus dicuci dengan sabun air panas sebelum di autoclave. Instrumen yang tidak dapat di-autoclave setelah dicuci dengan sabun air panas harus direndam dengan sterilicide atau Natrium dichloroisocyanurate atau NaDCC (Solution) sesuai kebutuhan.
10. Perawat yang mencuci instrumen tersebut harus memakai perlengkapan seperti:
a. Sarung tangan yang kuat dan utuh.
b. Celemek plastik kedap air di bawah jas luar.
c. Pelindung mata (kaca mata), pelindung wajah ini sangat penting dengan banyaknya percikan-percikan air yang mengandung kuman.
11. Alat anestesi (closed circuit) setelah dipakai disterilkan.
12. Setelah pembedahan, kamar operasi dan alat-alat yang telah dipakai harus segera dibersihkan dengan air sabun panas.
13. Rahasia penderita harus dijaga kecuali tanda merah status.
14. Darah dan cairan tubuh penderita harus dibakar.
15. Kamar operasi segera harus disterilkan sesuai prosedur yang berlaku di kamar operasi (1 kali saja)
E. Tata Laksana di Ruang Sadar Pulih
1. Semua petugas di ruang sadar pulih harus bebas dari penyakit yang menular melalui pernapasan atau udara dan bebas dari luka terbuka.
2. Prosedur kewaspadaan universal harus dipatuhi dengan merujuk pada penularan lewat darah.
3. Sebelum masuk ruang sadar pulih semua petugas harus mengganti pakaian dengan pakaian yang khusus dipakai untuk bekerja di ruang tersebut, termasuk alas kaki, pakaian tersebut tidak diperbolehkan dibawa ke luar ruangan, dan pakaian dari luar tidak boleh dibawa masuk.
4. Semua pengunjung harus mengenakan gaun pelindung atau gaun dan alas kaki pelindung yang disediakan sebelum memasuki ruangan.
5. Petugas diharuskan selalu mencuci tangan dengan sabun antiseptik setiap kali kontak dengan pasien.
BAB V
LOGISTIK
A. Alat yang Ada
BAB VI
KESELAMATAN PASIEN
BAB VII
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Ø Semua petugas di ruang sadar pulih harus bebas dari penyakit yang menular melalui pernafasan/udara dan bebas dari luka terbuka.
Ø Prosedur kewaspadaan universal harus dipatuhi dengan merujuk pada penularan lewat darah.
Ø Sebelum masuk ruang sadar pulih semua petugas harus menganti pakaian dengan pakaian yang khusus dipakai untuk bekerja diruang tersebut, termasuk alas kaki,pakaian tersebut tidak diperbolehkan dibawa ke luar ruangan, dan pakaian dari luar tidak boleh dibawa masuk.
Ø Semua pengunjung harus mengenakan gaun pelindung/skort dan alas kaki pelindung yang disediakan sebelum memasuki ruangan.
Ø Petugas diharuskan selalu mencuci tangan dengan sabun anntiseptik setiap kali kontak dengan pasien.
BAB VIII – PENGENDALIAN DAN PENINGKATAN MUTU
BAB IX – PENUTUP
23,480 total views, 28 views today